Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Belajar Berdiskusi dengan Komik Strip CB3

 


Oleh : Apriana S. Tafui, S.Pd.,Gr.

(Guru SMP Negeri 1 Malaka Timur)



CAKRAWALANTT.COM - Pendidikan selalu menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siapa saja. Pengalaman belajar tersebut terus berlangsung sepanjang hayat (long life education), sehingga setiap individu wajib mengenyam pendidikan tanpa terkecuali. Dengan pendidikan yang baik, seseorang dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Untuk melahirkan hasil pendidikan yang baik, maka dibutuhkan proses pembelajaran yang baik pula.

 

Salah satu pembelajaran yang giat diajarkan di setiap satuan pendidikan adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh setiap individu, baik melalui pendidikan formal maupun non-formal. Di dalam konteks pendidikan formal, Bahasa Indonesia telah dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan untuk diajarkan kepada para peserta didik.

 

Pembelajaran Bahasa Indonesia identik dengan teks, salah satunya teks diskusi. Teks diskusi adalah teks yang berisi paparan suatu permasalahan, perbedaan pendapat yang terjadi, serta penyelesaian masalah yang merupakan jalan keluar dari perbedaan pendapat yang ada dalam teks tersebut (Mulyadi, 2015 : 130). Sedangkan, kegiatan diskusi biasa dilakukan sebelum atau ketika sedang menyelenggarakan suatu pertemuan ilmiah.

 

Dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM), para peserta didik diharapkan mampu memahami teks diskusi secara baik. Mereka didorong untuk mampu menemukan topik diskusi yang akan dibahas, menulis teks diskusi, serta aktif dalam kegiatan berdiskusi. Namun, pada kenyataannya, terkhususnya di kelas IX D SMP Negeri 1 Malaka Timur, Kabupaten Malaka, masih terdapat sebagian peserta didik yang belum mampu mewujudkan harapan-harapan tersebut.

 

Mereka cenderung diam dan tidak berani mengungkapkan masalah. Akibatnya, mereka tidak aktif dalam berdiskusi dan bahkan tidak mampu memahami teks diskusi dengan baik. Hal itu disebabkan oleh kurangnya perhatian dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, cara mengajar guru sebagai pendidik dan pengajar yang masih tergolong konvensional, berpusat pada guru, dan minim penggunaan media pembelajaran turut mempengaruhi minat belajar peserta didik.

 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Penulis membuat suatu ide kreatif dengan menerapkan media komik strip CB3 (Cermati, Berpikir, Bernalar, dan Berkomuniksi) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terkhususnya pada materi teks diskusi. Media ini digunakan untuk menyampaikan informasi dengan tanggapan yang estetis dari pembaca. Kemudian, peserta didik juga dapat melihat berbagai persoalan di sekolah secara visual dan mulai berpikir kritis.

 

Media komik strip CB3 membantu peserta didik untuk berani mengungkapkan apa yang ditemuinya di dalam komik guna mendiskusikannya dengan teman-teman sekelompok. Peserta didik juga dimudahkan untuk memahami materi pembelajaran, sebab media ini dapat menarik perhatian, memberikan motivasi belajar, serta membangkitkan rasa ingin tahu.

 

Untuk membuat media komik strip CB3, dibutuhkan kertas karton, beberapa lembar kertas HVS, spidol, gunting, lem atau perekat, laptop, dan mesin pencetak (printer). Pada awalnya, dibuat desain gambar atau foto peserta didik yang berisi topik permasalahan menggunakan laptop dan aplikasi Canva. Lalu, dibubuhkan kolom kosong yang akan diisi oleh peserta didik ketika memulai KBM dan dicetak untuk ditempelkan pada karton. Ketika melihat gambar atau foto tersebut, maka peserta didik akan tertarik untuk memahami, berpikir kritis, dan kemudian menuliskan apa yang dipahami tersebut.  

 

Media komik strip CB3 memiliki beberapa komponen, yakni panel (kotak-kotak yang memisahkan antara satu ilustrasi dengan ilustrasi lain), parit (ruang kecil yang memisahkan panel satu dengan panel lainnya), balon kata/dialogue box (ruang yang digunakan untuk mengisi teks dialog, ilustrasi gambar (komponen utama dalam komik), dan tema cerita/sudut pandang (dasar dari ilustrasi). Sedangkan, penerapan media komik strip CB3 dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

 

Pertama, cermati gambar. Pada tahap ini, peserta didik dibagi ke dalam 4-5 kelompok. Masing-masing perwakilan kelompok akan mengambil karton yang berisi komik strip CB3 yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian, di dalam kelompok, masing-masing anggota diminta untuk mencermati obyek atau gambar yang tertera. Penggunaan analogi dapat membantu peserta didik dalam memahami materi teks diskusi dengan topik-topik yang diberikan.

 

Kedua, berpikir kritis. Pada tahap ini, peserta didik mulai berpikir kritis setelah mengamati gambar dalam komik tersebut. Peserta didik diminta untuk menuliskan pada kolom kosong terkait pemahaman mereka tentang foto atau gambar komik strip pada karton. Setelah itu, para peserta didik diarahkan untuk berdiskusi terkait masalah yang mereka temui.

 

Ketiga, bernalar. Ketika sedang berdiskusi, para peserta didik mulai mengumpulkan informasi mengenai masalah serta menghubungkannya dengan pemahaman dan kejadian nyata. Hal ini bisa membantu memperluas pemahaman peserta didik untuk dituliskan.

 

Keempat, berkomunikasi. Setelah mencermati, berpikir kritis, dan bernalar, peserta didik diberikan kesempatan untuk mempresentasikan apa yang sudah dibahas bersama kelompoknya. Penyampaian hasil belajar tersebut kemudian dibuat sebagai laporan tertulis. Kegiatan tersebut dapat memberikan umpan balik (feedback) serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

 

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, Penulis melakukan evaluasi dengan mengoreksi setiap kata atau kalimat yang dituliskan oleh peserta didik pada kolom yang kosong. Penulis juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk secara bersama-sama melakukan refleksi mengenai proses pembelajaran yang telah dilalui tersebut.

 

Dengan menerapkan media komik strip CB3 pada pembelajaran Bahasa Indonesia, terkhususnya materi teks diskusi, Penulis melihat adanya keinginan yang kuat dan minat belajar yang tinggi dalam diri para peserta didik. Mereka semakin bersemangat untuk mengikuti pembelajaran, bahkan terlibat aktif di setiap kegiatan diskusi. Hal itu tentunya dipengaruhi oleh suasana pembelajaran yang semakin menyenangkan.

 

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media komik strip CB3 sangat membantu guru dalam meningkatan pemahaman, daya konsentrasi, dan minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Penggunaan dan penyajian media ini tergolong mudah, efisien, dan praktis. Selain itu, media komik strip CB3 juga dapat memberikan ruang bagi guru dan peserta didik untuk berkreasi dan menciptakan inovasi. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments