Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kota
Kupang tampak ramai selama sepekan. Para murid melakukan rutinitasnya secara
bersama-sama didampingi guru. Beberapa murid terlihat sedang sibuk menata tenda
sederhana. Di balik kerja sama ini, aroma jajanan semerbak memanjakan indera
penciuman. Ada banyak makanan yang ditata dengan rapi di dalam tenda, seperti banana pangsit cokelat, bola-bola susu,
keripik pisang, pisang cokelat, kolak ubi, hingga es cendol.
Aktivitas di halaman SMP Negeri 13 Kota Kupang
tersebut merupakan bagian dari kegiatan kokurikuler yang berlangsung pada 5-12
Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema kewirausahaan ini diikuti oleh kelompok
murid kelas IX. Para murid dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan
diberikan kebebasan untuk memilih jenis usaha yang akan dilakukan. Di dalam
kelompok ini, mereka tidak sekadar belajar membuat usaha, tetapi juga mengasah
kemampuan kerja sama, tanggung jawab, dan perencanaan yang matang.
Mungkin, kegiatan ini terkesan sederhana. Namun, di
baliknya, ada makna pendidikan yang sangat besar. Para murid memperoleh praktik
baik yang tidak ditemukan dalam proses belajar di dalam kelas atapun buku-buku
pelajaran yang teoritis. Mereka belajar mengolah bahan mentah menjadi produk
yang bernilai jual, melayani pembeli dengan ramah dan sopan, serta berpikir
kreatif untuk menemukan peluang yang lebih besar. Praktik-praktik ini merupakan
bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan Karakter yang Mandiri,
Tangguh, dan Bertanggung Jawab
Kepala SMP Negeri 13 Kota Kupang, Funan Banunaek, menerangkan,
kegiatan kokurikuler tersebut mengajarkan murid tentang persaingan yang sehat.
Mereka juga dilatih untuk berpikir kreatif dalam menawarkan produk makanan,
mengedepankan evaluasi secara rutin, serta terus berbenah demi mewujudkan usaha
yang lebih inovatif.
Funan menambahkan, kegiatan korikuler tersebut bisa
membentuk setiap murid menjadi individu yang berkarakter mandiri, tangguh, dan
bertanggung jawab. Menurutnya, hal ini selaras dengan misi sekolah yang tidak
hanya memberikan pengetahuan kepada murid, tetapi juga menyiapkan bekal bagi
kehidupan masa depan mereka. Dalam hal ini, ungkap Funan, kreativitas menjadi
dasar untuk berusaha dan menciptakan inovasi bagi kehidupan.
“Pembelajaran di sekolah harus mampu membentuk
kompetensi pengetahuan sekaligus keterampilan. Di samping itu, kreativitas juga
harus dianggap sebagai jalan untuk memperoleh sesuatu yang bermanfaat bagi
hidup,” tambah Funan.
Dukungan dan Apresiasi
Di sisi senada, para guru turut memberikan apresiasi
bagi para murid yang berhasil menjalankan kegiatan kewirausahaan. Mereka hadir
dari tenda ke tenda untuk memberikan dukungan sekaligus mengawasi dan
mendampingi perkembangan setiap kelompok. Para guru memberikan pemahaman
tentang pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam sebuah
usaha. Hal ini semakin membangkitkan semangat dan kepercayaan diri para murid.
Tidak hanya guru, murid-murid lain juga memberikan
apresiasi terhadap hasil kerja teman-temannya. Mereka membeli jajanan yang
ditawarkan sembari memberikan dukungan dan pujian. Hal ini memang terkesan
sederhana, tetapi memberi dampak yang berarti di baliknya. Bahkan, suasana yang
awalnya bernuansa kompetitif berubah menjadi rumah yang hangat dan penuh rasa
kekeluargaan.
“Sekolah terasa menjadi tempat yang tidak hanya
mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai sosial dan kemanusiaan,”
ungkap salah satu guru.
Belajar tentang Kehidupan
Nilai pedagogis dari kegiatan kokurikuler di SMP
Negeri 13 Kota Kupang tersebut sangat penting bagi dunia pendidikan. Bagi guru,
kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran yang bermakna adalah
pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengalami langsung
proses kehiduapan. Artinya, guru bukan hanya berperan sebagai penyampai materi,
tetapi juga fasilitator yang membantu murid menemukan potensi dirinya dan
belajar menjadi pribadi yang mandiri.
Sedangkan, bagi murid, kegiatan tersebut mengajarkan
bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Untuk itu, mereka harus belajar
menghargai proses, bekerja lebih keras, dan membangun rasa tanggung jawab
terhadap tugas yang diberikan. Tidak heran, bila nanti, mereka tumbuh menjadi
pribadi yang percaya diri dan berani mencoba hal baru. Inilah bekal penting
bagi kehidupan mereka selanjutnya.
Akhirnya, kegiatan kokuriler tersebut membuat para
murid belajar tentang kehidupan dari halaman sekolah. Ada kerja sama,
kreativitas, dan ketangguhan di dalamnya. Mereka belajar bahwa pendidikan bukan
hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk kemampuan hidup yang
nyata. Sekolah dapat menjadi tempat yang tepat untuk menimba nilai-nilai
kehidupan bagi generasi yang ingin belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya.
(red)
Penulis: Yohanes Joni Liwu, S.Pd. (Guru
Bahasa Indonesia di SMP Negeri 13 Kota Kupang)








0 Comments