![]() |
| Para peserta didik dan guru sedang mendengarkan penjelasan terkait alur dan teknik penulisan. |
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mendukung upaya peningkatan literasi, terutama
menulis, kelompok peserta didik dan guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kupang
Tengah, Kabupaten Kupang, mengikuti kegiatan workshop penulisan renungan
harian, Sabtu (16/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di perpustakaan sekolah ini
didukung oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT melalui Program “Sekolah
Menulis”.
Kegiatan tersebut diawali dengan asesmen dan pemaparan
materi awal oleh tim pengajar dari Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT. Dalam
pemaparan materinya, Gusty Rikarno menekankan pentingnya pemahaman alur dan
teknik penulisan, khususnya renungan harian. Menurutnya, ada tiga bagian
penting yang harus dipahami dan dikuasai, yakni melihat, menilai, dan
memutuskan.
“Ketiganya, yakni melihat, menilai, dan memutuskan,
berguna untuk menyusun tulisan yang substantif dan kontekstual,” ujarnya.
Gusty mengatakan bahwa para peserta didik dan guru yang
terlibat dalam kegiatan tersebut akan masuk ke dalam Program “Sekolah Menulis”
yang dipelopori oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT. Nantinya, jelas
Gusty, tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh para peserta didik dan peserta didik akan direvisi,
disunting, dan diterbitkan.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh guru
mata pelajaran agama dan perwakilan peserta didik dari setiap kelas. Setelah
memperoleh penjelasan terkait alur dan teknik penulisan, para guru dan peserta
didik mulai menyusun kerangka penulisan hingga membuat satu renungan singkat
sesuai dengan kondisi di lingkungan sekitar.
Krispinus Leltakaeb selaku Guru Pendidikan Agama
Katolik menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop penulisan
renungan harian bagi guru dan peserta didik. Menurutnya, kegiatan ini sangat
positif untuk mendukung peningkatan literasi membaca dan menulis di tengah era
digital yang terus berkembang. Para guru dan peserta didik, sambungnya, dapat
memahami dan mendalami teknik dan alur penulisan sebagai dasar pengembangan dan
penyusunan tulisan yang berkualitas.
“Bagi saya, secara pribadi, kegiatan ini sangat
bermanfaat, terutama dalam mendukung peningkatan literasi,” ujarnya.
Krispinus berharap, kegiatan tersebut bisa terus
berlanjut sehingga para guru dan peserta didik bisa memperoleh pendampingan
yang intens hingga mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas dan layak
dipublikasikan.
Sementara itu, salah satu peserta didik, Katarina
Boli, mengaku senang karena bisa memperoleh pengetahuan baru terkait dunia
penulisan. Teknik dan alur penulisan yang dijelaskan, ungkap Katarina, bisa
membantu dirinya dan peserta didik lain dalam menyusun sebuah tulisan, terutama
renungan harian.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut sehingga
kami bisa terus berlatih dan mendalami dunia penulisan dengan lebih baik,”
pungkas peserta didik kelas XII IPS 2 ini. (MDj/red)







0 Comments