![]() |
| Para peserta didik bersama guru pendamping sedang mendengarkan arahan dan penjelasan awal dari tim pengajar. |
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Guna mendukung penguatan literasi bagi peserta didik
dan guru, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Fatuleu, Kabupaten Kupang,
mengikuti Program “Sekolah Menulis” yang diinisiasi oleh Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala NTT. Hal ini ditandai dengan dimulainya kegiatan perkenalan dan
asesmen awal bagi peserta didik dan guru di sekolah tersebut, Senin (8/9/2025).
Dalam pertemuan perdana tersebut, para peserta didik dan
guru diberikan arahan dan penjelasan awal terkait rangkaian proses yang akan
diikuti dalam Program “Sekolah Menulis” bersama tim pengajar. Adapun tim pengajar
yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Gusty Rikarno selaku Direktur Yayasan
Rumah Literasi Cakrawala NTT dan Mario Djegho selaku Pemimpin Redaksi Media
Pendidikan Cakrawala NTT.
Gusty mengatakan, pengenalan dan asesmen awal tersebut
merupakan bagian penting dari keseluruhan proses dalam Program “Sekolah Menulis”.
Para peserta didik, sambungnya, perlu dipetakan sesuai minat dan kemampuan,
sehingga tindakan pendampingan yang diberikan bisa tepat sasaran.
“Pengenalan dan asesmen awal ini bertujuan untuk
mengetahui minat dan kemampuan peserta. Misalnya, ada yang lebih tertarik di
bidang fiksi atau mungkin di nonfiksi. Nantinya, pendampingan yang diberikan
akan disesuaikan dengan hasil asesmen tersebut,” tambah Gusty.
Gusty menjelaskan, proses pendampingan dalam Program “Sekolah
Menulis” akan berlangsung selama tiga bulan hingga penerbitan karya tulis
peserta didik dalam bentuk buku elektronik. Hal yang sama, ungkapnya, juga
berlaku bagi para guru.
Mendukung Program “Genta Belis”
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Fatuleu, Aurelius Usa
Naing, mengapresiasi Program “Sekolah Menulis” yang diinisiasi oleh Yayasan
Rumah Literasi Cakrawala NTT tersebut. Menurutnya, partisipasi SMAN 1 Fatuleu
merupakan tindak lanjut dari komitmen penguatan literasi bagi guru dan peserta
didik, sekaligus mendukung pengimplementasian Program “Genta Belis” (Gerakan
NTT Membaca, NTT Menulis) yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi NTT.
“Partisipasi ini merupakan komitmen kami untuk
meningkatkan literasi peserta didik dan guru sekaligus mendukung Program ‘Genta
Belis’,” ujarnya.
Aurelius berharap, melalui program tersebut, para guru
dan peserta didik bisa memperkuat kecakapan literasi, khususnya menulis, dan
membiasakan kegiatan literasi berbasis produk atau karya. Dengan begitu,
ungkapnya, kompetensi guru dan kreativitas peserta didik dapat meningkat. (MDj/red)








0 Comments