Latest News

Friday, 22 May 2020

PUISI KLOTILDE O. JAUK – BERKISAH PADA SELEMBAR KERTAS


Saban hari bumi semakin mendung dalam pekatnya
Hati serasa teriris perih oleh jutaan tangis merintih di balik-balik ruang isolasi
Ada cinta yang enggan tersalur oleh jarak, ada rasa yang santun tak nyantul pada realitas
Yang ada hanyalah diam dalam rasa yang terbawa cemas

Pagi terus menyapa hari-hariku sekalipun itu tidak secerah hari kemarin
Ada embun yang bertamasya di dedaunan yang kian riang menanti dalam kehausan
Sedang aku masih diselimuti oleh selembar kain penghapus kedinginan
Dalam binar-binar mata yang belum benar-benar terbuka
Ada sejuta kisah yang dating membangunkanku dengan sempurna

Hari itu… aku ingat betul pada angka-angka kalender hidupku
Di gubuk teduh terimpas yang menyimpan secercah harapan
Malam seakan merunduk dalam kelamnya
Ada seribu air mata yang tiba-tiba jatuh pada selembar kertas
Ada satu dari sekian cerita yang tergores dalam tinta yang mengenangnya
Berkali-kali air mata itu jatuh… jatuh… dan terus jatuh
Mungkinkah itu adalah sebuah alasan yang menjawab harapku?
Tanyaku begeming dalam diamnya malam yang terus larut

Lantas sejenak aku berpacu dalam samar-samar
Ada jumpa yang kian menua oleh waktu sekalipun menabrak jarak
Ada canda dan tawa yang terlampau jauh oleh mata
Kini aku hanya berkutat pada diksi-diksi
Ku berharap tak akan ada cela untuk cinta yang akan dating
Agar hari ini bersatu dalam kebadian rasa yang bersentuhan dengan wajah dan jarak
Agar medung itu lekas pergi dan berganti cerah yang mengembalikan rinduku

Kutahan dan hanya mampu kutulis dalam sajak-sajak hari yang penuh kisah
Merajutnya dalam diksi-diksi yang tematis nan sistematis
Jemariku semangat melompat pada lembar hingga buku
Berteman melodi rindu yang berbisik dalam kalbu
Hingga akhirnya di puncak naluri yang membara
Jemari ini terkulai lunglai hingga berakhir jedah
Membayang pembatas penyekat insan sedang merenggut kemerdekaan belajar
Ada juga harap yang akan terbayar di balik rindu dan jarak





Klotilde O. Jauk
Guru Bahasa Indonesia SMASK Alvarez Paga
Kabupaten Sikka




comments

No comments:

Post a comment