Latest News

Saturday, 26 January 2019

Geradus Satu: Jangan Jadi Generasi Copy Paste

Nagekeo, CakrawalaNTT.com - Kemajuan teknologi yang kian cepat dan spektakuler saat ini memungkinkan setiap orang dapat mengakses informasi dengan sangat mudah dan murah. Di satu sisi, kemajuan teknologi ini dapat membantu atau memudahkan orang untuk  saling berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman. Di sisi lain, kemajuan ini mengurangi bahkan melemahkan daya juang untuk bekerja ekstra. Dalam konteks upaya menggerakkan literasi sekolah, banyak siswa yang menjadi pribadi atau generasi copy paste. Mereka tidak perlu berlelah-lelah untuk menulis. Akses saja jaringan internet dan cari bahan jenis tulisan apa yang mau didapat. Semuanya tersedia sesuai keinginan. Padahal, literasi sekolah dimaksudkan agar melalui kegiatan membaca dan menulis semua warga sekolah mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Hal ini disampaikan Geradus Satu, Kepala SMAN 1 Boawae – Kabupaten Nagekeo saat membuka bimtek kegiatan pelatihan jurnalitis dan karya ilmiah, Jumat (25/1/2019). 

Menurut alumni Universitas Flores ini, menulis itu adalah soal ketrampilan. Artinya, seorang menulis itu soal kemauan menulis dan mulai menulis. Seseorang tidak akan bisa menulis jika masih sebatas mengetahui teori-teori atau konsep menulis. Ia menyatakan terima kasih kepada pihak Media Pendidkan Cakrawala NTT yang dalam proses pendampingan  baik kepada para guru maupun siswa/i, lebih menekankan aktifitas menulis dan tidak menghabiskan waktu untuk mengulangi pembahasan tentang teori-teori menulis.

“Ada perbedaan antara pengetahuan menulis dengan ketrampilan menulis. Pengetahuan menulis itu adalah soal kemampuan menghafal teori-teori atau konsep menulis. Sementara itu, ketrampilan menulis berkaitan erat dengan produk atau karya tulis yang dihasilkan. Banyak orang terjebak pada pemikiran standar yang hanya sebatas mengetahui teori-teori atau defenisi tentang menulis tetapi belum mau dan mulai menulis. Tidak heran praktek plagiat marak terjadi. Terima kasih kepada tim Media Pendidikan Cakrawala NTT yang telah membuka cakrawala berpikir guru dan siswa/i di sekolah ini untuk segera menghasilkan tulisan. Kita berharap semoga dengan kegiatan ini praktik yang tidak sehat seperti copy paste dihilangkan. Jangan menjadi generasi Copy Paste,” tandas Geradus. 

Pada kesempatan yang sama Koordinator pengawas SMA/SMK se-Kabupaten Nagekeo, Hendrikus Tage kembali menegaskan pentingnya budaya baca dan tulis di kalangan guru dan peserta didik. Menurutnya, budaya baca dan tulis di lingkungan sekolah akhir-akhir ini sangat lemah. Padahal sumber pengetahuan dan ketrampilan abad XXI ditentukan pada aktifitas membaca dan menulis. 

“UNESCO menegaskan bahwa literasi adalah pilar dasar pendidikan abad 21. Orang dapat mengetahui sesuatu, melakukan sesuatu, menjadi sesuatu, dan mampu hidup berdampingan jika memiliki kebiasaan membaca dan menulis. Banyak penelitian ilmiah yang menegaskan bahwa budaya literasi kita sangat lemah. Kita berharap semoga adanya kegiatan bimtek ilmiah ini kita kembali disegarkan dan dapat membekali diri untuk membangun kebiasaan membaca dan menulis,” tegas Hendrikus. 

Ia berharap agar pihak SMAN 1 Boawae terus bersinergi dan berkolaborasi dengan para praktisi pendidikan untuk terus menggalakkan kegiatan bermartabat ini. Kegiatan  bimtek penulisan karya ilmiah ini harus diprogramkan secara rutin setiap tahun bahkan bila perlu setiap semester. Para guru dan siswa harus terus dibekali agar mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan  membaca dan menulis.

Kegiatan bimtek ilmiah ini diikuti semua guru dan puluhan peserta didik sebagai perwakilan  siswa/i SMAN 1 Boawae dan bertempat di ruang guru SMAN 1 Boawae. Hadir sebagai pemateri kegiatan adalah Gusti Rikarno (pimpinan umum Media Pendidikan Cakrawala NTT), Rofinus Sengkang (formator Cakrawala wilayah Mangarai Raya), dan Mustakim selaku formator Cakrawala  UPT pendidikan wilayah VIII (Kabupaten Ende, Negekeo, dan Bajawa). (*)

comments

No comments:

Post a Comment