Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SMPK ALVAREZ PAGA TIADAKAN TATAP MUKA SELAMA SEBULAN


Sikka, CAKRAWALANTT.COM –
SMPK Alvarez Paga, Kabupaten Sikka, meniadakan pembelajaran tatap muka selama sebulan sejak tanggal 25 Januari 2021 hingga 25 Februari 2021. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini mengikuti instruksi dari pemerintah setempat. Demikian diungkapkan Kepala SMPK Alvarez Paga, RP. Octavianus Tiwu Setu, O.carm, S.Fil., M.Th., ketika dihubungi, Selasa (16/02/21).

 

“Memang untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah kita pada dasarnya mengikuti instruksi, baik dari kementerian dan juga kebijakan provinsi. Sejauh ini memang di Kabupaten Sikka secara umum mulai tanggal 25 Januari sampai 25 Februari nanti semua kegiatan pembelajaran di sekolah ditiadakan, semuanya beralih ke BDR. Sistemnya para guru tetap online di sekolah dan murid dari rumah masing-masing,” ungkapnya.

 

RP. Octavianus melanjutkan, sudah ada surat yang dikeluatkan dinas ssetempat berkaitan dengan BDR tetapi semua kembali pada kebijakan sekolah. Di SMPK Alvarez sendiri, ungkapnya, sejak awal sudah membuat pertemuan dengan orang tua murid terkait sosialisasi kebijakan baru dan juga SOP untuk kegiatan KBM oleh sekolah.

 

Terkait kendala yang dihadapi selama pembelajaran daring, dirinya mengungkapkan, “Memang banyak kendala yang dialami selama pandemi ini. Para murid tidak semua berdomisili di sekitar lingkungan sekolah. Proses pembelajaran terkendala akses transportasi, jaringan internet dan juga tidak semua murid memiliki HP Android. Memang kita cukup kewalahan. Kami juga tetap memahami dengan keadaan , tetapi tidak berarti pasrah dengan kedaan. Di sini guru-guru wajib membuat modul dan LKS kemudian dikirim untuk para wali kelas yang nantinya akan diteruskan kepada para murid.”

 

Persiapan Ujian Akhir Kelas IX

 

Ketika ditanya mengenai persiapan Ujian Akhir Kelas IX tahun ini, RP. Octavianus menjelaskan bahwa para guru tetap berusaha yang terbaik untuk para murid khususnya murid Kelas IX. Semua persiapan disesuaika dengan regulasi yang ada,

 

“Untuk persiapan ujian akhir tahun ini kita mengikuti peraturan yang baru karena UN sudah ditiadakan dan diganti dengan Asesment (AKM) yang mana itu juga masih dalam tahap proses, sehingga standar kelulusan tahun ini juga disesuaikan dan mengikuti surat edaran dari Kementerian Pendidikan. Hal ini selalu kami komunikasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten maupun Provinsi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, “Di lingkungan sekolah kami para guru berusaha memberikan yang terbaik. Kita sudah melakukan persiapan dengan memberikan modul pembelajaran serta persiapan ujian lainnya. Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan, ada 3 kriteria kelulusan yaitu pertama, murid harus menyelesaikan semua proses pembelajaran di masa pandemi, yang dibuktikan dengan nilai rapor tiap semester. Kedua, murid  harus memiliki sikap yang baik dan ketiga, murid mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Tidak dipungkiri saat ini para guru fokus pada murid Kelas IX untuk persiapan kelulusan tahun ini. Kami berharap kelak para murid saat lulus dari sekolah ini dapat membawa sesuatu yang lebih,” pungkasnya.

 

Berita: Jaquina Quintao

Foto: Doumentasi Redaksi

Editor: R. Fahik/red 

Post a comment

0 Comments