Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

NADIEM MAKARIM : AGENDA TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIPERCEPAT KARENA PANDEMI

 



Jakarta, CAKRAWALANTT.COM - Dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, beberapa agenda transformasi pendidikan harus dipercepat karena pandemi Covid-19. Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam diskusi daring Ngobrol Tempo bertajuk “Indonesia Tangguh dengan SDM Unggul”, Rabu (18/082021) lalu. Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 telah mengakselerasi berbagai macam perubahan di sektor pendidikan.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan pertama terjadi pada cara mengukur pencapaian pendidikan. Pengukuran tersebut, tuturnya, dilakukan melalui Asesmen Nasional (AS) pada semester keempat tahun 2021. Hal tersebut, jelasnya, berbasis pada kompetensi dasar literasi dan numerasi yang akan mengikuti standar dunia atau Programme for International Student Assessment (PISA). Selain itu, sambungnya, Asesmen Nasional akan dilengkapi dengan survei karakter serta lingkungan belajar guna memperoleh gambaran terhadap kualitas belajar secara holistik.

“Ini merupakan suatu perubahan yang sangat fundamental dalam mengukur kinerja sekolah, yang tidak akan berdampak pada individu guru dan murid, karena itu merupakan potret sekolah. Kemudian, bagaimana kepala sekolah dan guru-gurunya bisa mengubahnya,” jelasnya.

Perubahan Pembelajaran Pada Setiap Jenjang Pendidikan

Lebih lanjut, terang Nadiem, setiap jenjang pendidikan akan didorong untuk melakukan perubahan pembelajaran di dalam kelas. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, jelasnya, proses pembelajaran akan merujuk pada metode proyek (project based learning). Para peserta didik, sambungnya, akan diberikan ruang dan kesempatan untuk belajar secara berkelompok sambil menciptakan karya atau proyek sosial yang bisa mengasah kreativitas dan kolaborasi serta menjadi Pelajar Pancasila.

 “Anak-anak belajar secara berkelompok untuk menciptakan karya-karya atau proyek sosial yang mengasah kreativitas dan kolaborasi mereka dan menjadi Pelajar Pancasila,” tuturnya.



Sementara itu, lanjutnya, faktor kepemimpinan juga juga penting untuk mengubah budaya pembelajaran di dalam sekolah. Untuk itu, jelasnya, pemerintah menyiapkan calon-calon pemimpin pendidikan melalui program Pendidikan Guru Penggerak. Dengan demikian, sambungnya, semua lulusan program tersebut bisa menjadi calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, serta penggerak perubahan di sekitarnya.

“Kepala sekolah itu perannya sangat luar biasa dalam mengubah budaya pembelajaran di sekolah sehingga lebih merdeka. Tentu, perubahan SDM kepemimpinan sekolah akan menjadi salah satu fokus terpenting yang kita lakukan di Kemendikbudristek,“ paparnya.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah turut mendorong perubahan total pada konsep pembelajaran di perguruan tinggi melalui program Kampus Merdeka. Melalui program tersebut, imbuhnya, mahasiswa akan menganggap pembelajaran di dalam dan di luar program studi sebagai hal yang sama pentingnya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitasnya.

“Mahasiswa bisa mencari pengalaman dalam proyek riset, magang di perusahaan, mengajar selama satu semester, dan pertukaran pelajar ke luar negeri, dan lain sebagainya. Kita ingin semakin banyak mahasiswa dan dosen-dosen ke luar kampus, serta kita ingin semakin banyak praktisi dari industri masuk ke kampus,” terangnya

 

Sumber : kemdikbud.go.id

Post a Comment

0 Comments