CAKRAWALANTT.COM - Transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya soal
menghadirkan teknologi di ruang belajar, tetapi juga memastikan setiap warga
belajar mendapatkan materi yang relevan dengan kehidupan mereka. Semangat
inilah yang mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
(Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan
Informal (PNFI) mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mengembangkan konten
pembelajaran digital interaktif untuk pendidikan kesetaraan.
Melalui partisipasi semesta, Direktorat PNFI membuka
ruang kolaborasi bagi tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar
(SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi,
komunitas, hingga masyarakat umum untuk berkontribusi menghadirkan materi
pembelajaran yang lebih kontekstual, inspiratif, dan bermanfaat.
Fokus pengembangan konten kali ini adalah muatan
pemberdayaan dan keterampilan. Materi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya
membuat proses belajar menjadi lebih menarik, tetapi juga memberikan bekal
nyata yang dapat membantu warga belajar meningkatkan kemampuan, kepercayaan
diri, serta kualitas hidup mereka.
Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana, menegaskan bahwa
pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan
formal. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan juga perlu
disesuaikan dengan kebutuhan para warga belajar.
"Digitalisasi dalam pendidikan kesetaraan bukan
sekadar memindahkan bahan ajar dari buku ke layar gawai. Warga belajar Program
Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan yang khas. Mereka membutuhkan
materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, serta mampu
mendukung kemandirian ekonomi dan sosial," ujar I Gusti Made Ardana
dalam sosialisasi "Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten
Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan,"
Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan konten pembelajaran yang beragam
dan berkualitas tidak mungkin dipenuhi oleh pemerintah sendiri. Oleh karena
itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan materi yang lebih
kaya, relevan, dan sesuai dengan realitas yang dihadapi warga belajar di
berbagai daerah.
"Pengembangan konten pendidikan adalah kerja
bersama. Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas,
dan karya terbaiknya agar warga belajar pendidikan kesetaraan mendapatkan
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan
zaman," katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan
pada panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan bersama.
Panduan ini dirancang untuk memastikan setiap konten yang dikembangkan memiliki
kualitas substansi dan teknis yang baik, aman digunakan, serta dapat
terintegrasi dalam ekosistem Rumah Pendidikan. Saat ini pemerintah juga terus
memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya fitur Ruang Murid, agar akses
terhadap pembelajaran digital dapat dinikmati secara lebih inklusif dan merata
oleh seluruh warga belajar di Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden
Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Ke depan,
konten-konten yang dihasilkan akan memperkaya berbagai sumber belajar digital
yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui Interactive
Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke berbagai satuan pendidikan.
Dengan semakin banyaknya pilihan konten, warga belajar
diharapkan dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih hidup dan menyenangkan
melalui berbagai format, seperti gim edukasi, simulasi virtual, maupun media
interaktif lainnya. Di sisi lain, melalui kolaborasi yang melibatkan banyak
pihak, Direktorat PNFI berharap transformasi digital pendidikan nonformal tidak
hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi
warga belajar untuk berkembang, berdaya, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut
melalui tautan: https://s.id/kontendigit-PNFI2026 serta
dapat mengikuti siaran ulang melalui Youtube Direktorat PNFI melalui https://www.youtube.com/watch?v=VdLFYQepzI8.
Masyarakat dapat mendaftarkan kontennya mulai tanggal 5 s.d. 26 Juni 2026.
Proses penilaian konten akan berlangsung pada 6 Juni s.d. 7 Juli 2026.
Nantinya, sebanyak 135 konten terpilih yang terdiri atas 35 konten Paket A, 40
konten Paket B, 60 konten Paket C akan diumumkan pada 8 Juli 2026. (Kemendikdasmen)





0 Comments