Latest News

Friday, 7 August 2020

JUARAI KSN TINGKAT RAYON 3, SMAN 1 ELAR SEMAKIN TERDEPAN

Manggarai Timur, CAKRAWALANTT.COM – Kinerja dan kompetensi guru memikul tanggung jawab utama dalam transformasi orientasi peserta didik dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketergantungan menjadi mandiri, dari tidak terampil menjadi terampil dengan metode-metode pembelajaran. Peserta didik harus diberi ruang untuk berperan aktif agar terbentuk menjadi pribadi yang mampu menyerap dan menyesuaikan diri dengan informasi baru. Dia (peserta didik) harus mampu berpikir, bertanya, menggali, mencipta, dan mengembangkan cara-cara tertentu dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan. Dalam konteks dan tujuan inilah, guru harus menjadi ujung tombak dalam upaya meningkatkan kualitas dan hasil pendidikan.

 

Demikian komentar Lukas Sumba, S.Fil., selaku Koordinator Pengawas SMA/SMK wilayah Manggarai Timur saat diwawancarai terkait prestasi yang diraih Tim KSN dari SMAN 1 Elar. Menurutnya, keberhasilan peserta didik tidak bisa dilihat secara terpisah dengan kehadiran, kreatifitas, dan inovasi seorang guru. Alumni Ledalero ini selalu berkeyakinan, para guru kita khususunya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini memiliki potensi untuk selalu mengambil peluang dalam hal mengembangkan diri dan menyesuaikannya dengan metode mengajar yang aktual, efektif, dan menyenangkan. Sebagai Koordinator pengawas SMA/SMK, ia sangat berbangga  dan mengucapkan profisiat kepada siswa/i SMAN 1 Elar yang berhasil menjuarai Kompetensi Sains Nasional (KSN) tingkat rayon 3, yang meliputi Kabupaten Ngada, Mangggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

 

“Jujur, saya sangat bangga. Prestasi ini tentunya tidak terlepas dari kehadiran dan gaya kepemimpinan kepala sekolah, kreatifitas, dan sikap saling medukung dari para guru, serta keterlibatan seluruh stakeholder di bidang pendidikan. Prestasi ini sekaligus membantah anggapan banyak orang bahwa keterbatasan infrastruktur jalan dan jaringan komunikasi, menutup peluang dan kesempatan bagi kita untuk terus berkreasi dan berinovasi. Proficiat. Berharap, sekolah lain dalam wilayah Kabupaten Manggarai Timur ini  terus berkompetisi dengan sehat dan saling belajar, baik untuk para kepala sekolah, guru dan juga siswa-siswi” tandas Lukas Sumba. 

 

Sementara itu, Leonardus Jafar, S.Pd., selaku Kepala SMAN 1 Elar, boleh berbusung dada sejenak. Mengucap syukur dalam rasa bangga dan bahagia. Walau terhitung “belia” dalam masa jabatannya sebagai kepala sekolah, ia mampu mengelaborasi segala potensi yang dimilki para guru dan siswa-siswi di SMAN 1 Elar. Satu hal yang pasti, Leonardus sangat mempercayai kemampuan yang dimilki para gurunya dan memberi mereka ruang seluas-luasnya untuk terus mengembangkan diri dan menemukan cara yang tepat, efektif, dan manjur sehingga materi yang diberikan mudah dimengerti peserta didik.

 

Penantian panjang  untuk meraih prestasi maksimal dalam bidang sains akhirnya terjawab. Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi KSN Tingkat Kabupaten/Kota 2020, Rayon 3 Nomor: 006/Pan-KSN/Rayon 3/05/2020 tentang Penetapan Hasil Seleksi Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota 2020, Rayon 3 (Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat) memutuskan tim SMAN 1 Elar atas nama Klaudia S. Hasri (juara 1 Biologi), Odilia Yoselfri (juara 2 Astronomi), dan Oktaviana Miwul (juara 3 Kimia).

 

“Saya memberikan apresiasi yang setingi-tingginya atas prestasi yang diraih tim KSN SMA Negeri 1 Elar. Keberhasilan yang diperoleh berkat kerja sama, kerja keras guru pendamping  yang selalu meluangkan waktu untuk membimbing juga dukungan dari semua guru dan siswa/i. Tentu sekolah mempunyai program, mulai dari tahap seleksi tingkat sekolah dan setelah mendapat pesertanya tahap selanjutnya bimbingan menghadapi lomba ke tingkat rayon. Prestasi yang diraih merupakan berkat persiapan yang matang dari latihan mengerjakan soal yang diajarkan oleh guru pembimbing, serta buah dari kesabaran siswa untuk terus belajar sehingga mampu mengerjakan soal dengan baik. Berkat torehan prestasi itu membawa dampak positif terhadap iklim pendidikan di sekolah sehingga guru dan siswa lebih termotivasi untuk terus meningkatkan belajar,” tandas Leonardus.

 

Wenslaus Kaniman, S.Pd., sebagai salah satu guru pendamping peserta KSN dari SMAN 1 Elar juga menyatakan rasa bangganya dalam sebuah kalimat yang bermakna. “Ujung perjuangan kami adalah kesuksesan, namun kesuksesan kami saat ini bukan akhir dari perjuangan kami”. Menurutnya, pelaksanaan KSN 2020 berbeda dengan kompetensi sebelumnya dari jumlah peserta lomba yang begitu banyak dan pelaksanaan lombanya dibagi dalam rayon. Dan sekolah kami tergabung di rayon 3.

 

“Secara pribadi, saya memberi apresiasi dan rasa hormat yang tulus bagi pimpinan lembaga SMAN 1 Elar untuk semangat dan jiwa kepemimpinannya dalam memajukan lembaga ini. Kami memiliki kebiasaan budaya lonto leok (duduk melingkar) untuk mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan lembaga SMAN 1 Elar, sehingga selalu mendapatkan ide-ide baru dan solusi terbaik.  Sehingga, apapun tantangannya utusan lembaga ini selalu berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan baik di tingkat sekolah, kecamatan, maupun di tingkat kabupaten. Prestasi yang diraih oleh Tim KSN SMAN 1 Elar adalah cara kami menujukkan kepada siapa saja, khususnya kepada pemerintah bahwa kami bisa walau dalam keadaan serba terbatas”, ujar Wenslaus.

 

Hal yang sama disampaikan Feliana Serdianti, S.Pd., Carolina Landang, S.Pd., dan  Helena Fuji Darni Baso, S.Pd. Sebagai guru pendamping, mereka sungguh merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak didiknya, dimana dengan segala keterbatasan yang ada mereka masih mampu bersaing mengharumkan nama sekolah. Bukanlah hal yang mudah bersaing dengan sekolah antar kabupaten, bahkan dengan sekolah-sekolah yang menyandang status terbaik, tapi anak didik kami mampu meriah hasil yang baik dan luar biasa. Ini semua berkat kerja sama dan semangat membangun dari Bapak Kepala Sekolah yang tidak pernah ketinggalan dengan informasi-informasi dari luar, serta selalu mendukung para guru dan anak didik untuk selalu terlibat pada kegiatan apa saja yang menyangkut kegiatan siswa untuk bersaing dengan sekolah lain juga berkat semangat dari siswa itu sendiri.

 

“Kami sangat bangga dan bersyukur dengan prestasi yang diraih oleh siswa-siswi peserta KSN SMAN 1 Elar. Prestasi yang diraih bukan tanpa usaha dan kerja keras. Hasil yang mereka peroleh benar-benar menunjukkan usaha dan kerja keras mereka selama ini. Perjuangan mereka tidak sia-sia meskipun hanya menggunakan fasilitas belajar seadanya tetapi itu semua tidak menjadi penghalang semangat belajar mereka, bahkan di tengah keterbatasan fasilitas yang dimiliki mereka bisa meraih prestasi yang membanggakan. Dari prestasi yang diperoleh tentu tidak semata-mata hanya berkat usaha siswa sendiri tetapi juga berkat bimbingan dari guru mata pelajaran, motivasi dari kepala sekolah, dan berkat doa orang tua siswa,” ujar Helena Baso mewakili kedua temannya.

 

Sementara itu, Klaudia S. Hasri, yang berhasil meraih juara 1 (satu) pada Mata Pelajaran Biologi, kepada Cakrawala NTT menyampaikan rasa syukurnya karena mampu bersaing dengan sekolah lain, merasa senang karena mampu membawa nama baik sekolah, dan tetap berusaha untuk tahap selanjutnya. Ia juga mengatakan terima kasih untuk kepala sekolah dan para guru yang selalu memotivasi dan membimbingnya dengan setia dan tulus. (red/adv)


comments

No comments:

Post a comment