Latest News

Monday, 12 March 2018

English Club Smansa Kefamenanu Belajar di Alam Bebas



Kefamenanu, Cakrawala NTT_Drs. Yoseph Obe Kepala SMAN I Kefamenanu  tak henti-hentinya melakukan berbagai terobosan. Lebih  dari 800 siswa yang tengah menuntut ilmu di salah satu sekolah unggulan di kabupaten Timor   Tengah Utara terus digembleng guna menajamkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Pengembangan minat, bakat dan ketrampilan siswa tidak saja di lakukan di lingkungan sekolah. Di alam bebas  pun proses kegiatan belajar mengejar dilakukan.

Metode langka ini juga dilakukan Minggu (3/9) belum lama ini.   Pada momen ini siswa-siswi yang bergabung dalam kelompok belajar bahasa Inggris (SMANSA English Club) melakukan study tour di alam bebas tepatnya di desa Tuntun Kecamatan Miomaffo Timur kurang lebih 20 km dari kota Kefamenanu. Didampingi 25 guru PNS dan swasta,  kelompok  belajar bahasa Inggris SMANSA  sekitar 144 orang  siswa gabungan dari kelas X, XI dan XII  ini bebas mengekspresikan kemampuannya. Siswa-sisiwa di bagi dalam 12 kelompok.Tiap kelompok diserahi tugas  mengamati benda alam yang ada di masing-masing lokasi. Hasil pengamatan selanjutnya dipresentasikan dihadapan peserta  dalam  bahasa  Inggris.

“Tidak mudah tetapi membanggakan. Hasil presentasi tiap kelompok mendapat sambutan meriah dari regu lainnya. Jika ditekuni secara kontinu alhasil bakal menjadi primadona. Di sekolah sudah kita coba hasilnya memuaskan. Hari ini kita tindaklanjuti di pesona alam bebas ternyata rasa percaya diri anak semakin menguat.Program English Club SMANSA Kefamenanu bertujuan mengembangkan kemampuan anak-anak yang berpotensi dalam bidang studi bahasa Inggris.Tidak semua siswa memiliki minat dan bakat yang sama. Kelompok ini direkrut dari siswa yang mempunyai minat dan bakat. Biarkanlah alam bebas membisu menyaksikan anak-anak kita. Mereka menyaksikan sendiri, belajar dari dunia nyata  dan bebas mengekpresikan hasil pengamatan”. Demikian tanggapan Yoseph Obe Kepala SMANSA Kefamenanu yang juga  guru bahasa Inggrisnya ketika ditemui Crew Cakrawala NTT.

Terkait penanggungjawab kegiatan ini, selain kepala sekolah didukung juga Desi Neonbeni  selaku ketua panitia, Rafael Demu bersama ibu Ida Kefi selaku koordinator kegiatan, dan Jilberto Kaesnube dan beberapa rekanan lainnya yang bertugas untuk mengkoordinasi langsung para siswa.

Helen Lerek siswi kelas XIIA3 ketika ditemui di lokasi kegiatan oleh Crew Cakrawala NTT MPC-NTT mengaku bangga akan terobosan sang kepala sekolah, para guru bahasa Inggris dan rekan-rekanita  guru pendukung lainnya. Apalagi secara moril didukung para orang tua siswa sekaligus  sponsor utama. Selain belajar teori dan memperaktekkannya, dalam tour ini para siswa bisa refresing bersama guru, belajar mengenal alam secara dekat dan menambah wawasan berpikir siswa dan masyarakat setempat. Maka menurutnya terobosin ini perlu ditanggapi secara antusias oleh semua siswa.

“Secara psikis betul ini sebuah beban terutama adik-adik kelas yang  baru belajar bergabung dalam kelompok ini akan tetapi  kesempatan menajamkan keterampilan  berbahasa Inggris semakin terbuka. Kelompok ini sudah  terbentuk beberapa waktu silam  namun masih sebatas di sekolah. Hari ini kami ingin membuktikan jika kami generasi emas TTU  memiliki  bakat dan kemampuan berbahasa asing. SMANSA Englih Club Is The Best. Kami bisa dan dan pasti terus terbiasa berbahasa Inggris, “pungkas Helen.

Dalam kegiatan ini rombongan study tour SMANSA Kefamenanu di kawal langsung Kasat Lantas TTU, AKP Sudirman bersama beberapa anak buahnya.
Beberapa guru yang hadir mendampingi dalam kegiatan ini antara lain: Dra. Idamina  Nubatonis, Susan Nogo, S.Pd, Mikhael Manehat, S.Pd, Lihilde Nona Lis,S.Pd, Yohanes Marianus Lonis,S.Pd, Adio Balan,S.Pd,MM, John Oeleu,S.Pd, Yustina Bitin Berek,S.Pd, Marianus Lonis,S.Pd, Stefanus Y.Kobus,S.Pd, Yohanes Das Kuabib,S.Fil, Elfiana Amfotis,S.Pd, Yuliana Manehat,S.Pd, Diana Berkanis,S.Pd dan beberapa rekan guru lainnya. (Gervas Salu)

comments

No comments:

Post a Comment