Latest News

Monday, 16 November 2020

PRESS RELEASE KETUA LPD UPG 1945 NTT TERKAIT DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH DI TTS


TTS, CAKRAWALANTT.COM – P4TK Bahasa melalui Lembaga Penyelenggara Diklat Universitas Persatuan Guru 1945 NTT dan Dinas P dan K Kab. Timor Tengah Selatan saling membantu dalam pelaksanaan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Tahap I TTS tahun 2020 yang diadakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan berlangsung dari tanggal 9 November – 7 Desember 2020 secara daring atau online.

 

Pengajar Diklat (Pendidikan dan Latihan) Kepala Sekolah terdiri dari 9 orang Pengajar Diklat dari P4TK Bahasa, 2 Supervisor dari P4TK Bahasa, 9 orang Admin LMS dari Universitas Persatuan Guru 1945 NTT.  

 

Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah adalah program Pendidikan dan Pelatihan yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah yang menjabat sebagai kepala sekolah dan belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Diklat Penguatan Kepala Sekolah dilakukan sebagai amanah pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Diklat Penguatan Kepala Sekolah ini dilaksanakan selama 71 jam pembelajaran atau 71 JP sebagaimana diatur dalam Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan tentang  teknis penugasan guru sebagai kepala sekolah. 


Bila sebelumnya Diklat Penguatan Kepala Sekolah sebelummnya dilaksanakan dengan tatap muka selama 8 hari di tempat yang sama antara Pengajar Diklat dan Peserta Diklat maka pada tahun 2020 ini Diklat dilaksanakan Dalam jaring atau Daring atau bisa disebut juga dengan online dengan pendekatan On the Job Training I atau OJT I (10 JP, 5 hari Daring), In the Service Training atau IST (40 JP Tatap Muka Virtual 5 JP/Hari, On the Job Training II atau OJT II (21 JP, Daring 11 hari).

 

Perubahan pola dan model diklat penguatan kepala sekolah ini didasarkan pada tujuan diarahkan selain peningkatan kompetensi kepala sekolah, juga menciptakan sekolah yang merdeka dan mewujudkan student well-being, untuk tercipta merdeka belajar yang meningkatkakn ekosistem sekolah. Perubahan tujuan sistem tersebut tentunya akan berdampak pada perubahan pada model pembelajaran, materi pembejaran dan penjaminan mutu. Model pembelajaran yang semula berorientasi pada konten, teori atau studi kasus dan perpusat pada pengajar diklat maka Diklat saat ini pembelajaran berorientasi pada pengalaman nyata dan berpusat pada peserta diklat melalui penerapan model ORPAER dan ILEAD. 


Model pembelajaran pada setiap tahapan yaitu mulai dari tahapan OJT I, IST dan OJT II dikembangkan dari model siklus ORPAER tadi yaitu observe, reflect, plan, evaluate, act, dan reflect, yang merupakan hasil modifikasi dari teori U oleh Otto Schammer tahun 2007. Teori U ada 3 inti pergerakan dengan proses U yaitu observe, retret, serta act in an instant sangat penting untuk dipahami dan diterapkan oleh para pemimpin pendidikan di era revolusi industry 4.0 sehingga diharapkan melaui teori U ini seorang pemimpin atau pemimpin pendidikan dapat melakukan metode manajemen perubahan dengan melihat sepenuhnya yaitu open mind mengerti dengan sepenuhnya yaitu dan menerima sepenuhnya open will untuk merubah pola perilaku yang tidak produktif menjadi produktif .

 

Materi Diklat pada penguatan kepala sekolah yang semula menggunakan 13 modul yang berbasis teori dan dukungan lembar kerja pada saat ini diubah dengan menggunakan bahan pembelajaran yang membantu peserta untuk mengungkap permasalahan-permasalahan di sekolah. Substansi materi meliputi identifikasi pembelajaran masalah di sekolah, praktik baik, pemecahan masalah pembelajaran, penyusunan rencana pengambangan di sekolah, dan pelaksanaan pengembangan rencana sekolah. Serta refleksi rencana pengembangan sekolah.

 

Dengan demikian diharapkan Kepala Sekolah sebagai pemimpim pembelajaran memiliki kepekaan atas permasalahan yang terjadi pada siswa di kelas untuk kemudian dicarikan solusinya

 

Ada hal yang significant pada Diklat saat ini yaitu penjaminan mutu pada proses pembelajaran yaitu yang dimana proses supervisi mengalami perubahan pergeseran tujuan, yang semula supervisi berfokus pada kepatuhan penyelenggara dalam melaksakan diklat penguatan maka sekarang proses supervisi dilakukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dilakukan dengan tujuan yang ditentukan. Proses supervisi akan mengamati dan mencatat proses yang terjadi di kelas-kelas diklat selanjutnya di waktu yang telah disepakati bersama setelah melakukan pembelajaran petugas supervisi dan pengajar diklat akan melakukan refleksi untuk menemukan formulasi strategi pembelajaran agar meningkat hasilnya pada sehingga dengan  dilakukan refleksi yang dilakukan tiap hari tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal.

 

Pembelajaran daring dilakukan saat ini merupakan suatu terobosan agar semua kepala sekolah mulai menghayati tuntutan revolusi indusri 4.0 menyebabkan kita semua perlu berubah dalam memberikan pelayanan kepada stakeholder pendidikan. Pelayanan yang dimaksud itu harus lebih baik, lebih murah dan lebih cepat. Dengan pendekatan IT diharapkan tujuan-tujuan pelayanan tersebut dapat dicapai salah satu pintunya adalah perubahan paradigma pelayanan pada kepala sekolah sebagai instructional leadership


Diharapkan agar dalam Diklat Penguatan Kepala Sekolah. Semoga bapa ibu mendapat manfaat secara akademis dan praktis sehingga dapat meningkat kompetensi Bapa Ibu yang akan digunakan menciptakan Bapa Ibu sekolah merdeka, meningkatkan pencapaian peserta didik, serta mewujudkan student well-being, dengan begitu, mampu meningkatkan kualitas siswa itu sendiri, dan pengembangan sumber daya manusia khususnya di Kab. Timor Tengah Selatan.


 









Ketua LPD Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Rudolof J. Isu

comments

No comments:

Post a comment