Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KEMENDIKBUDRISTEK: KEBUTUHAN GURU PPPK 970 RIBU, FORMASI AJUAN PEMDA BARU 35 PERSEN

 

Foto : Ilustrasi seleksi guru PPPK (Antara Foto).


Jakarta, CAKRAWALANTT.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkapkan kebutuhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022 ini mencapai 970.410. Namun, jumlah formasi guru yang sudah diajukan Pemerintah Daerah (Pemda) baru sebanyak 343.631.



Artinya, formasi yang baru diajukan sejauh ini hanya sekitar 35 persen dari total kebutuhan formasi, kata Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Iwan Syahril secara daring, Kamis (9/6/2022).



Ia mengatakan masih terdapat 65% formasi yang perlu diajukan Pemda untuk bisa memenuhi kebutuhan guru di seluruh Indonesia. Padahal, pemenuhan guru ASN, termasuk PPPK adalah salah satu upaya mengatasi kekurangan guru di Indonesia. Pihaknya pun meminta agar pemda segera mengajukan formasi untuk guru PPPK. Menurutnya, itu adalah kunci dalam penyelesaian kebutuhan guru PPPK.



Kunci dari penyelesaian ASN PPPK guru ini yang utama tentunya adalah adanya formasi yang diajukan oleh pemerintah daerah, kata dia.



Apalagi, menurut Iwan, pihaknya mampu menampung ribuan guru yang lolos seleksi bila terdapat formasi. Ia ingin agar permasalahan kebutuhan guru ASN dapat terpenuhi sebelum 2023.


Sebagai informasi, pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo resmi menghapus tenaga honorer pada 2023. Hal itu tertuang dalam Surat Menteri PAN-RB perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah nomor B/165/M.SM.02.03/2022 yang diterbitkan 31 Mei 2022.



Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa menyelesaikan dengan lebih baik lagi. terutama yang tadi sudah disampaikan dengan berbagai pertimbangan terutama untuk penyelesaian tenaga honorer yang sudah ditetapkan 2023 bulan November sudah harus selesai, jelas dia.



Nadiem: Guru Honorer Lolos Passing Grade Jadi Prioritas Seleksi PPPK


Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyatakan guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer yang telah lolos passing grade akan diprioritaskan pada pengadaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022.


Pengadaan itu seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Untuk Jabatan Fungsional Guru Pada Instansi Daerah Tahun 2022.



Yang akan menjadi prioritas pada pengadaan guru PPPK tahun 2022 adalah guru ASN atau honorer yang telah lolos passing grade atau memenuhi nilai ambang batas pada seleksi PPPK Jabatan Fungsional guru tahun 2021, kata Nadiem melalui keterangan tertulis, Senin (6/6/2022).

 

Nadiem mengatakan pada seleksi ASN PPPK tahun 2021 terdapat 193.954 guru yang dinyatakan lulus, tetapi tidak mendapatkan formasi yang akan menjadi prioritas pada seleksi ASN PPPK tahun 2022.



Pemerintah akan memberikan prioritas kepada guru yang telah lulus tahun lalu pada seleksi ASN PPPK tahun ini, ujarnya.



Berdasarkan Pasal 32 disebutkan bahwa seleksi kompetensi bagi pelamar prioritas I menggunakan hasil seleksi tahun 2021. Seleksi kompetensi tersebut terdiri atas seleksi kompetensi I dan seleksi kompetensi II.



Apabila pelamar memilih jabatan yang sama pada seleksi kompetensi I dan seleksi kompetensi II, maka dinyatakan lulus dengan menggunakan nilai akhir paling tinggi.



Selain itu, apabila pelamar memilih jabatan yang berbeda pada seleksi kompetensi I dan seleksi kompetensi II, maka dinyatakan lulus dengan menggunakan nilai akhir pada seleksi kompetensi II terlebih dahulu.



Lebih lanjut, Nadiem berujar pihaknya akan terus memberikan solusi terbaik bagi para guru non-ASN yang telah mendedikasikan diri untuk mendidik peserta didik menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (CNN Indonesia/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments