Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SD INPRES 1 LEWOLEBA SIAP MENJADI SEKOLAH PENGGERAK

Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 Lewoleba, Yuliana Lipa, S.Pd.SD. 

 


Lembata, CAKRAWALANTT.COM - Kepala Sekolah Dasar (SD) Inpres 1 Lewoleba, Yuliana Lipa, S.Pd.SD menuturkan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya siap menjadi bagian dari Sekolah Penggerak. Hal itu, terangnya, harus disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program tersebut, ujarnya, sedang didorong oleh pihak kementerian agar bisa diterapkan oleh semua lembaga pendidikan.

 

Yuliana mengungkapkan pihaknya juga mendorong para tenaga pendidik untuk mengikuti program Guru Penggerak. Para guru, imbuhnya, bisa berperan sebagai fasilitator dan pengajar praktik baik di dalam proses pembelajaran. Proses rekrutmen program Guru Penggerak, sambungnya, bisa diakses dan dipelajari secara lebih lengkap pada laman: https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak.

 

Untuk itu, ujar Yuliana, dirinya bersama tim operator sekolah tengah bekerja keras untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan tersebut, sehingga bisa ikut bergabung dalam program Sekolah Penggerak.

 

Lebih lanjut, jelas Yuliana, guna mendukung proses peningkatan mutu pendidikan, pihaknya juga menerapkan metode mendikte dan mencongak bagi para peserta didik, baik di jenjang kelas 1, 2, maupun 3. Metode tersebut, ungkapnya, bisa menjadi cara untuk menguji akal dan kemampuan daya serap pikiran para peserta didik, terutama di jenjang pemula.

 

Dalam pelaksanaannya, Yuliana menjelaskan bahwa guru akan mengadakan forum diskusi dan proses penugasan bagi para peserta didik. Kemudian, sambungnya, masing-masing peserta didik akan diberikan lima soal pertanyaan sambil diuji nalar pikirannya dengan pola pertanyaan mendikte dan mencongak. Setelah itu, tegas Yuliana, dirinya akan melakukan penilaian berupa supervisi bagi semua guru atau wali kelas beserta guru mata pelajaran.

 

Dalam menerapkan metode mendikte dan mencongak, ungkap Yuliana, harus dibutuhkan proses pendampingan yang rutin dan berkelanjutan. Hal itu, imbuhnya, bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan kemampuan peserta didik di setiap Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM). Maka dari itu, pungkas Yuliana, pihak sekolah sedang mengupayakan pembuatan modul yang bisa menjadi sumber pembelajaran utama, sekaligus menunjang persiapan menuju Sekolah Penggerak. (Rofinus R. Roning/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments