Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Mahir Kosakata dengan Crossword Puzzle

 


Oleh : Melkior Yosef Bater, S.Pd.

(Guru SMP Negeri 1 Palue, Sikka)



CAKRAWALANTT.COM - Pendidikan dan bahasa saling berkaitan satu sama lain. Pendidikan adalah wadah pengembangan sumber daya manusia. Di dalamnya, individu-individu saling bertukar gagasan, dibina, serta diarahkan untuk mampu berpikir kritis agar mampu memecahkan masalah dengan baik. Sedangkan, bahasa menjadi alat komunikasi yang menunjang proses interaksi di dalam dunia pendidikan.

 

Bahasa merupakan alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan seseorang. Bahasa perlu dipelajari dan didalami, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga dapat mendukung tercapainya interaksi yang efektif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dunia pendidikan.

 

Dunia pendidikan pun memberikan ruang kepada semua individu untuk mempelajari bahasa. Di Indonesia, bahasa telah dimasukkan ke dalam kurikulum dan menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan pada proses pembelajaran. Salah satunya adalah pelajaran bahasa Inggris. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib yang dipelajari oleh semua peserta didik dari jenjang pendidikan dasar hingga tinggi.

 

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan oleh masyarakat global dalam berinteraksi, baik dalam aspek sosial, ekonomi, politik, hiburan, budaya, dan sebagainya. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pembelajar bahasa Inggris, yakni listening (mendengarkan), speaking (berbicara), reading (membaca), dan writting (menulis). Keempatnya wajib dikuasai oleh peserta didik agar dapat mendalami Bahasa Inggris secara lebih efektif.

 

Dalam konteks pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu menguasai empat aspek kebahasaan tersebut. Dengan begitu, ia dapat menerima materi pelajaran dengan baik, mengerti setiap penjelasan yang disampaikan oleh guru, serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Namun, pada kenyataannya, penguasaan empat kemampuan/keterampilan berbahasa Inggris itu cenderung tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal itu pun kerap terjadi di SMP Negeri 1 Palue, Kabupaten Sikka. Di kelas VIII C Tahun Pelajaran 2022/2023 misalnya, masih terdapat beberapa peserta didik yang belum mampu menguasai kemampuan-kemampuan berbahasa Inggris, baik listening, reading, speaking, maupun writting.

 

Kondisi tersebut tentunya sangat berdampak pada situasi pembelajaran di dalam kelas. Peserta didik menjadi tidak aktif, cenderung pasif, dan kurang memiliki rasa kepercayaan diri. Setelah ditelisik, ditemukan bahwa kurangnya perbendaharaan kata (vocabulary) menjadi faktor penyebab utama. Selain itu, gaya mengajar yang konvensional di dalam kelas turut mempengaruhi tingkat pemahaman anak didik terhadap bahasa Inggris.  

 

Menurut Linse (dalam Inayatul, 2013), vocabulary is the collection of words that an individual knows (kosakata merupakan kumpulan dari kata yang setiap orang mengetahuinya). Vocabulary (kosakata) adalah salah satu komponen bahasa Inggris yang memiliki peran penting dalam memahami bacaan dan mengungkapkan semua ide dalam bentuk tulisan atau pengucapan.

 

Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, maka perlu juga ditingkatkan kemahiran vocabulary. Setiap peserta didik harus mampu menguasai vocabulary dengan maksimal, sehingga dapat mengoptimalkan empat kemampuan/keterampilan berbahasa Inggris. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan crossword puzzle dalam pembelajaran bahasa Inggris.

 

Crossword puzzle merupakan metode memvariasikan pertanyaan atau kuis ke dalam teka-teki silang. Teka-teki silang tersebut terkesan menarik karena setiap jawaban yang muncul akan menjadi petunjuk bagi jawaban atas pertanyaan berikutnya. Petunjuk itu akan saling mengaitkan jawaban yang terdapat pada kolom menurun maupun mendatar, sehingga dapat memancing rasa penasaran peserta didik (Patmonodewo dalam Misbach dan Muzail, 2010). 

 

Penerapan crossword puzzle dalam pembelajaran serupa dengan permainan. Di permainan itu, para peserta didik akan bermain, berkompetisi, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu tanpa mengurangi situasi akademik. Permainan crossword puzzle paling baik dilakukan setelah guru selesai mengajarkan suatu materi (post activity), sehingga peserta didik lebih mudah mengingat kosakata yang baru saja diajarkan (Sugiato, 2021).  

 

Saat memainkannya, guru selaku fasilitator pembelajaran akan menyiapkan beberapa kosakata mulai dari kata-kata sederhana berupa adjective (kata sifat orang/hewan/benda) hingga noun phrasa (frasa kata) yang merupakan gabungan dari kata sifat dengan kata benda. Kemudian, dibuatlah susunan pertanyaan dan jawaban sesuai petunjuk/pertanyaan berdasarkan kebutuhan peserta didik.

 

Pada praktiknya, permainan crossword puzzle dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Pertama, menyiapkan beberapa crossword puzzle sesuai dengan jumlah kelompok yang telah dibentuk berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing. Peserta didik akan bergabung dalam kelompok kecil yang telah dibentuk agar bisa lebih sigap dalam mengikuti pembelajaran.

 

Kedua, membagikan crossword puzzle kepada masing-masing kelompok kecil. Pada tahap ini, guru akan membagikan crossword puzzle ke semua kelompok yang telah dibentuk.

 

Ketiga, guru akan menjelaskan cara dan tahapan dalam mengerjakan crossword puzzle tersebut. Peserta didik akan diarahkan untuk memperhatikan dan memahami aturan pengisian jawaban pada kolom yang tersedia secara tepat.

 

Keempat, guru akan menyampaikan batasan waktu untuk mengisi crossword puzzle agar peserta didik dapat menyelesaikan pertanyaan tepat waktu. Peserta didik juga didorong untuk mampu memanajemen waktu dengan baik.

 

Kelima, guru akan memberikan apresiasi berupa reward kepada kelompok-kelompok yang berhasil menyelesaikan pertanyaan dengan cepat dan benar. Pemberian reward berguna agar peserta didik memiliki motivasi dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 

 

Berdasarkan pengalaman Penulis sebagai guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Palue, penerapan crossword puzzle dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat membantu dan memberikan hasil yang positif. Para peserta didik nampak lebih antusias mengikuti kegiatan belajar dan mengajar sebab terasa lebih efektif dan menyenangkan.

 

Selain itu, kemahiran vocabulary pun semakin meningkat sehingga kemampuan/keterampilan berbahasa bisa dikuasai secara lebih optimal.

 

Berdasarkan hasil penerapan crossword puzzle, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatan kemahiran kosakata (vocabulary), guru bisa menggunakan permainan tertentu yang berguna dalam merangsang minat dan ketertarikan peserta didik. Hal itu bertujuan untuk menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan serta mendorong peserta didik agar lebih kreatif dalam menjalani kegiatan belajar. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments