Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Program Studi Akuntansi, Universitas Katolik
Widya Mandira (Unwira), menggelar Seminar Internasional dengan tema “Digital
Transformation in Public Financial Management: Insight from Selected Countries”
pada Jumat (23/05/2025). Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, yakni
luring di Aula St. Paulus, Gedung Rektorat Unwira, dan daring melalui sambungan
zoom meeting.
Seminar ini mendapat dukungan dari ASEACCU
(Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities)
dan APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia), serta melibatkan
partisipasi dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.
Hadir sebagai pemateri, Prof. Dr. Siti Nabiha
Abdul Khalid (University Sains Malaysia), Dr. Deval Nirmal (CEO-Edinburgh
Internasional College, Australia), Dr. Icuk Rangga Bawono, SH., SE., M.Si.,
MH., Ak., CA., ASEAN CPA., CTAP., CPA., CertIPSAS., CFrA (Universitas Jenderal
Soedirman), Dr. Moises Braganca (Universidade Catolica Timorense, Timor Leste),
dan Dr. Yolinda Yanti Sonbay (Universitas Katolik Widya Mandira).
Rektor Unwira, Pater Dr. Philipus Tule, SVD.,
menekankan bahwa transformasi digital telah meredefinisi cara manusia
berinteraksi, mencipta, dan berinovasi, termasuk dalam konteks pengelolaan
keuangan negara. Dalam bidang ekonomi, lanjutnya, teknologi digital menjadi
pendorong utama pertumbuhan ekonomi di berbagai belahan dunia, baik negara maju
maupun berkembang.
“Oleh karena itu, kita harus terbiasa dengan
tiga jenis teknologi digital yang dapat digunakan untuk membantu kita dalam
pengelolaan keuangan, yakni pembayaran digital, kecerdasan buatan, dan
analisis big data sebagai norma baru,” tekannya.
Pater Philipus mengatakan, saat ini telah tersedia berbagai
aplikasi untuk membantu pengelolaan keuangan, seperti Xero (Software
Akuntansi), Expensify (Pelacakan Pengeluaran), Approve.com (Manajemen
Pengeluaran), FreshBooks (Penagihan dan Pemrosesan Pembayaran), BrightPay
(Manajemen Penggajian), Gusto (Persiapan Pajak), SOS Inventory (Pelacakan
Persediaan), dan sebagainya.
“Semua aplikasi tersebut memperkuat peran teknologi dalam
mendukung praktik keuangan yang efisien dan modern,” tukasnya.
Pater Philipus juga menyampaikan harapannya agar
seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan dan kompetensi peserta, tetapi juga
mampu mendorong adopsi teknologi digital secara optimal dalam manajemen
keuangan publik.
Senada dengan itu, dalam sesi materi, Dr. Icuk
Rangga Bawono menjelaskan bahwa digitalisasi dalam Manajemen Keuangan Publik
bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga tentang bagaimana
pemerintah merencanakan, mengalokasikan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan
dana publik dengan cara yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Hal
tersebut, sambungnya, juga telah diupayakan oleh Pemerintah Indonesia.
“Kementerian Keuangan telah memimpin berbagai
inisiatif digital untuk memperkuat sistem keuangan nasional dan mendukung
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.
Ia memberikan contoh beberapa inisiatif yang
telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam Manajemen Keuangan Publik, seperti
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Sistem Informasi Pemerintahan
Daerah (SIPD), Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI), Integration
of Krisna Renja and SAKTI, serta Digitization of Budget Documents (DIPA and
TKD).
Meski demikian, Dr. Icuk juga mencatat beberapa
tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan kapasitas sumber daya
manusia serta isu keamanan data yang menjadi perhatian serius dalam era
digital.
Untuk diketahui, seminar ini diikuti oleh dosen,
praktisi, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai institusi dalam dan luar
negeri. (Yosefa Saru/MDj/red)






0 Comments