![]() |
| Suasana kegiatan peningkatan kompetensi literasi numerasi bagi guru di Kabupaten Nagekeo. |
Nagekeo, CAKRAWALANTT.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara
Timur (NTT) menggelar Kegiatan “Peningkatan Kompetensi Literasi Numerasi Guru
di Kabupaten Nagekeo” selama empat hari, yakni Selasa-Jumat
(7-10/10/2025). Kegiatan yang
berlangsung di SMK Gonzaga tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, secara daring melalui
sambungan zoom meeting, Selasa
(7/10/2025).
Dalam arahan awalnya, Ambrosius mengatakan bahwa
program tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam
meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi guru. Hal ini, ungkapnya,
bertujuan agar guru mampu mengintegrasikan dua kompetensi tersebut dalam proses
pembelajaran.
Menurut Ambrosius, NTT selalu berada di urutan
terbelakang soal mutu pendidikan. Maka dari itu, saat ini, sambungnya, literasi
numerasi menjadi salah satu kunci peningkatan mutu pendidikan di NTT.
“Kita selalu menempati urutan terbelakang dalam mutu
pendidikan, sehingga peningkatan literasi menjadi kunci peningkatan mutu
pendidikan,” ujarnya.
Ambrosius berharap, melalui kegiatan tersebut,
penguatan literasi tidak sekadar menjadi rutinitas atau upaya pemenuhan
tuntutan, tetapi menjadi kultur dalam lingkungan pendidikan. Dengan kultur
literasi yang baik, penguatan numerasi juga dapat berjalan dengan optimal.
Guru Menjadi Teladan dalam Peningkatan
Literasi Numerasi
Sementara itu, Koordinator Pengawas SMA/SMK Kabupaten
Nagekeo, Fidelis Sawu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum
untuk menghidupkan kembali semangat literasi menulis di kalangan guru. Selain
itu, tambahnya, peningkatan kompetensi literasi numerasi harus diikuti dengan
perubahan sikap dan kebiasaan dalam mengajar.
Ia berharap, proses kreatif yang diikuti oleh para
guru dalam kegiatan tersebut bisa bermuara pada produk, salah satunya adalah
karya tulis.
“Ini adalah momentum untuk menghidupkan kembali
semangat literasi kita. Semoga proses kreatif ini bisa bermuara pada produk,
seperti tulisan yang dibukukan,” tukasnya.
Pantauan media, para guru yang berpartisipasi dalam
kegiatan tersebut berjumlah empat puluh orang. Mereka didampingi secara intens
oleh para narasumber dari Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT. Proses
pendampingan akan berlangsung secara tatap muka dan online hingga bermuara pada penerbitan buku elektronik ber-ISBN.
Untuk diketahui, selain berlangsung di Kabupaten
Kupang, kegiatan serupa juga diselenggarakan di Kabupaten Sumba Timur dan
Kabupaten Malaka. (Mustakim/MDj/red)







0 Comments