Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

MAKSIMALKAN PROSES PENDIDIKAN, SDI LAMAWOLO GELAR KBM DI SDN WANGATOA

 




Lembata, CAKRAWALANTT.COM - Guna memaksimalkan proses pendidikan, pihak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Lamawolo menggelar Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di SD Negeri Wangatoa sejak pasca bencana alam siklon tropis Seroja dan letusan Gunung Ile Ape. Kepala SDI Lamawolo, Soprianus Tuan, S.Pd mengungkapkan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan guru berinisiatif untuk meminjam gedung milik SDN Wangatoa guna melakukan KBM. Hal itu disampaikannya ketika diwawancarai oleh media ini, Senin (19/12/2021).

 

Siprianus menuturkan pada Bulan April lalu pasca bencana, seluruh masyarakat Desa Lamawolo mengungsi ke tiga tempat yang berbeda, yakni SD MIS Wangatoa, Balai Posyandu Wangatoa dan SMP Negeri 1 Nubatukan. Pada saat itu, ujarnya, para guru dan dirinya selaku kepala sekolah harus memperhatikan para peserta didik yang tersebar di tiga tempat pengungsian tersebut. Maka dari itu, sambungnya, upaya awal yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan mereka semua di satu lokasi utama untuk belajar.

 

“Kami warga Desa Lamawolo mengungsi di tiga tempat yang berbeda, yakni SD MIS Wangatoa, Balai Posyiandu Wangatoa dan SMP Negeri 1 Nubatukan. Karena terpencar, maka saya memutuskan untuk mendatangi anak-anak tersebut bersama guru dan mengumpulkan mereka di satu tempat untuk melaksanakan KBM,” ungkapnya.

 

 Sementara itu, jelas Siprianus, untuk memudahkan proses administrasi sekolah, ia menjadikan rumahnya sebagai tempat sekretariat dan penyimpanan berkas administrasi sekolah. Selain itu, terangnya, pihak sekolah juga membangun kerja sama bersama SMP Negeri 1 Nubatukan untuk menggunakan gedung sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi para peserta didik dari SDI Lamawolo. Hal itu, sambungnya, merupakan hasil kerja kolaborasi antara berbagai pihak.

 

Dalam pelaksanaannya, tutur Siprianus, proses KBM dilakukan pada pukul 14.00 Wita sampai selesai dan berjalan selama empat hari dalam seminggu, yakni Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Hal itu, imbuhnya, harus disikapi secara baik karena pertimbangan jarak antara sekolah dan tempat pengungsian yang cukup jauh.

 

Selain itu, lanjutnya, pemberlakuan empat hari belajar bagi para peserta didik juga bertujuan untuk meringankan biaya finansial orang tua atau wali. Maka dari itu, harapnya, pihak pemerintah daerah bisa bekerja secara lebih maksimal guna membangun kembali kondisi permukiman warga sekaligus mempercepat proses penyembuhan batin (trauma healing). 

 

Untuk diketahui, hingga saat ini, warga SDI Lamawolo masih menggelar proses KBM di SDN Wangatoa dengan total jumlah peserta didik sebanyak 64 orang dan pengajar (guru) sebanyak 10 orang yang terdiri dari 6 orang Aparatur Sipil Negera (ASN), 3 guru honor dan 1 operator.

 

Berita dan Foto : Roning R Rofinus

Editor : Mario Djegho (red)


Post a Comment

0 Comments