Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Peduli Stunting, Unwira Bangun Kerja Sama Dengan BKKBN Provinsi NTT

 



Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT, Senin (26/6/2023).

 

Bertempat di Aula Paroki St. Maria Assumpta Kupang, acara penandatanganan MoU dan MoA itu juga melibatkan Universitas Citra Bangsa (UCB), Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani), dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang (Poltekes).

 

Dalam sambutannya, Pater Dr. Philipus Tule, SVD., Rektor UNWIRA, mengatakan bahwa salah satu aspek yang dapat disumbangkan oleh Perguruan Tinggi (PT) ialah menjadi mitra dalam penelitian.


 

“Kontribusi Perguruan Tinggi tidak hanya sebatas mengambil data, tetapi lebih dari itu ialah berdiskusi mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang sungguh-sungguh terjadi di dalam keluarga, seperti kemiskinan, ketertinggalan, dan stunting,” ujar Pater Lipus, alumnus Program Doktoral di The Australian National University, Canberra-Australia.


 

Pater Lipus menambahkan bahwa kontribusi PT dimulai dari mengambil data, menganalisis, mencari sebab-sebab, dan menemukan jalan keluar yang dilakukan di lingkungan PT melalui seminar, diskusi ilmiah, sampai menghasilkan publikasi.


 

Sementara itu, perwakilan UCB menjelaskan bahwa UCB telah menjalin kerja sama dengan BKKBN Provinsi NTT untuk membantu menurunkan angka stunting.


 

“UCB turut berkontribusi secara akademis dan praktis, sehingga Pemerintah dan stakeholder dapat mengambil keputusan terkait penanganan stunting,” jelasnya.

 

Melalui perwakilannya, UCB berharap agar semua PT dapat terlibat dalam pencegahan stunting dengan menjadi agen perubahan yang dimulai dari tingkat keluarga.



Selanjutnya, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., Direktur Politani, menyebutkan ada 2 (dua) Program Studi (Prodi) yang terlibat secara spesifik dalam penanganan stunting, yaitu Prodi Teknologi Pangan dan Prodi Teknologi Rekayasa Pangan.

 

“Sejak tahun lalu, kami telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya pencegahan stunting dengan pendekatan kearifan lokal,” ungkap Bapak Johanis.

 

Menurut Bapak Johanis, memberdayakan kearifan lokal dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah stunting di NTT.

 

Sementara itu, Marianus Mau Kuru, SE., MPH., Kepala BKKBN Provinsi NTT, mengatakan bahwa salah satu peran PT ialah melakukan penelitian terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di NTT.



“PT berperan secara akademis sebagai lembaga yang melakukan penelitian dan publikasi tentang faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan, gizi buruk, stunting, dan masalah lainnya,” tutur Bapak Marianus.

 

Berkaitan dengan hal itu, Bapak Marianus menegaskan bahwa BKKBN siap bekerja sama dan membantu PT dalam mencegah stunting.

 

"BKKBN bersedia menerima mahasiswa/i untuk melakukan praktik dan penelitian di BKKBN," pungkas Bapak Marianus. (Ocha Saru/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments