Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Dukung Optimalisasi Layanan PAUD HI di Sikka, Yayasan Papha Indonesia dan Pemda Sikka Luncurkan Proyek Taman Emas

Foto: Sambutan dari Direktur Yayasan PAPHA Indonesia, Bernardus Lewonama Hayon, dalam acara “Peluncuran Proyek Taman Emas”.



Sikka, CAKRAWALANTT.COM - Yayasan PAPHA Indonesia bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka meluncurkan Proyek “Taman Emas” di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka, Sabtu (2/8/2025). Proyek Taman Emas merupakan upaya optimalisasi layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) menuju generasi emas 2045.

 

Proyek yang didukung oleh William & Lily Foundation (WLF) dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) ini akan diimplementasikan pada delapan desa di Kecamatan Magepanda hingga Agustus 2026. Proyek ini akan berfokus pada upaya peningkatan layanan bagi anak usia dini khususnya usia 0-3 tahun.

 

Taman Emas lahir dari refleksi atas belum optimalnya layanan pengembangan bagi anak usia 0-3 tahun di Kabupaten Sikka dan Kecamatan Magepanda. Layanan PAUD HI masih diprioritaskan bagi anak dengan rentang usia 4-6 tahun dan umumnya terpusat di PAUD. Padahal, layanan PAUD HI penting untuk dipenuhi bagi semua anak usia 0-6 tahun dan tidak terbatas pada layanan pendidikan.



Selain itu, kegagalan untuk memenuhi tujuh layanan esensial PAUD HI, yakni pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan, berdampak terhadap perkembangan motorik, kognitif, dan afektif anak. Di samping itu, kegagalan tersebut juga berisiko terhadap terjadinya pelanggaran hak-hak anak.

 

Di tingkat kabupaten, Yayasan PAPHA akan bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten Sikka untuk mendorong agar layanan anak usia 0-3 tahun dapat lebih diakomodir di dalam Rencana Aksi Daerah PAUD HI Kabupaten Sikka.

 

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH., dalam sambutannya, menegaskan bahwa upaya menyiapkan generasi emas 2045 harus dimulai dari pengembangan anak usia dini sehingga menjadi fondasi yang kuat untuk anak tumbuh dan berkembang.

 

“Oleh karena itu, pemerintah daerah dan kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan dan pengembangan anak usia dini PAUD HI. PAUD HI bagi anak-anak usia dini 0-3 tahun khususnya di Posyandu menjadi langkah strategis, karena lembaga Posyandu merupakan gambaran layanan komprehensif,” tegas Juventus.



Sementara itu, Direktur Yayasan PAPHA Indonesia, Bernardus Lewonama Hayon, mengatakan, hampir semua posyandu di Kecamatan Magepanda belum memberikan layanan PAUD HI terutama bagi anak usia 0-3 tahun.  Lebih lanjut, Rencana Aksi Daerah Gugus Tugas PAUD HI Kabupaten Sikka Tahun 2024 -2028 hanya menyasar layanan di satuan pendidikan. Oleh karena itu, Taman Emas menjadi penting untuk mengatasi ketimpangan layanan PAUD HI bagi anak usia 0-3 tahun.

 

Program Lead WLF, Sudaryanto, menyatakan bahwa Proyek Taman Emas diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemenuhan layanan bagi anak usia dini khususnya 0-3 tahun di Kabupaten Sikka.

 

“Fase awal kehidupan anak adalah fondasi utama bagi tahap kehidupan selanjutnya, dan setiap anak berhak mendapat awal yang terbaik. Kami ingin memastikan bahwa layanan PAUD HI tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas dan inklusif termasuk menjangkau anak-anak khususnya usia 0-3 tahun. Melalui Proyek Taman Emas, kami mendorong perubahan sistem layanan yang dimulai dari desa, diperkuat oleh posyandu, dan terhubung dengan sistem di pemerintah kabupaten agar setiap anak sejak lahir mendapat dukungan menyeluruh untuk tumbuh optimal,” tegas Sudaryanto.



Kepala Bapperida Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi dalam upaya optimalisasi layanan PAUD HI di Kecamatan Magepanda.

 

“Tim Gugus Tugas akan melakukan pemetaan terhadap prioritas layanan PAUD HI dan berusaha mendorong kepada DPRD dalam kebijakan anggaran daerah termasuk rencana aksi daerah yang menjadi dasar perda inisiatif untuk memperjuangkan kepentingan PAUD HI,” imbuh Margaretha.



Di tingkat desa, Proyek Taman Emas akan bekerja langsung bersama kader posyandu dan pemerintah desa untuk menguatkan posyandu dalam menyelenggarakan layanan PAUD HI secara menyeluruh, termasuk mendukung pelaksanaan kelas pengasuhan bagi orang tua anak usia 0-3 tahun. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua, bukan hanya ibu saja.

 

Meski berfokus pada optimalisasi layanan PAUD HI bagi anak usia 0-3 tahun, penguatan kapasitas kader dan kelembagaan posyandu melalui proyek ini juga akan memberi manfaat lebih luas bagi anak-anak usia 4-6 tahun dan kelompok masyarakat lainnya sesuai prinsip layanan berbasis siklus hidup. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments