![]() |
| Pose bersama. |
Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mewujudkan lulusan yang kompeten dan profesional
serta berdaya saing, Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Sains dan Teknik
(FST), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, menggelar kegiatan “Revisi
Kurikulum Outcome Based Education (OBE)”
pada Senin (9/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang ini diikuti
oleh seluruh tenaga pendidik (dosen) Prodi Kimia FST Unwira.
Ketua Prodi Kimia FST Unwira, Gertreda Latumakulita,
S.Si., M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan revisi kurikulum tersebut berdasarkan
Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang mengharuskan perguruan tinggi untuk melihat
lagi kurikulumnya agar berfokus pada hasil lulusan dan akreditasi. Untuk itu,
Prodi FST Unwira, sambungnya, melaksanakan revisi Kurikulum OBE sesuai amanat
regulasi tersebut.
Gertreda menjelaskan, Kurikulum OBE merupakan
keberlanjutan dari Kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)
pada tahun 2016 dan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun
2022. Kemudian, pada tahun ini, ungkapnya, Prodi FST Unwira melakukan revisi kurikulum
yang berfokus pada lulusan (output)
sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah melaksanakan Kurikulum KKNI dan MBKM
sebelumnya. Sekarang, kami melakukan revisi sesuai Kurikulum OBE yang berfokus
pada lulusan agar menjawab kebutuhan masyarakat,” tukasnya ketika memberikan keterangan
saat sela-sela kegiatan.
![]() |
| Ketua Prodi Kimia FST Unwira, Gertreda Latumakulita, S.Si., M.Sc.. |
Menurutnya, semua kurikulum tersebut sebenarnya sudah
diterapkan selama perkuliahan di Prodi Kimia FST Unwira sehingga tidak ada perbedaan
mencolok. Kurikulum KKNI merupakan kerangka dasar dengan segala aturannya,
Kurikulum MBKM berkaitan dengan operasional pelaksanaan di mana perkuliahan
bisa dilaksanakan tidak hanya di ruang kelas, serta Kurikulum OBE menjadi
penyempurnaan yang berfokus pada standar penilaiannya.
“Ketiganya sebenarnya merupakan satu kesatuan. Hanya,
di Kurikulum OBE, kami harus memiliki model penilaian yang terukur bagi
mahasiswa sehingga kami bisa memiliki kriteria untuk menilai lulusan sesuai
dengan profil kami,” jelas Gertreda.
Sementara itu, salah satu dosen Prodi Kimia FST
Unwira, Anggelinus Nadut, SVD., S.Si., M.Si., mengaku sangat mendukung kegiatan
tersebut. Menurutnya, setiap lulusan memang seharusnya bisa menjawab kebutuhan
masyarakat dan yang terpenting adalah dunia kerja. Hal ini, ungkap Anggelinus,
harus dipersiapkan sejak masa perkuliahan melalui penilaian yang terukur, baik
dari segi pengetahuan, sikap, keterampilan khusus, dan keterampilan umum.
“Dengan kata lain, mereka harus menguasai hardskill dan softskill. Misalnya, ketika mereka tamat dan ingin berpartisipasi
dalam dunia industri, mereka sudah memiliki penilaian di bidang keterampilan
khusus dan umum sehingga tepat sasaran,” tambah Anggelinus yang merupakan dosen
kimia anorganik.
![]() |
| Dosen Prodi Kimia FST Unwira, Anggelinus Nadut, SVD., S.Si., M.Si.. |
Anggelinus mengungkapkan, penyusunan rubrik penilaian
dalam revisi Kurikulum OBE tersebut turut membantu dosen dalam mempersiapkan
proses perkuliahan yang matang sehingga bisa memberikan penilaian yang seimbang.
Utamanya, jelas Anggelinus, perkuliahan atau pembelajaran harus terbiasa
berbasis studi kasus atau proyek. Maka dari itu, di dalam kelas, dosen dan
mahasiswa harus belajar bersama, di mana dosen berperan sebagai fasilitator
sekaligus teman belajar.
“Sebagai dosen, kita didorong untuk mempersiapkan
proses perkuliahan yang harus berpusat pada peserta didik atau mahasiswa, sebab
semua hal harus dinilai dengan seimbang,” tukasnya.
Lebih lanjut, Gertreda menambahkan, muara akhir dari
implementasi kurikulum tersebut adalah terwujudnya lulusan Prodi Kimia FST Unwira
yang kompeten dan profesional serta berdaya saing. Lulusan-lulusan tersebut,
ungkapnya, tidak hanya menyandang identitas sebagai sarjana, tetapi juga
memiliki kompetensi dan keahlian yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
dan dunia kerja nantinya. Semuanya, sambung Gertreda, harus terukur dan jelas
sehingga mendukung konsep “Kampus Berdampak”.
![]() |
| Suasana kegiatan revisi Kurikulum OBE. |
Untuk diketahui, sesuai tracer study, proyeksi lulusan Prodi Kimia FST Unwira meliputi
akademisi, praktisi, dan wirausahawan. Prodi Kimia FST Unwira terus berkomitmen
untuk menjadi komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dan kreatif
di bidang kimia sesuai perkembangan iptek yang dijiwai oleh nilai-nilai
kristiani, berwawasan global, dan berakar pada budaya lokal. (MDj/red)








0 Comments