Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

OLDC INDONESIA DUKUNG PENINGKATAN SOFT SKILL DALAM PENDIDIKAN VOKASI


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM –
Dalam menunjang lahirnya lulusan (output) pendidikan vokasi yang kreatif dan cakap, Lembaga Konsultan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ofa Langga Learning and Development Centre (OLDC) Indonesia siap mendukung peningkatan soft skill dalam pendidikan vokasi. Hal tersebut diutarakan oleh fasilitator soft skill sekaligus Direktur Utama OLDC Indonesia, Arnold Paa dalam rilis yang diterima oleh media ini beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, soft skill merupakan hal yang sangat sederhana, tetapi menjadi fondasi dasar bagi seseorang dalam bekerja, terutama dalam proses perekrutan di dunia usaha/dunia industri (DUDI).

 

Ia menjelaskan bahwa persaingan dalam dunia kerja, terutama bagi para pencari kerja, semakin ketat di masa pandemi Covid-19. Jumlah pencari kerja yang terus meningkat, ujarnya, seirama dengan geliat pencari tenaga kerja (perusahaan/organisasi) yang semakin selektif dalam memperoleh tenaga kerja yang kompeten (siap pakai). Namun dalam proses perekrutan, lanjutnya, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan tidak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pencari kerja. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya soft skill dalam diri para pencari kerja yang sangat mempengaruhi kompetensi seorang tenaga kerja. 

 

“Persaingan di dalam dunia kerja, apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini sangat ketat. Jumlah pencari kerja semakin meningkat. Begitu pun dengan proses perekrutan di setiap perusahaan atau organisasi yang semakin selektif dalam mencari tenaga kerja yang kompeten atau siap pakai. Sayangnya, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan atau yang diterima sangat sedikit karena kurangnya soft skill dalam diri para pencari kerja yang sebenarnya juga mempengaruhi kompetensi mereka,” jelasnya.      

 

Dalam menyikapi persoalan tersebut, tambahnya, perlu ada program pendidikan dalam sekolah atau kampus vokasi yang mampu mempersiapkan para peserta didik menjadi tenaga kerja yang kompeten dan produktif dalam DUDI. Hal tersebut, ungkapnya, harus menjadi perhatian serius ketika terdapat kesenjangan antara lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan karyawan baru yang siap kerja.

 

Pentingnya Peningkatan Soft Skill dalam Pendidikan Vokasi

 

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang bisa terlihat untuk menggambarkan kualitas soft skill tenaga kerja, yakni; kedisiplinan, komunikasi, dan komitmen. Tiga hal sederhana tersebut, paparnya, adalah indikator atau kriteria penting yang selalu dilihat dalam proses perekrutan. Maka dari itu, lanjutnya, peningkatan soft skill dalam dunia pendidikan vokasi sangatlah penting, sebab kualitas soft skill seorang tenaga kerja akan sangat mempengaruhi kinerja dan produktivitas sebuah perusahaan atau organisasi.   

 

“Ada tiga hal penting di dalam diri para pencari atau tenaga kerja yang bisa menggambarkan kualitas soft skill, yakni kedisiplinan, komunikasi, dan komitmen. Tiga hal sederhana itu menjadi kriteria penting yang sangat diperhatikan dalam proses perekrutan. Maka dari itu, peningkatan soft skill di dalam dunia pendidikan vokasi sangatlah penting, sebab kualitas soft skill akan sangat mempengaruhi kinerja dan produktivitas sebuah korporasi,” ungkapnya.

 

Berdasar pada inisiatif yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang vokasi pada tahun 2020 lalu, pihaknya sangat mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi untuk bisa lebih proaktif dan mampu bekerja sama dengan DUDI. Hal tersebut, jelasnya, sangat membantu proses terbentuknya calon tenaga kerja yang berakter baik, kompeten, kreatif, cakap dan produktif di bidang kerjanya masing-masingnya (talent ready). Oleh karena itu, pihaknya sangat mengharapkan agar dunia pendidikan vokasi, baik pada tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi bisa membangun dan menyusun kurikulum dan metode pembelajaran strategis yang senada dengan kebutuhan DUDI.

 

Berita dan Foto: Mario Djegho/ OLDC Indonesia

Editor: Robert Fahik/ red

Post a Comment

0 Comments