Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Kolaborasi Peneliti Unwira Kupang, UIN Malang, UNIK Kediri, UHT Surabaya, dan PT. Asimas Malang Kembangkan Obat Herbal Afrodisiak “Uva Max”



Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi memegang peranan vital dalam mendorong kemajuan iptek sekaligus meningkatkan daya saing bangsa. Selama ini, banyak hasil riset dari para peneliti di universitas yang hanya berhenti pada tahap publikasi ilmiah tanpa pernah mencapai masyarakat luas atau diadopsi oleh dunia industri. Padahal, penelitian yang tidak dihilirisasi akan kehilangan potensi manfaat ekonomis dan sosial yang besar.

 

Dengan proses hilirisasi, hasil-hasil riset tersebut dapat dikembangkan menjadi produk, teknologi, atau solusi yang aplikatif dan dapat digunakan secara langsung dalam kehidupan nyata. Ini juga menjadi cara untuk memastikan bahwa investasi negara dalam riset dan pengembangan (R&D) melalui perguruan tinggi benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan nasional.

 

Untuk mewujudkan hilirisasi yang efektif, kolaborasi antara dunia pendidikan—terutama universitas dan para penelitinya—dengan industri menjadi sangat penting. Industri memiliki pengalaman dan sumber daya dalam hal produksi massal, pemasaran, serta pengembangan bisnis, sementara universitas memiliki kekuatan dalam hal inovasi dan penguasaan teknologi.

 

Kolaborasi ini memungkinkan hasil riset yang semula bersifat teoritis atau eksperimental untuk diinkubasi, diuji coba, dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Sinergi ini juga membuka ruang bagi pengembangan riset yang lebih terarah, relevan, dan berbasis kebutuhan nyata industri dan masyarakat. Oleh karena itu, membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan universitas dan industri secara erat menjadi langkah strategis untuk menjadikan hasil penelitian sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.

 

Selama tahun 2024 dan 2025, tim peneliti dari Universitas Katolik Wdya Mandira (Unwira) Kupang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, Universitas Kadiri (UNIK) dan Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, telah berkolaborasi dengan perusahaan farmasi PT. Agaricus Sido Makmur Sentosa (Asimas) Malang untuk mengembangkan obat herbal afrodisiak yang diberi nama “Uva Max”.

 

Obat herbal ini dikembangkan dari ekstrak kulit batang tumbuhan Uvaria rufa yang secara tradisional diyakini memiliki khasiat sebagai afrodisiak untuk laki-laki dewasa. Di Timor (NTT), tumbuhan ini dikenal dengan nama Koknaba (bahasa Dawan), Koke (bahasa Tetun), dan Lelak (bahasa Indonesia dialek Kupang).

 

Tim penelitian ini diketuai oleh Dr. Maximus M. Taek (UNWIRA), dan beranggotakan Dr. apt. Burhan Ma’arif dan apt. Novia Maulina, M.Si. (UIN Malang), Dr. apt. Dian Nurmawati (UNIK Kediri), Faisal Akhmal Muslikh, M. Farm (UHT Surabaya), dan Erly Grizca Boelan, M.Si. (UNWIRA).

 

Penelitian untuk mengembangkan obat herbal afrodisiak ini didukung dengan dana yang berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), melalui Program Bantuan Biaya Luaran Prototipe (2024) dan Program Hilirisasi Riset-Pengujian Model dan Prototipe (2025).



 

Keterangan: Tumbuhan Uvaria rufa (gambar pertama) dan produk obat herbal afrodisiak “Uva Max” (gambar kedua).


Pada tahun 2024, tim peneliti telah melakukan uji potensi afrodosiak dari ekstrak kulit batang tumbuhan Uvaria rufa, dilanjutkan dengan uji toksisitas dari ekstrak tersebut. Hasil pengujian menunjukkan potensi afrodisiak yang kuat, dengan derajat toksisitas yang rendah, sehingga dianggap prospektif untuk dikembangkan sebagai kandidat obat. Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi prototipe obat herbal dalam bentuk kapsul.

 

Pada tahun 2025 ini, prototipe obat yang sudah dihasilkan tersebut diuji lebih lanjut pada hewan yaitu mencit. Hasil pengujian beberapa parameter yang berhubungan dengan libido dan potensi seksual hewan uji cukup menjanjikan. Saat ini tim peneliti juga sedang melakukan penelitian untuk menjajagi minat calon konsumen dan potensi pasar untuk obat herbal afrodisiak “Uva Max” tersebut. Penelitian tentang minat calon pembeli dan potensi pasar untuk obat herbal ini telah dilakukan pada bulan September 2025 di Malang - Jawa Timur, dan akan dilakukan juga di Kupang – NTT.

 

Doktor Maximus bersama tim penelitiannya berkomitmen untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap obat herbal “Uva Max” yang sudah dihasilkan ini, termasuk melakukan uji klinis, agar produk ini dapat diterima secara luas oleh masyarakat dan mendapatkan izin edar dari pihak berwenang. Doktor Maximus mengajak semua pihak untuk mendukung upaya hilirisasi penelitian ini, sehingga hasil yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan pendekatan yang berbasis riset dan inovasi, diharapkan akan lahir lebih banyak produk kesehatan yang berkelanjutan dan berdaya guna.

 

Penulis: Beatrix Y. Manehat

Editor: Yosefa Saru


Post a Comment

0 Comments