![]() |
| Pose bersama. |
Ende, CAKRAWALANTT.COM - Kelompok Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo)
Wilayah Maumere menggelar kegiatan “AI
Goes to School” secara offline di
aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) dengan
misi mendampingi sepuluh ribu guru di empat puluh kabupaten/kota agar mampu
memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam pekerjaan sehari-hari.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 77 guru di Kabupaten
Ende, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Mereka dilatih secara intensif
untuk menguji efektivitas modul dan platform
Learning Management System (LMS). Program ini dirancang agar para guru bisa
mengadopsi teknologi secara cerdas, menyaring informasi, dan menangkal hoaks
berbasis kecerdasan buatan.
Rofinus Riwu, selaku PIC Pelaksana Kegiatan,
menekankan pentingnya peran guru di era digital. Kegiatan tersebut, ungkapnya,
bisa meningkatkan peran guru dengan berbagai pelatihan. Ia berharap agar hasil
diskusi dan masukan dari para guru bisa menjadi fondasi utama dalam
menyempurnakan program sebelumnya sehingga bisa diimplementasikan secara
menyeluruh di empat puluh kota lainnya.
“Fokus utama kami adalah membentuk pendidik yang
cerdas dalam memilih perkakas AI dan bijak dalam pemanfaatannya. Kami juga ingin
melihat sejauh mana relevansi materi yang disusun dengan kebutuhan guru saat
menghadapi murid di dalam kelas,” tegas Rofinus.
Rofinus menambahkan, proses pendampingan tidak
berhenti di dalam kelas, tetapi terus berlanjut secara mandiri melalui LMS
selama sepekan. Pendampingan lanjutan ini akan dibimbing secara intensif oleh
tim pelatih.
“Ini menegaskan langkah dan dukungan Mafindo untuk
mendorong semangat transformasi digital di kalangan guru,” pungkasnya. (MDj/red)






0 Comments