Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Memasuki usianya yang kedua belas, Cakrawala NTT tetap
konsisten dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Hal tersebut
merupakan komitmen yang selaras dengan visi besarnya, yakni “Menyambut Generasi
Emas NTT Tahun 2050 dengan Membangun Budaya Literasi”. Salah satu aksi nyata
yang tengah dilakukan adalah mendukung penguatan literasi masyarakat melalui
kehadiran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Literasi yang diinisiasi oleh
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT.
Direktur Cakrawala NTT, Gusty Rikarno, mengatakan
bahwa taman baca tersebut merupakan wadah penguatan literasi bagi masyarakat
luas. Taman baca tersebut, sambungnya, dikelola oleh para relawan yang bekerja
dengan giat dan komitmen bersama.
“Taman ini baca ini didukung oleh para relawan yang
berasal dari masyarakat sekitar, mahasiswa, dan pegiat literasi,” jelasnya,
Minggu (23/11/2025).
Gusty menambahkan, taman baca ini berfokus pada
peningkatan kemampuan membaca dan menulis, pembiasaan kegiatan membaca dan
menulis, serta pengembangan potensi diri melalui kegiatan akademik dan
nonakademik. Seluruh proses yang berlangsung di dalamnya, terang Gusty,
didampingi dan dipantau langsung oleh para relawan.
Ketua Relawan TBM Rumah Literasi Cakrawala NTT, Bernadeta
Bui Timu, mengungkapkan, taman baca tersebut didominasi oleh pengunjung dari
kalangan anak-anak. Selama aktivitas berlangsung, jelasnya, anak-anak
dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kondisi literasi
masing-masing. Mereka didampingi secara intens untuk mengenal huruf, membaca,
dan memahami isi bacaan.
“Anak-anak yang datang memiliki latar belakang yang
berbeda-beda sehingga pendampingan yang kami lakukan sesuai dengan kondisi
tersebut,” ungkapnya.
Bernadeta menambahkan, selain membaca dan menulis,
anak-anak juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dalam
kelompok-kelompok pengembangan minat dan bakat. Bahkan, sambungnya, anak-anak
tersebut mampu menyelenggarakan pentas seni mini sebagai hasil dari
pengembangan potensi diri tersebut. Selain itu, tambah Bernadeta, mereka juga
diberikan kesempatan untuk melaksanakan studi lapangan (field trip) guna memahami dan mempraktikkan apa yang telah
diperoleh di TBM Rumah Literasi Cakrawala NTT dengan baik.
“Mereka selalu didorong untuk mampu mengenal diri dan
mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal,” ujarnya.
Bernadeta berharap, di usianya yang kedua belas, Cakrawala NTT bisa terus menyebarkan hal-hal baik bagi masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga mimpi besar untuk menyambut generasi emas NTT bisa terwujud, salah satunya melalui pemanfaatan taman baca tersebut.
Untuk diketahui, kegiatan-kegiatan TBM Rumah Literasi Cakrawala NTT selalu berlangsung pada akhir pekan, yakni pada hari Sabtu. Aktivitas literasi di taman baca ini dilakukan pada pukul 15.00-16.00 Wita, sedangkan kegiatan pengembangan minat dan bakat dilakukan pada pukul 16.00-17.00 Wita. Taman baca ini memiliki koleksi ribuan judul buku, mulai dari bacaan khusus anak-anak hingga buku-buku fiksi dan nonfiksi.
TBM Rumah Literasi Cakrawala NTT memperoleh banyak dukungan dan apresiasi dari banyak kalangan, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat, hingga mitra-mitra pembangunan pendidikan. (MDj/red)








0 Comments