Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Monopoli Interaktif, Media Pembelajaran Kreatif Bagi Calon Guru Sekolah Dasar (SD)

 

(Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Kupang saat mengikuti kegiatan inovasi pembelajaran)


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Implementasi media pembelajaran saat ini perlu dilakukan dengan begitu banyak penyesuaian sesuai dengan harapan pembelajaran. Media pembelajaran menjadi instrumen pendukung dalam proses penyampaian informasi (transfer knowlegde) kepada peserta didik guna mencapai perubahan yang diinginkan.

 

Salah satu media pembelajaran yang digunakan adalah monopoli interaktif. Media tersebut merupakan media pembelajaran kreatif yang bisa digunakan sebagai bahan belajar untuk calon guru, terkhususnya calon guru Sekolah Dasar (SD).

 

Media monopoli interaktif adalah media yang dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang. Permainan ini lebih menekankan pada penguasaan materi-materi yang akan diajarkan oleh guru. Permainan monopoli tersebut kemudian dimodifikasi menjadi media yang menarik agar dapat dipahami oleh peserta didik.

 

Melalui media monopoli interaktif, peserta didik dapat dilatih untuk memahami banyak hal terkait pelajaran, sehingga secara perlahan akan tertarik untuk belajar. Pendekatan yang digunakan pada penerapan media ini adalah dengan memadukan konsep pembelajaran dengan permainan.

 

Dalam praktiknya, media monopoli interaktif dapat diterapkan di jenjang pendidikan dasar atau kalangan peserta didik usia 7-12 yang masuk dalam kategori “Operasional Konkrit”. Kategori tersebut menuntut adanya media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sebagai jembatan agar proses penyampaian informasi lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

 

Pengembangan media monopoli interaktif dilakukan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar melalui inovasi yang telah dilakukan agar tercapai kualitas belajar yang baik. Di Universitas Muhammadiyah Kupang, terkhususnya Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), pada semester genap tahun 2023, digelar kegiatan inovasi pembelajaran untuk melatih kemampuan para calon guru (baca: mahasiswa) dalam mengembangkan keterampilan diri dan meningkatkan profesionalisme melalui penerapan media monopoli interaktif.    

 

Kepada media ini, Rabu (5/7/2023), Dosen Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Kupang, Budi Kurniawan, S.Pd.,M.Pd., menuturkan kegiatan tersebut berguna untuk mendorong para calon guru untuk memahami bagaimana penerapan media monopoli interaktif sebagai sebuah inovasi baru dalam proses pembelajaran.

 

“Selama ini banyak anggapan bahwa permainan monopoli hanya untuk hiburan semata. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dalam dunia pendidikan yang mengharuskan para pendidik atau calon guru agar dapat menghadirkan proses pembelajaran yang mudah, aktif, dan tematik bagi peserta didik. Untuk itu, media monopoli interaktif dapat mewujudkan hal-hal tersebut. Media ini dapat memberikan segudang manfaat bagi perkembangan kecerdasan anak, mengajarkan keterampilan, meningkatkan interaksi sosial serta kemampuan pemecahan masalah,” ungkap Budi.

 

Budi menjelaskan inovasi pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh guru. Dengan membuat inovasi pembelajaran, ujarnya, guru dapat belajar untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menggairahkan, dinamis, penuh semangat, dan terdapat tantangan.

 

“Suasana pembelajaran yang dihasilkan melalui penerapan media monopoli interaktif dapat memudahkan peserta didik dalam memperoleh ilmu dan guru juga dapat menanamkan nilai-nilai positif pada peserta didik untuk menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Melalui penerapan media monopoli interaktif sebagai inovasi baru bagi calon guru (SD) tentunya dapat meningkatkan profesionalisme guru itu sendiri,” tambahnya.

 

Dalam proses pembelajaran, media berperan penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan belajar dan mengajar. Guru dapat menyampaikan materi menggunakan media pembelajaran agar mudah disimak dan dipahami oleh peserta didik. Media pembelajaran juga dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, sehingga peserta didik tidak cepat terlena dalam kebosanan.

 

Untuk itu, melalui penerapan media monopoli interaktif, pembelajaran tentu akan lebih menyenangkan, kreatif, mudah, efisien, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu, guru pun dapat memperoleh akses pada gagasan baru, seperti cara belajar, cara mengakses informasi yang sulit ditemukan, dan bagaimana menyajikan informasi dengan menggunakan media pembelajaran yang berbeda. Di sisi lain, peserta didik juga mendapatkan informasi dan pengalaman baru dalam proses pembelajaran. (Faujiah Bakri/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments