Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

SMAN 1 Soe Gelar IHT Pembelajaran Mendalam bagi Guru, Ini Harapan Kabid Dikmensus Dinas Pendidikan NTT

Suasana kegiatan IHT pada hari ketiga, Sabtu (16/8/2025), di SMAN 1 Soe.


TTS, CAKRAWALANTT.COM - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menggelar kegiatan “In House Training (IHT) Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen dalam Kerangka Pembelajaran Mendalam” selama tiga hari, yakni Kamis-Sabtu (14-16/8/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru SMAN 1 Soe terkait pembelajaran mendalam.

 

Kepala SMAN 1 Soe, Rovis Selan, menjelaskan, para guru yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memiliki pemahaman dan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang efektif dan asesmen yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

 

“Para guru bisa memahami dan merancang pembelajaran yang tepat sesuai prinsip pembelajaran mendalam,” ujar Rovis.

 

Rovis menambahkan, melalui kegiatan tersebut, para guru juga didorong untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan bermakna bagi peserta didik.



Pihak SMAN 1 Soe menghadirkan beberapa narasumber dalam kegiatan IHT tersebut, yakni Drs. Robertus Rero, M.M. dengan materi “Meningkatkan Motivasi Kerja untuk Mendorong Kinerja Organisasi dengan Melejitkan Mindset”, Drs. Jermias Pelle, M.Pd. dengan materi “Pembelajaran Mendalam”, dan Yakob A. N. Selan, S.Pd. dengan materi “Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di SMAN 1 Soe”.

 

Pada kesempatan tersebut, Jermias Pelle mengajak para guru untuk mempersiapkan pembelajaran secara baik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik. Setiap guru, sambungnya, harus rutin membuat refleksi, berkolaborasi, dan berbagi praktik baik.

 

“Guru harus membuat refleksi profesional terkait persiapan mental dan pengetahuan. Persiapan pembelajaran sangat penting, apalagi dengan perkembangan zaman yang terus berlangsung. Setiap guru harus saling berkolaborasi dan berbagi praktik baik untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas,” jelas Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah dan Khusus (Dikmensus) Kabupaten TTS ini.



Menciptakan Dampak yang Berkelanjutan

 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dikmensus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayub Sanam, berharap agar kegiatan IHT tersebut bisa meningkatkan kompetensi guru serta berdampak secara berkelanjutan.

 

“Semoga kegiatan ini tidak hanya bermuara pada output, tetapi juga outcome,” ujarnya saat menutup kegiatan IHT, Sabtu (16/8/2025).

 

Menurut Ayub, pembelajaran mendalam harus diimplementasikan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran yang matang. Hal ini, ungkapnya, berpengaruh pada pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk itu, para guru harus berinovasi, berkolaborasi, dan saling berbagi praktik baik.

 

“Pembelajaran mendalam harus diimplementasikan dengan baik, sehingga guru harus berinovasi dan berkolaborasi,” pungkasnya.  



Untuk diketahui, pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan penciptaan pembelajaran yang berkesadaran, menggembirakan, dan bermakna melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Pembelajaran mendalam diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (Albert Baunsele/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments