Latest News

Thursday, 9 March 2017

Pembersihan Sampah di Paradiso, Sebuah Aksi untuk Alam


Kota Kupang, Cakrawala NTT

Beberapa komunitas yang terdiri dari komunitas minat, komunitas sosial, maupun kelembagaan di Kota Kupang memperingati hari Sampah Sedunia yang jatuh pada 4/3/2017, dengan sebuah kegiatan yang bersifat massal dan bertemakan kebersihan lingkungan.

Kegiatan tersebut adalah gerakan “Aksi Untuk Alam” yang diprakarsai oleh sebuah gerakan, yaitu gerakan Aksi Untuk NTT. Dalam publikasi yang disebarkan beberapa waktu sebelum hari H, dijelaskan bahwa aksi ini merupakan sebuah gerakan yang didukung oleh 18 komunitas yang ada di kota Kupang, seperti Beta NTT, 1000 Guru Kupang, Buku Bagi NTT, Underwater Kupang, Youth Centre Tenggara, Komunitas Panjat Tebing dan Gunung Kupang/Federasi Panjat Tebing Indonesia, Let’s Talk, Komunitas One Piece New World Kupang, Forum FKM UNC, HMI Komisariat Ippertatek, Forum Indonesia Muda, Arsenal Indonesia Regional Kupang, Ultras Juventus Kupang, Dompet Dhuafa, Real Madrid Indonesia Regional Kupang, dan Alumni Prodi Pasca Sarjana Fakultas Hukum UNDANA.

Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WITA di Pantai Paradiso, Oesapa-Kupang. Sejumlah besar komunitas tersebut turut dibantu oleh warga yang tinggal di sekitar wilayah Paradiso. Beberapa warga sempat membakar sampah yang sudah dikumpulkan, namun pihak Aksi Untuk NTT melalui Ketua Pelaksanaan Kegiataan Aksi Untuk Alam, Christin Anakay; ketua Komunitas Aksi Untuk NTT, Novi Djami Raga, dan beberapa anggotanya segera memadamkan api dan menjelaskan kepada warga tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan tanpa proses pembakaran.

Dengan slogan, “Indonesia Bebas Sampah 2020” gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kebersihan lingkungan. Anakay berkata, “Kami ingin anak muda yang ikut dalam kegiatan ini menjadi agen-agen perubahan, dimulai dari semangat komunitas lalu akan mengalir ke lingkungan keluarga dan rumah mereka masing-masing.”

Membentuk Kepribadian Melalui Kecintaan Pada Alam
Dari kumpulan komunitas dengan beragam latar minat dan kelembagaan itu, hadir pula kelompok  dari kesatuan kepramukaan Saka Wana Bhakti Kupang. Tiga anggota mereka, Victor Sonlay, Ana Utang, dan Sefryanti Mira Mangngi yang bersekolah di SMKN 1 Kota Kupang menuturkan perasaan mereka dalam mengikuti kegiatan ini. “Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena bisa belajar lebih banyak tentang penjagaan lingkungan,” tutur  Victor dan Sefry. “Kami dulu pernah mengikuti kegiatan pembersihan sampah di tempat lain, seperti di bukit cinta, di kawasan Penfui beberapa saat yang lalu, dan hal itu sangat berkesan bagi saya,” tambah Ana.

Kelompok lain yang juga hadir ialah kelompok Saka Wana Bhakti. Kelompok ini datang dengan anggota mereka yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Mereka semua di bawah kordinasi Yap Makunimau, Pembina dan Pamong  Saka Wana Bhakti Kupang. Pegiat kepanduan yang telah aktif sejak tahun 1980an ini menuturkan bahwa sangat penting untuk menanamkan rasa cinta kepada lingkungan dari usia dini.

“Kami selalu menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjalankan kegiatan pelestarian lingkungan. Contohnya, pada tanggal 16 sampai 20 Desember 2016, kami melakukan gerakan tanam 1500 anakan pohon di Oebelo. Kami mengharapkan anak-anak yang menjadi anggota kami dapat menjadi pribadi yang mencintai alam sejak dini,” jelas Yap.

Kegiatan ini berakhir pukul 18.00 WITA, ketika hari sudah menjelang gelap. Setelah puluhan kantong sampah yang telah dikumpulkan diangkut  oleh truk pengangkut sampah, aksi ini kemudian ditutup dengan kegiatan pembagian makanan ringan berupa pangan lokal serta kegiatan foto bersama. (Armando)
comments

No comments:

Post a comment