Latest News

Wednesday, 17 June 2020

TINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK MELALUI STRATEGI FIRST LANGUAGE LEARNING TRANSLATION TO PROMOTE PRODUCT


TINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK
MELALUI STRATEGI FIRST LANGUAGE LEARNING TRANSLATION TO PROMOTE PRODUCT

Oleh: Marselinus Sina, S.Pd.
Guru SMA Katolik St.Petrus, Kab. Ende

Bahasa merupakan sarana komunikasi antar sesama manusia, baik seacara verbal maupun non-verbal. Setiap bahasa mempunyai unsur-unsur kebahasaan yang terbentuk dari unsur terkecil berupa fonem dan merangkai menjadi unsur-unsur yang saling menyatu serta mempunyai arti yang lebih  luas berupa klausa. Salah satu unsur dasar dari bahasa adalah kata yang akan membentuk sebuah kalimat.
Dalam mempelajari suatu bahasa, berbagai kesulitan ditemukan oleh pemakai bahasa itu sendiri, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Demikian juga dalam mempelajari Bahasa Inggris. Pembelajaran Bahasa Inggris telah berlangsung lama di sekolah-sekolah, namun salah satu kesulitan terbesar dalam pembelajaran Bahasa Inggris khususnya di kelas XI IPA2, SMA Katolik St. Petrus Ende adalah kosakata. Jika ingin menguasai suatu bahasa harus menguasai kosakata. Terbatasnya pengalaman siswa dalam berkomunikasi lisan maupun tulis dalam Bahasa Inggris menyebabkan kurangnya kosakata yang mereka miliki.

Berdasarkan uraian masalah di atas, penulis membuat sebuah strategi baru guna membantu siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah, yakni melalui Strategi First Language Learning Translation to Promote Product  dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris tentang Advertisement pada kelas XI, SMA Katolik Santo Petrus Ende. Kegiatan menerjemahkan  merupakan usaha sadar untuk memahami bahasa sasaran dari bahasa tertentu. Salah satu contoh kegiatan terjemahan adalah menerjemahkan arti dari satu bahasa ke bahasa sasaran. Dalam tulisan ini, penulis  menguraikan sebuah persoalan pembelajaran, khususnya pembelajaran Bahasa Inggris untuk menguasai kosakata dan kalimat  pada materi Advertisement  untuk mempromosikan produk lokal  kepada publik. Menurut  Poi  dan Gaynor (1954 : 119), bahasa merupakan sistem komunikasi dengan suara yaitu melalui organ berbicara dan mendengar antara manusia dari kelompok atau komunitas tertentu  dengan menggunakan simbol-simbol vokal yang memiliki arti konvensional yang berubah-ubah. Ada korelasi yang tidak dapat dipisahkan antara  belajar dan bahasa.  Sedangkan, menurut Hamzah  (2006), belajar merupakan suatu proses yang sistematis yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan anak didik. Belajar merupakan perubahan yang realtif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau praktik. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan perilaku yang dibentuk dari stimulus dan respon yang diberikan guru.

First Language Learning  merupakan kegiatan untuk menguasai suatu bahasa melalui proses pembelajaran formal di lembaga pendidikan. Di Indonesia, Bahasa Indonesia merupakan  first  language learning, karena diajarkan di sekolah-sekolah sejak TK (Taman Kanak-Kanak) sampai Perguruan Tinggi (PT). Setiap orang  sebelum belajar  Bahasa Indonesia sudah menguasai satu bahasa, baik bahasa daerah maupun bahasa lainnya sebagai bahasa pertama. Pemerolehan bahasa tersebut bukan melalui proses pembelajaran tetapi melalui proses secara tidak sadar yang diperoleh pada masa masa kanak-kanak  atau  first language acquacition. Akan tetapi, orang dewasa pun juga bisa memperoleh suatu bahasa melalui acquired langguage.

Adapun langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa tentang iklan melalui Strategi First Language Learning Tranaslation sebagai berikut.  Pertama, membentuk kelompok yang masing-masing terdiri dari 2-4 orang, kemudian tiap- tiap kelompak membuat iklan produk berupa produk lokal unggulan daerah, seperti kripik ubi Nuabosi dan kacang tanah Wolotolo dalam Bahasa Indonesia. Masing-masing kelompok menentukan perannya sesuai bahasa iklan. Kemudian, setiap kelompok berlatih memainkan peran tersebut didampingi guru. Selanjutnya, masing-masing kelompok berdiskusi untuk menentukan dan mempersiapkan properti yang dibutuhkan guna mendukung penampilan mereka pada saat melakukan promosi produk  kripik ubi Nuabosi dan kacang tanah Wolotolo.

Kedua, pada saat tampil, setiap kelompok bergiliran mempromosikan hasil produksi mereka, berupa kripik ubi Nuabosi dan kacang tanah Wolotolo dalam bentuk iklan menggunakan Bahasa Indonesia. Guru dan siswa lainnya mengapresiasi dan menyaksikan kegiatan promosi yang dilakukan.  Siswa berusaha tampil maksimal untuk mempromosikan produk yang dihasilkan kepada siswa dan guru dalam Bahasa Indonesia.

Ketiga, siswa menerjemahkan  kalimat-kalimat yang digunakan untuk mempromosikan  hasil produk lokal kripik ubi Nuabosi  dan kacang tanah Wolotolo dalam Bahasa Inggris,  serta melatih pengucapan tentang promosi produk yang telah dibuat sebelumnya dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris. Setiap  kelompok secara bergantian mempromosikan  kripik ubi Nuabosi dan kacang tanah Wolotolo kepada guru dan kelompok lainnya.

Keempat, masing-masing kelompok  memperagakan  promosi produk lokal berupa  kripik ubi Nuabosi dan kacang tanah Wolotolo kepada guru dan kelompok lainnya menggunakan Bahasa Inggris secara lisan. Guru memberikan koreksi terhadap pemilihan  kosakata, pengucapan, serta peragaan yang menarik guna memengaruhi konsumen untuk membeli sebuah produk yang ditawarkan. Dari kegiatan ini, siswa akan memperoleh pengalaman berkomunikasi Bahasa Inggris yang menarik dan berharga dalam bentuk bahasa promosi atau bahasa iklan.

Berdasarkan hasil dari kegiatan pembelajaran ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris tentang Advertisement melalui Strategi  First Language Learning Promote Product  berupa produk  lokal yang diterapkan di sekolah khususnya pada kelas XI. Di samping itu, kemampuan  menguasai kosakata dan kemampuan berkomunikasi siswa dalam Bahasa Inggris semakin meningkat, serta kepercayaan diri peserta didik dalam berkomunikasi semakin tinggi.

Diharapkan guru dapat memberikan contoh  yang bervariasi dalam pembelajaran melalui Strategi  First Language Learning Translation berupa iklan produk lokal. Semakin variasi contoh  yang digunakan, maka wawasan siswa semakin luas dan terbuka, sehingga penguasaan kosakata Bahasa Inggris pun semakin meningkat. Jangan takut belajar Bahasa Inggris, sebab English is the best way connecting to the world.ampak

comments

No comments:

Post a comment