Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Bermain Kartu Gambar Sambil Belajar Kosakata

 

Oleh : Siprianus Albertus Meo, S.Pd.,Gr.

(Guru SMP Negeri 1 Malaka Barat)



CAKRAWALANTT.COM - Pendidikan, dewasa ini, terus berkembang sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi turut mempengaruhi dinamika pendidikan. Dinamika pendidikan dapat mendukung terciptanya perubahan aspek kognitif, afektif, konatif, dan sosial peserta didik. Proses pendidikan yang baik akan memberikan hasil yang memuaskan pada kondisi peserta didik.

 

Dalam menunjang proses pendidikan yang baik, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Syaiful Sagala (2009), pembelajaran adalah membelajarkan peserta didik (baca: siswa) menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Dalam hal ini, guru harus memiliki kreativitas dan mampu menciptakan inovasi guna mendukung jalannya kegiatan pembelajaran yang baik.

 

Kreativitas dan inovasi tersebut bisa diimplementasikan di setiap kegiatan belajar dan mengajar pada masing-masing mata pelajaran, salah satunya Bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang masuk ke dalam substansi kurikulum pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia. Bahasa Inggris dianggap penting karena mampu mendukung individu (baca: peserta didik) untuk menguasai setiap aspek kehidupan.

 

Untuk menunjang proses pendidikan yang berkualitas, maka pembelajaran Bahasa Inggris mengedepankan penguasaan empat keterampilan berbahasa, yakni speaking (berbicara), reading (membaca), writing (menulis), dan listening (mendengarkan). Dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, diharapkan para peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan baik, sehingga hasil yang diperoleh dari kegiatan belajar dan mengajar dapat memuaskan.

 

Namun, pada kenyataannya, tidak semua proses pembelajaran Bahasa Inggris berjalan dengan baik. Masih terdapat beberapa peserta didik yang belum menguasai empat keterampilan berbahasa Inggris, misalnya di SMP Negeri 1 Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Minimnya penguasaan tersebut mengakibatkan suasana kelas menjadi tidak efektif dan aktif. Hal itu pun berpengaruh pada pencapaian hasil belajar di akhir semester.        

 

Setelah ditelisik, persoalan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mayoritas peserta didik yang masih menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi, minimnya penguasaan kosakata Bahasa Inggris, gaya mengajar guru yang tidak kreatif dan inovatif, serta setting ruangan kelas yang tidak sesuai dengan kondisi peserta didik.

 

Dalam praktiknya, minimnya penguasaan kosakata dan gaya mengajar guru yang tidak kreatif menjadi penyebab utama mandeknya proses pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas. Kosakata memegang peranan penting dalam aspek kebahasaan, sebab tanpa perbendaharaan kata yang mumpuni, maka proses interaksi, dalam hal ini pembelajaran Bahasa Inggris, tidak dapat berlangsung secara baik. Begitupun gaya mengajar, bila tidak disertai dengan kreativitas dan inovasi, maka proses penyampaian informasi atau transfer pengetahuan tidak dapat berjalan sesuai harapan.

 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, maka penerapan media flash cards dapat menjadi solusi. Media flash cards dirasa sangat tepat untuk mencairkan suasana kelas dan dapat membuat peserta didik lebih aktif sebab dinamika pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Media ini berbentuk kartu gambar berukuran 25 x 30 cm. Gambar-gambar yang dibuat memanfaatkan foto atau gambar yang sudah ada dan ditempelkan pada lembaran-lembaran flash cards (Danajaya, 2010). Media flash cards juga dapat diartikan sebagai media edukatif berupa kartu yang memuat gambar atau kata.  

 

Media flash cards dapat membantu meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dan melatih kemandirian peserta didik untuk belajar, sebab dapat dibawa kemana saja secara praktis, gambarnya mudah dibuat, dan bisa dikombinasikan dengan media lain. Dengan menerapkan media ini, gaya mengajar guru dapat terlihat lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu merangsang minat belajar peserta didik.      

 

Dalam penerapannya, media flash cards dapat digunakan ketika bermain game match the pictures to the suitable word atau permainan mencocokkan gambar dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Adapun langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut.

 

Pertama, guru menyiapkan flash cards tentang hewan dalam Bahasa Inggris dan menempelkannya di bagian belakang kartu. Kartu-kartu ini disiapkan oleh guru sebelum kegiatan belajar dan mengajar dimulai. 


Kedua, ketika kegiatan belajar dan mengajar dimulai, guru memulai permainan dengan menggambarkan tabel dengan 2 kolom. Kolom pertama dihilangkan untuk nantinya ditempelkan flash cards dan kolom kedua digunakan untuk menuliskan nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris. Para peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar bisa dikontrol dengan baik. Permainan dipandu langsung oleh guru dengan sistem reward-punishment dan para peserta didik diarahkan untuk mengingat kembali nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris.  

 

Permainan dibagi menjadi beberapa babak. Pada babak pertama, semua kelompok diberikan kesempatan secara berurutan untuk mencocokkan gambar dengan kata menggunakan flash cards. Jika berhasil, maka akan diberikan poin 1. Sedangkan, pada babak 2, masing-masing kelompok harus menempelkan gambar pada kata yang tertulis di papan dengan tepat. Semua kelompok akan diberikan kesempatan, dan yang berhasil akan mendapatkan poin 2.

 

Pada babak 1 dan 2, bagi kelompok yang salah menempelkan gambar akan langsung didiskualifikasi dan diberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menjawab. Kemudian, pada babak terakhir, masing-masing peserta didik akan diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dengan cepat. Jika benar, maka diberikan poin 5.

 

Ketiga, setelah semua babak selesai dilaksanakan, guru dan peserta didik secara bersama-sama menjumlahkan poin yang diperoleh oleh setiap kelompok. Kelompok yang memperoleh nilai tertinggi akan diberikan pujian (reward) dan yang kalah akan diberikan hukuman (punishment) atau motivasi sesuai kesepakatan awal.

 

Permainan ini juga bisa digunakan untuk mempelajari kata tunggal dan jamak dalam Bahasa Inggris, seperti kata jamak “two lions” (dua singa) dimana peserta didik harus menempelkan 2 flash cards singa pada kolom yang ada.

 

Setelah menggunakan media flash cards, suasana kelas akan terasa lebih aktif, sebab minat belajar peserta didik menjadi meningkat. Peserta didik pun akan lebih bersemangat untuk menghafal kosakata Bahasa Inggris sehingga bisa berdampak positif pada pencapaian hasil belajarnya. Dengan menerapkan media ini, suasana belajar juga menjadi menyenangkan, sebab para peserta didik bisa bermain sambil belajar.

 

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan media sebagai pendukung pembelajaran sangatlah penting. Guru diharapkan lebih mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang bisa meningkatkan minat belajar peserta didik. Hal itu bisa terwujud apabila guru berpikir kreatif dan mampu membaca peluang di setiap kondisi dan kebutuhan peserta didik. (MDj/red)  


Post a Comment

0 Comments