Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Mengenang Kepergian Sahabat Guru: Rudolfus Oktavianus Ruma, S.Pd.


 


Engkau telah pergi tanpa pamit,

dibawa senyap yang tak bertepi.

Berita datang, kabar berdesir

dalam bisik yang dingin dan getir.

 

Kabar kematianmu itu seperti petir,

engkau pergi dalam gelap yang perih.

Tanpa sebab yang bisa kami pahami,

tanpa ucapan selamat tinggal, kau hilang dari bumi.

 

Mengapa kau pergi begitu cepat?

Kami bertanya, langit pun bisu.

Terbujur kaku di gubuk tua

rahasia kematianmu seperti teka-teki.

 

Tapi kami tahu, di alam sana,

engkau tetap guru, tak pernah binasa.

Mengajarkan bintang tentang cahaya,

mengukir hikmah di balik semesta.

 

Apa yang terjadi, Fian Ruma?

Mengapa langit mendadak muram ?

Tak satu pun menjawab,

hanya kabut misteri yang datang menyusup.

 

Fian Ruma, namamu masih terpatri.

Kami bertanya pada angin, pada bayang,

apakah dunia ini terlalu kejam untuk jiwamu yang tenang?

Atau ada rahasia yang dibawa hingga liang?

 

Dalam kenangan seorang  guru,

hari ini, kami berdiri dalam diam,

menunduk dalam doa, dalam haru yang dalam.

Mengenang sosok yang tak lagi di antara kami

 

Fian Ruma, cahaya yang kini sunyi.

Engkau bukan sekadar pengajar huruf dan angka.

Engkau pembentuk jiwa, penuntun arah dan langkah.

Dengan sabar, engkau merangkul yang tersesat.

 

Dengan tenang engkau menanam harapan.

Namun, kini kami hanya bisa bertanya,

pada langit, pada waktu, pada semesta,

mengapa engkau pergi begitu tiba-tiba?

 

Dalam sunyi, dalam misteri yang membisu

tak ada yang tahu, tak ada yang pasti.

Hanya kenangan yang tersisa di hati.

Namun kami percaya, Fian Ruma tetap abadi.

 

Fian Ruma, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Banyak dari kami bertanya, dalam hati yang tak tenang,

apakah ada beban yang tak sempat kau bagi?

Apakah dunia ini terlalu berat untuk kau pikul sendiri?

 

Fian Ruma, sosok yang ramah bukan pemarah.

Kami ingin tahu,

bila waktu bisa diputar ulang,

menyingkap tabir kematianmu.

 

Hari ini bukan hanya mengenang,

tetapi mendoakan dalam tenang.

Semoga engkau damai dalam pelukan Tuhan,

di tempat di mana tak ada lagi pertanyaan.

Selamat jalan, Fian Ruma, menuju Rumah Bapa.

Jasamu tak akan sirna.

 

 

Penulis: Winibaldus Soba (Ketua PGRI Kab. Nagekeo)



Post a Comment

0 Comments