![]() |
| Suasana kegiatan MGMP di SMAN 2 Komodo. |
Manggarai Barat, CAKRAWALANTT.COM - Dalam meningkatkan kompetensi guru dan penyesuaian
strategi pembelajaran dengan perkembangan zaman, Sekolah Menengah Atas Negeri
(SMAN) 2 Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menggelar Kegiatan Musyawarah Guru
Mata Pelajaran (MGMP) selama dua hari, yakni 28-29 Agustus 2025. Kegiatan ini
mengusung tema “Menumbuhkan Literasi Digital dan Computational Thinking Melalui Pembelajaran Coding dan Artificial
Intelligence”.
MGMP tersebut dibuka secara resmi oleh Koordinator
Pengawas SMA/SMK dan SLB Kabupaten Manggarai Barat, Lorensius Idin. Dalam
sambutannya, ia menekankan pentingnya peran guru dalam memfasilitasi
keterampilan abad 21, apalagi pada era digital yang semakin maju.
Lorensius juga menyoroti pentingnya inovasi dalam
strategi pembelajaran, khususnya pemanfaatan artificial intelligence (AI), demi menciptakan peserta didik yang
tanggap teknologi dan kritis.
“AI hadir sebagai sebuah alat yang dapat membantu kita
menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan personal. Namun, AI
hanyalah alat, yang paling utama adalah kreativitas dan semangat guru dalam
mengintegrasikannya dalam pembelajaran secara tepat dan bermakna,” ujarnya.
Lorensius mengajak para guru untuk mencoba hal-hal
baru dan terus membuka diri sehingga bisa berinovasi.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Komodo, Kornelis Joni,
mengatakan bahwa fokus utama MGMP tersebut adalah menyusun strategi penguatan
literasi digital dan computational
thinking yang bisa diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran. Para guru,
sambungnya, bisa memahami dan merancang metode pembelajaran berbasis coding, tidak hanya dalam konteks
teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga lintas disiplin ilmu seperti
matematika, fisika, hingga bahasa.
Ia menambahkan, para guru harus menjadi agen perubahan
yang mampu menjembatani peserta didik dengan masa depan, sehingga tugas utama
seorang guru tidak sebatas pada transfer ilmu.
“Dengan coding dan
AI, kita bukan sekadar mengajar, tetapi membekali peserta didik dengan bahasa masa
depan,” tukasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para guru memperoleh
pelatihan singkat tentang penerapan AI dalam dunia pendidikan oleh Sarifudin,
S.Si., Ma.Pd. yang mencakup penggunaan AI untuk personalisasi pembelajaran,
pembuatan asesmen otomatis, hingga pemanfaatan chatbot sebagai asisten belajar peserta didik.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan rencana tindak lanjut berupa modul pembelajaran inovatif yang dapat langsung diterapkan di kelas. Modul-modul ini akan memuat pendekatan berbasis proyek (project based learning). Para guru juga akan berdiskusi dalam kelompok lintas mata pelajaran untuk merancang proyek kolaboratif berbasis teknologi yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis peserta didik, tetapi juga kreativitas, kerja sama tim, dan pemecahan masalah kompleks.
Kegiatan MGMP tersebut menjadi titik tolak menuju
transformasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, penguasaan
teknologi, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi dunia kerja masa depan. (Humas SMAN 2 Komodo/MDj/red)







0 Comments