Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

MANFAATKAN KUOTA BELAJAR KEMDIKBUD, SMPN 7 MARET HADAKEWA GELAR US DARING


 

Lembata, CAKRAWALANTT.COM – Dengan memanfaatkan bantuan kuota belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, SMPN Hadakewa menggelar Ujian Sekolah (US) secara daring. Hal ini disampaikan Kepala SMPN 7 Maret, Frans. B. Kedang Kaona, S.Fil., Rabu (21/4/2021).

 

Ia menjelaskan, situasi BDR mendorong sekolah untuk menentukan model pelaksanaan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 untuk peserta didik kelas IX. Dalam rapat dewan guru, lanjutnya, ujian secara daring menjadi pilihan. Selain karena pertimbangan situasi pandemi covid-19, juga karena ketersediaan sarana ICT yang mendukung.

 

Sehubungan dengan ini, model pelaksanaan yang dipilih ialah ujian tertulis secara online untuk tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IlmuPengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk tiga mata pelajaran lainnya dalam bentuk ujian praktik berbasis video,” ungkap Frans.

 

Ujian tertulis untuk tujuh mata pelajaran tersebut, jelas Frans, menggunakan CBT yang terintegrasi dalam fasilitas e-learning yang telah dimiliki sekolah. Siswa mengakses soal dan mengerjakannya dari rumah atau tempat tinggalnya. Para guru mengawas ke rumah-rumah.

 

Sementara dalam ujian praktik untuk tiga mata pelajaran berbasis video, peserta didik melakukan praktik sesuai petunjuk dan soal dan mengirimkannya ke guru melalui email atau ke grup WA mata pelajaran.

 

Kepanitiaan

 

Frans juga mengatakan bahwa dalam menunjang pelaksanaan ujian ini, ada kepanitaan yang sudah dibentuk yang diketuai oleh Rufus Bie. Ketua panitia dipercayakan untuk mengkoordinir para guru untuk memantau peserta ujian yang berjumlah 51 orang, terdiri dari 30 perempuan, dan 21 laki-laki.


 

Peserta ujian, lanjut Frans, umumnya memanfaatkan kuota belajar yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara yang tidak memiliki smartphone sama sekali dibantu oleh sekolah dengan tablet dan kuota dari para guru yang mengawas ujian.

 

 

Berita dan Foto: Rofinus R. Roning

Editor: R. Fahik/ red

Post a Comment

1 Comments