Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

MUSIKALISASI PUISI NILAI MUTLAK

 

Oleh : Roswita Maria Anggreni Soge, S.Pd.

(Guru SMA Negeri 1 Maumere)



CAKRAWALANTT.COM - Dunia pendidikan hadir sebagai subyek dari seni pemecahan masalah kehidupan manusia. Seni dimensi pendidikan harus selalu disempurnakan sesuai dengan tujuan pendidikan bangsa, karakter bangsa, tunas bangsa, dan mimpi para pendidik. Sistem pendidikan di Indonesia sudah tumbuh subur sejak awal mulanya, tetapi akibat kurangnya pemahaman akan jati diri bangsa yang berlandaskan Pancasila, seringkali segelintir pihak terjatuh oleh gejolak emosional yang lahir karena pola pikir yang diracuni virus intimidasi.

 

Menteri Pendidikan kini membawa transformasi pola pikir yang baru, sehingga bunga-bunga indah milik Indonesia tidak dipetik sembarangan saat Revolusi Industri 4,0 menghadirkan wajahnya.

 

Berdasarkan isi dari Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan adalah dengan melakukan revisi kurikulum, mulai dari kurikulum KBK, merevisi KTSP menjadi kurikulum 2013 dan kemudian kurikulum 2013 menjadi kurikulum 2013 revisi 2017.

 

Perubahan revisi tersebut dilakukan dengan harapan agar insan pendidikan di negeri ini mampu mewujudkan kualitas pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

 

Pendidik merupakan aset menuju Gerbang Emas peradaban Bangsa. Tidak semua orang bisa menjadi Pendidik. Menurut Albert Einstein, seni tertinggi seorang guru adalah untuk membangkitkan kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan. Sedangkan, peserta didik merupakan generasi emas bangsa yang menjadi masa depan bangsa dalam mempertahankan jiwa Bendera Merah Putih dengan ilmu pengetahuan dan cinta kasih.

 

Sebagai seorang guru/ASN, penulis ingin menerapkan Nilai-nilai ANEKA dalam kegiatan belajar matematika di kelas X SMA Negeri 1 Maumere melalui media Musikalisasi Puisi Nilai Mutlak. SMA Negeri 1 Maumere merupakan sebuah Sekolah Negeri di Kabupaten Sikka yang sejak 4 tahun terakhir telah menerapkan kurikulum pembelajaran berbasis kurikulum 2013 dengan Sistem Kredit Semester.

 

Salah satu mata pelajaran wajib di dalam sebuah proses pembelajaran di sekolah adalah matematika. Dalam kegiatan aktualisasi tahun 2019, penulis mencoba untuk menampilkan nilai ANEKA dalam betuk musikalisasi puisi yang berkaitan dengan materi nilai mutlak pada Mata Pelajaran Matematika.

 

Penulis hanya memperkenalkan kepada peserta didik sebuah puisi karangan penulis sendiri sebagai salah satu contoh pengembangan. Selain itu, melalui musikalisasi puisi vektor karakter bangsa abad 21, seperti; berpikir kritis, bertindak kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi dapat mengalir dengan sempurna.

 

Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut. Pertama, mengonsultasikan kepada Kepala Sekolah, Bidang Kurikulum, dan MGMP Matematika tentang menyusun puisi nilai mutlak dan menyajikannya dalam bentuk musikalisasi puisi pada saat aktualisasi habituasi di SMA Negeri 1 Maumere. Kedua, membentuk kelompok berdasarkan jarak dan peserta didik secara mandiri menentukan anggota kelompoknya. Ketiga, setiap kelompok wajib membuat puisi yang berkaitan dengan konsep Nilai Mutlak. Keempat, setiap kelompok menentukan sendiri lagu, alat musik, maupun instrumen yang akan digunakan dalam musikalisasi puisi nilai mutlak. Kelima, setiap kelompok mengumpulkan musikalisasi puisi nilai mutlak dalam bentuk Video dan dikirimkan melalui WhatsApp.



Dalam penerapan dan perkembangannya, kegiatan menyusun puisi nilai mutlak dan menyajikannya dalam bentuk musikalisasi puisi ini berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 minggu berturut-turut. Kegiatan ini membuktikan bahwa peserta didik sangat kreatif dalam bernalar dan terampil untuk menuangkannya dalam bentuk seni matematika.

 

Selain itu, terdapat beberapa kelompok yang juga membuat pantun dan drama dalam musikalisasi puisi ini. Di sini, penullis mendapatkan perubahan atmosfer yang sejuk di dalam kelas ketika kegiatan musikalisasi puisi ini berjalan dengan baik. Dengan kata lain, peserta didik semakin termotivasi dan belajar untuk mampu mendalami serta memahami konsep besar dari matematika, tanpa menganggapnya sebagai sesuatu yang rumit dan kompleks. (red)


Post a Comment

0 Comments