Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Panggung Ekspresi dan Pondok Literasi: Cara Unik SMAN 5 Kota Kupang Kembangkan Potensi Peserta Didik

Potret kegiatan peserta didik di panggung ekspresi dan pondok literasi SMAN 5 Kota Kupang.


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Mewujudkan generasi yang cerdas, baik secara akademik maupun nonakademik, adalah tugas kolektif yang selalu diupayakan, khususnya oleh dunia pendidikan. Dunia pendidikan melalui lembaga, seperti sekolah, terus membuat terobosan yang diyakini mampu mendukung terwujudnya generasi yang cerdas. Generasi yang cerdas dapat melahirkan berbagai kreativitas dan inovasi menuju sumber daya manusia yang unggul.

 

Salah satu terobosan yang patut diapresiasi adalah “Panggung Ekspresi dan Pondok Literasi” di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kota Kupang. Wadah pengembangan potensi bagi peserta didik tersebut bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara penguatan kemampuan kognitif di dalam kelas (akademik) serta penyaluran minat dan bakat (nonakademik) di luar kelas.

 

“Kami melihat proses pembelajaran cenderung berfokus pada hal-hal kognitif. Selain itu, waktu istirahat juga tidak dimaksimalkan dengan baik. Makanya, di tengah nuansa pembelajaran mendalam, kami membangun ‘Panggung Ekspresi dan Pondok Literasi’ ini,” ungkap Veronika Wawo, Kepala SMAN 5 Kota Kupang, Senin (1/9/2025).


Kepala SMAN 5 Kota Kupang, Veronika Wawo.

Menurut Veronika, semua anak pasti memiliki keinginan untuk mengekspresikan diri. Namun, keinginan besar tersebut, sambungnya, selalu terbentur dengan ketersediaan kesempatan dan ruang yang minim. Akibatnya, seluruh potensi yang sebenarnya bisa berkembang dan menjadi bekal hidup pada kemudian hari hanya terpendam tanpa wadah ekspresi.

 

Veronika mengatakan, kehadiran panggung ekspresi dan pondok literasi di SMAN 5 Kota Kupang menjadi bukti bahwa siapapun, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan, bisa dan berhak mengembangkan potensi dirinya dengan optimal. Maka dari itu, jelas Veronika, pihak sekolah telah membuat jadwal pementasan (sederhana) bagi setiap kelas hingga akhir tahun mendatang. Nantinya, mereka bisa menampilkan minat dan kepiwaian bakat masing-masing, seperti seni tari, menyanyi, paduan suara, monolog, dialog, pidato, dan lain-lain.

 

“Panggung dan pondok ini menjadi wadah bagi anak-anak dalam menampilkan minat dan bakatnya, seperti di bidang kesenian maupun bahasa dan sastra,” ujarnya.



Veronika menambahkan, kehadiran panggung ekspresi dan pondok literasi tersebut membawa banyak dampak dan manfaat, khususnya bagi peserta didik. Dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, ungkapnya, peserta didik menjadi lebih proaktif dan percaya diri. Selain itu, tambah Veronika, mereka juga terhindar dari perilaku-perilaku negatif karena intens bergiat dalam kegiatan-kegiatan pengembangan diri.

 

“Hal positif yang bisa dipetik sebagai manfaat bagi peserta didik adalah meningkatnya kepercayaan diri. Hal ini diperoleh dari kebiasaan mereka ketika tampil di depan umum dengan performa terbaik,” jelasnya.

 

Untuk mendukung praktik baik tersebut, Veronika mendorong keterlibatan guru, terutama dalam mendampingi peserta didik yang akan menampilkan minat dan bakatnya di atas panggung. Ia berharap, hal tersebut bisa mendukung lahirnya generasi yang cerdas secara akademik dan nonakadademik, sehingga dapat menghasilkan berbagai kreativitas dan inovasi. (MDj/red)               


Post a Comment

0 Comments