Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

MENJADI GURU ADALAH JALAN HIDUP YANG MENYENANGKAN

 

Ilustrasi.

Oleh : Heribertus Kamang

(Dosen STKIP Sinar Pancasila Betun)


CAKRAWALANTT.COM - Cita-cita adalah keinginan atau mimpi yang didambakan oleh seseorang untuk masa depannya. Keinginan atau cita-cita ini biasannya sering ditanyakan kepada anak sekolah dari tingkat sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). “Apa Cita-Citamu?” Pertanyaan ini biasa kita tanyakan kepada anak sekolah, baik itu status kita sebagai kakak, guru maupun kenalan. Pertanyaan ini kita ajukan kepada peserta didik (SD-SMA) hanya untuk memenuhi rasa penasaran kita yang kelak mereka ingin menjadi apa, sih? Kita sebagai kakak, orang tua bahkan guru biasa dan wajar menanyakan hal itu kepada adik-adik kita. Jawaban mereka bervariasi, ada yang bercita-cita menjadi dokter, perawat, bidan, dosen, apoteker, polisi, Presiden, DPR, guru dan lain-lain.

 

Dari semua jawaban yang disampaikan oleh peserta didik, pilihan menjadi seorang guru adalah jawaban yang paling minoritas. Hal ini juga diketahui oleh penulis ketika melakukan sosialisasi di beberapa SMA di Pulau Timor untuk masuk ke Perguruan Tinggi. Dari beberapa SMA yang dikunjungi, akhirnya penulis mengetahui bahwa minat peserta didik untuk menjadi seorang guru saat ini sangat minim dan sedikit. Setelah ditelusuri, ada banyak alasan dari mereka sehingga menghindar untuk menjadi seorang pengajar atau guru, antara lain karena menjadi guru sudah kurang keren, gajinya kecil, peluang kerja tidak mudah, tidak menjamin akan masa depan, serta tidak bisa bekerja di kantor atau (mungkin) tidak bisa menjadi anggota DPR dan sebagainya. Saya sebagai akademisi mengimbangi dan memaklumi alasan mereka yang secara pengetahuan masih minim.

 

Menjadi Guru adalah Pilihan yang Tepat            

 

Menjalani pilihan hidup sebagai guru itu sebenarnya sangat asyik dan keren. Namun, bagi sebagian orang yang berprofesi lain (bukan guru) melihat hal tersebut (profesi guru) sebagai pekerjaan yang membosankan bahkan kuno. Ya, mungkin yang mereka tahu bahwa guru pekerjaanya hanya mengajar dan bersifat monoton. Hal inilah yang membuat orang lain berasumsi bahwa menjadi guru adalah pilihan yang salah dan bosan. Kali ini, penulis mengungkapkan fakta-fakta menarik mengenai bagaimana keuntungannya menjadi seorang guru.

 

Pertama, guru memiliki peran penting bagi masa depan bangsa. Ada pepatah lama mengatakan bahwa tugas guru adalah “memanusiakan manusia” yang berarti gurulah orang pertama yang bisa merubah masa depan anak bangsa. Bagaimana tidak, guru mengajarkan berbagai hal kecil kepada anak didik. Bahkan, sekarang ini, banyak orang tua yang memasrahkan anaknya hanya kepada guru di sekolah.

 

Kedua, profesi sebagai guru adalah pekerjaan yang dinamis. Menjadi seorang guru adalah menjalankan pekerjaan yang dinamis dan tidak monoton. Selama kita (guru) mengajar di sekolah, kerap ditemukan berbagai macam karakter peserta didik yang berbeda secara individual.

 

Ketiga, memiliki karir yang menjanjikan. Jika kita sudah menjadi guru tetap pada suatu sekolah, hal ini dengan sendirinya bisa menunjang karir kita dengan upah yang memuaskan. Selain itu, akan terdapat banyak hal menarik lain yang kita dapat dari profesi guru.

 

Keempat, selalu menambah wawasan. Mengambil jalan hidup sebagai seorang guru bisa membuat wawasan kita menjadi terus bertambah karena sebagai guru, kita harus terus belajar untuk mengimbangi perkembangan zaman dan segala inovasi baru. Kita juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti Youtube dan Tik-Tok sebagai salah satu media untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik.

 

Sarjana Pendidikan (S.Pd) Hanya Menjadi Guru?

 

Pertanyaan ini yang sering penulis temukan di berbagai kesempatan saat sosialisasi. Pertanyaan seperti ini memang sudah lumrah dan sampai saat ini banyak yang masih menanyakan hal serupa. Jawaban dari pertanyaan diatas tentunya adalah tidak! Menyandang gelar S.Pd yang disematkan pada akhir nama lengkap seseorang tentu tidak harus bekerja sebagai pengajar atau guru. Selama perkuliahan, seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan mempelajari banyak hal. Mereka tidak hanya mendalami berbagai strategi belajar-mengajar saja, tetapi juga terkait mengenai politik, Hubungan Internasional (HI), ilmu sosial dan budaya matematika dan lain-lain.

 

Apalagi, ketika masa perkuliahan seorang mahasiswa sering aktif pada organisasi-organisasi mahasiswa, baik intra maupun ekstra kampus, maka secara tidak langsung karakter dan mentalnya akan terbentu menjadi lebih baik. Hal-hal seperti inilah yang membuat seorang yang mengenyam pendidikan di Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan bisa bekerja di berbagai lembaga swasta, negeri, hingga birokrasi pemerintahan. Dengan demikian, seseorang yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) bisa memiliki cakupan lapangan kerja yang luas dan tentunya masih berkorelasi dengan prinsip keilmuan yang diperolehnya.

 

Menjadi Guru Itu Menyenangkan 

 

Menariknya lagi, saat ini banyak individu yang lebih memilih menjadi guru, meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan atau ilmu pengetahuan. Namun, dengan pengalaman yang matang, seseorang bisa bertindak sebagai tenaga pendidik selama memiliki visi yang sama dengan Konsep Pendidikan Nasional. Hal itu tentunya mampu mendorong para calon mahasiswa untuk mengenyam pendidikan sebagai guru, sebab dengan cara itu, mereka bisa mengembangkan potensi diri secara lebih baik melalui berbagai metode, strategi, dan praktik pembelajaran.

 

Untuk itu, menjadi seorang guru adalah hal yang menyenangkan, sebab kita tidak hanya berkutat pada proses transfer ilmu semata (kognitif), tetapi juga pengembangan aspek afektif dan psikomotorik. Tulisan ini sebenarnya ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa menjadi seorang guru itu sangat menyenangkan. Bercita-cita menjadi seorang guru adalah hal yang mulia. Jangan ragu dan bimbang untuk memilih jalan hidup sebagai seorang guru karena akan ada banyak hal yang menyenangkan serta menjanjikan akan di masa depan. (red)    

 


Post a Comment

0 Comments