![]() |
| Potret kegiatan peserta didik di panggung ekspresi dan pondok literasi SMAN 5 Kota Kupang. |
Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Mewujudkan generasi yang cerdas, baik secara akademik
maupun nonakademik, adalah tugas kolektif yang selalu diupayakan, khususnya
oleh dunia pendidikan. Dunia pendidikan melalui lembaga, seperti sekolah, terus
membuat terobosan yang diyakini mampu mendukung terwujudnya generasi yang
cerdas. Generasi yang cerdas dapat melahirkan berbagai kreativitas dan inovasi
menuju sumber daya manusia yang unggul.
Salah satu terobosan yang patut diapresiasi adalah “Panggung
Ekspresi dan Pondok Literasi” di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kota Kupang.
Wadah pengembangan potensi bagi peserta didik tersebut bertujuan untuk
menciptakan keseimbangan antara penguatan kemampuan kognitif di dalam kelas
(akademik) serta penyaluran minat dan bakat (nonakademik) di luar kelas.
“Kami melihat proses pembelajaran cenderung berfokus
pada hal-hal kognitif. Selain itu, waktu istirahat juga tidak dimaksimalkan
dengan baik. Makanya, di tengah nuansa pembelajaran mendalam, kami membangun ‘Panggung
Ekspresi dan Pondok Literasi’ ini,” ungkap Veronika Wawo, Kepala SMAN 5 Kota
Kupang, Senin (1/9/2025).
![]() |
| Kepala SMAN 5 Kota Kupang, Veronika Wawo. |
Menurut Veronika, semua anak pasti memiliki keinginan
untuk mengekspresikan diri. Namun, keinginan besar tersebut, sambungnya, selalu
terbentur dengan ketersediaan kesempatan dan ruang yang minim. Akibatnya, seluruh
potensi yang sebenarnya bisa berkembang dan menjadi bekal hidup pada kemudian
hari hanya terpendam tanpa wadah ekspresi.
Veronika mengatakan, kehadiran panggung ekspresi dan pondok
literasi di SMAN 5 Kota Kupang menjadi bukti bahwa siapapun, baik peserta
didik, guru, maupun tenaga kependidikan, bisa dan berhak mengembangkan potensi
dirinya dengan optimal. Maka dari itu, jelas Veronika, pihak sekolah telah
membuat jadwal pementasan (sederhana) bagi setiap kelas hingga akhir tahun
mendatang. Nantinya, mereka bisa menampilkan minat dan kepiwaian bakat
masing-masing, seperti seni tari, menyanyi, paduan suara, monolog, dialog,
pidato, dan lain-lain.
“Panggung dan pondok ini menjadi wadah bagi anak-anak
dalam menampilkan minat dan bakatnya, seperti di bidang kesenian maupun bahasa
dan sastra,” ujarnya.
Veronika menambahkan, kehadiran panggung ekspresi dan
pondok literasi tersebut membawa banyak dampak dan manfaat, khususnya bagi
peserta didik. Dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, ungkapnya, peserta didik
menjadi lebih proaktif dan percaya diri. Selain itu, tambah Veronika, mereka
juga terhindar dari perilaku-perilaku negatif karena intens bergiat dalam
kegiatan-kegiatan pengembangan diri.
“Hal positif yang bisa dipetik sebagai manfaat bagi
peserta didik adalah meningkatnya kepercayaan diri. Hal ini diperoleh dari
kebiasaan mereka ketika tampil di depan umum dengan performa terbaik,”
jelasnya.
Untuk mendukung praktik baik tersebut, Veronika mendorong
keterlibatan guru, terutama dalam mendampingi peserta didik yang akan
menampilkan minat dan bakatnya di atas panggung. Ia berharap, hal tersebut bisa
mendukung lahirnya generasi yang cerdas secara akademik dan nonakadademik,
sehingga dapat menghasilkan berbagai kreativitas dan inovasi. (MDj/red)







0 Comments