Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

MERAH PUTIH DI TENGAH PANDEMI - SMK MENGIBARKAN ASA

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) adalah momen bermakna bagi setiap warga negara. Menjadi merdeka bukan hal yang mudah. Ada perjuangan di sana. Merdeka bukan sekadar terbebas tetapi juga bagaimana membebaskan. Merdeka adalah prinsip kolektif untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ada narasi dan apresiasi di sana. Begitupun dengan kemerdekaan RI. Perjuangan para pendiri dan pejuang kemerdekaan di tempo dulu telah menyuratkan sebuah komitmen untuk bersatu dan berdiri di atas kaki bersama. Ada peluh, jerih payah, dan pengorbanan di sana. Oleh sebab itu, peringatan kemerdekaan RI adalah upaya terbaik untuk merayakan narasi dan membangun aksi, sebab tanah air ini akan (sungguh) bernilai bila keberadaannya diapresiasi secara matang dan seimbang. 

Momen bermakna tersebut juga termanifestasi dalam gelora penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 RI di SMKN 3 Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat. Di sela-sela kesibukan untuk menggerakan roda pendidikan, para guru dan pegawai yang berkecimpung pada dunia pendidikan tersebut tetap mempersiapkan atribut peringatan kemerdekaan RI, pada Rabu (11/08/2021). Di bawah teriknya Kota Labuan Bajo, para pelukis wajah bangsa tersebut terus bergerak untuk beraktivitas sejak pagi. Semua aktivitas tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes)

Ada yang membersihkan pekarangan sekolah dan beberapa lokasi di sekitar lingkungan sekolah. Ada pula yang mempercantik keadaan sekolah dengan hiasaan sederhana menggunakan botol kemasan air mineral bekas yang telah diwarnai dengan ragam merah dan putih. Setelah itu, sekelompok guru dan pegawai melakukan pengecatan serupa warna bendera (merah putih) pada umbul-umbul di sepanjang jalan menuju sekolah, serta di dalam lingkungan sekolah. Di akhir kegiatan, semua pihak yang terlibat melakukan santap “kolak” (makanan lokal masyarakat Manggarai) bersama sembari mengucapkan syukur dan mengibarkan asa di tengah keterbatasan.

Ketika SMKN 3 Komodo Mengibarkan Asa

Di tengah kebersamaan tersebut, terucap sebuah asa dan doa “Cepatlah sembuh negeriku, sebentar lagi ulang tahunmu”. Hal tersebut menjadi simbol kerinduan yang harus bisa terwujud. Seremoni dan peringatan momen kemerdekaan RI kali ini tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada kemeriahan di tataran aksi, sebab pandemi memisahkan jarak untuk melakukan selebrasi. Namun, semuanya terangkum baik di dalam nurani dan sanubari. Roda pendidikan masih berputar dan irama kehidupan masih bersenandung. Negeri ini harus “kembali merdeka” dalam komitmen. Pada titik ini, semua aksara, doa, dan asa terus berkibar dalam pergerakan, karya, serta hati. Maka dari itu, walaupun “Merah Putih” terkekang oleh pandemi yang menyekat rasa, para penghuni SMKN 3 Komodo tetap teguh menanamkan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Bila sedikit merujuk pada pandangan Anderson (Damanik, 2011) maka nasionalisme dapat dipahami sebagai sebuah komunitas (politik) yang terbayangkan, yang secara inheren memiliki keterbatasan, tetapi berdaulat dalam legitimasi emosional. Melalui legitimasi tersebut, semua warga negara di dalam sebuah bangsa bisa saling memiliki dalam ikatan persaudaraan dan persamaan, walaupun tidak saling mengenal. Ikatan tersebut menjadi pengikat seluruh Bangsa Indonesia dalam keberagaman sebagai realitas universal dalam konsep pluralisme dan multikulturalisme. Hal tersebut menjadi bukti bahwa tanah air ini diizinkan untuk dipijak oleh perbedaan.

Ikatan yang terkandung di dalam nasionalisme tersebut turut melingkar saat semua warga SMKN 3 Komodo berani mengibarkan asa di tengah pandemi ini. Semua bersatu dalam doa dan harap yang sama untuk merayakan kemerdekaan negeri ini dari segala perombakan tatanan kehidupan saat ini. Melalui kegiatan sederhana tersebut, semua pihak yang terlibat di dalamnya telah berpartisipasi dalam memaknai semua peristiwa di hari ini sesuai konsep pluralisme dan multikulturalisme. Ketika semua warga SMKN 3 Komodo berjuang untuk mengibarkan asa di tengah keterbatasan, terdapat legitimasi emosional di sana. Mereka bersatu dalam satu keyakinan bersama bahwa persatuan dan kesatuan bisa menjadi pijakan utama dalam menggerakkan roda pendidikan ini dengan sinergisitas-kolaboratif.

Merah Putih di Tengah Pandemi

Kegiatan positif yang diadakan oleh SMKN 3 Komodo tersebut adalah bukti nyata hadirnya “Merah Putih” di tengah pandemi. Sejak dibacakannya Teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, Bendera Merah Putih atau Sang Saka Merah Putih resmi menjadi bendera nasional RI. Secara historis, atribut merah-putih atau bendera merah putih sering digunakan sejak masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Begitupun saat momentum Sumpah Pemuda di tahun 1928. Para pemuda menggunakan Bendera Merah Putih sebagai simbol perjuangan dan persatuan. Di sisi senada, secara simbolis, warna merah dan putih merupakan perpaduan antara keberanian dan kesucian. Oleh karena itu, semangat “Merah Putih” yang melekat pada aktivitas SMKN 3 Komodo tersebut merupakan pergerakan dan perjuangan yang tulus serta bijak.

Semangat yang ditunjukkan oleh lembaga pendidikan SMKN 3 Komodo tersebut bermuara pada tema besar “Indonesia Tumbuh”. Pada dasarnya, yang bertumbuh bukan hanya sekolah sebagai sebuah lembaga tetapi juga merebak seirama dengan peningkatan kualitas guru sebagai tenaga pendidik dan peserta didik sebagai subyek utama dari sebuah proses pendidikan. SMKN 3 Komodo harus terus mengibarkan asa sembari menumbuhkan semangat Merah putih di tengah pandemi. Keberanian untuk bergerak dan kebijaksanaan untuk melangkah adalah dua hal penting yang perlu diterapkan. Semua harus merujuk pada visi besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Semua pihak harus mengenal sejarah, merefleksikan realitas, dan menata masa depan secara baik dalam semangat pembangunan, Pancasila, dan nasionalisme. Dengan demikian, semangat Merah Putih bisa teraktualisasi secara matang dan seimbang melalui proses pendidikan yang berkualitas. Mari kita menjadi Indonesia yang terus Tumbuh dan Tangguh.


Teks & Foto: Mario Djegho

Editor: RZ Kaka/ red

Post a Comment

0 Comments