![]() |
| Suasana Kegiatan Implementasi AI Ready ASEAN di Kabupaten Ende. |
Ende, CAKRAWALANTT.COM - Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Ende
sukses menggelar Kegiatan Implementasi AI
Ready ASEAN. AI Ready ASEAN
merupakan kelanjutan dari kemitraan antara ASEAN Foundation dan Googe.org yang bertujuan untuk membekali masyarakat
dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan AI (kecerdasan buatan) yang
sedang berkembang.
Implementasi Program AI Ready ASEAN dilaksanakan di SDN Ende 5 dan dihadiri oleh 25 guru.
Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Ende, Venatius Minggu. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa AI memiliki
potensi besar dalam transformasi pendidikan dengan menyediakan pengalaman
belajar yang lebih personal, meningkatkan efisiensi adminstrasi, serta
memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.
“Namun, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi,
literasi digital, serta isu etika dan privasi harus diatasi agar implementasi
AI dapat berjalan optimal. Dengan strategi yang tepat, AI dapat menjadi alat
yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara global,” tambahnya.
Sementara itu, Trainer
Program AI Ready ASEAN, Wilfridus Kado,
menjelaskan, tujuan pelaksanaan program tersebut adalah untuk membekali
kemampuan dan pengetahuan tentang kecerdasan buatan (AI) sehingga para guru
lebih siap dan kompeten dalam menghadapi tantangan dan peluang terkait AI.
“Dampak jangka panjangnya adalah tercipta ekosistem
pembelajaran yang inovatif, edukatif, inklusif, dan responsif di mana setiap
insan menjadi agen perubahan dalam transformasi digital di sektor pendidikan,”
pungkasnya.
Program AI Ready ASEAN dilaksanakan di sepuluh negara ASEAN. Kegiatan ini bermuara pada pemberdayaan keterampilan AI bagi lebih dari 5.5 juta jiwa warga ASEAN. Sedangkan, di Indonesia, penyelenggaraan program ini bekerja sama dengan berbagai Learning Implementation Partner (LIP), seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.
Syllabus AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi fundamental AI bagi empat target audiens, yakni pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), dan master trainer. Isi modul dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yakni AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan & Implementasi AI), AI Ethic, Privacy, & Security (Etika, Privasi, & Keamanan AI), serta Teaching about AI (Mengajar tentang AI).
Lebih lanjut, Program AI Ready ASEAN
juga menyediakan akses ke platform Learning
Management System (LMS) pada institute.mafindo.or.id
yang memungkinkan peserta mengakses materi pelatihan implementasi secara
fleksibel dan berkelanjutan. Mafindo didukung oleh ASEAN Foundation melaksanakan program ini sebagai inisiatif strategis
untuk memberikan dasar tentang AI kepada murid dan mahasiswa serta guru dan
orang tua dari wilayah-wilayah asuhan Mafindo bekerja sama dengan institusi
pendidikan dan komunitas lainnya. (MDj/red)






0 Comments