![]() |
| Pose bersama. |
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Pendidikan
tenaga kesehatan tidak hanya berlangsung di ruang kuliah dan laboratorium
keterampilan. Pengalaman berhadapan langsung dengan masyarakat juga menjadi
bagian penting dalam membentuk kompetensi calon tenaga kesehatan. Hal inilah
yang kembali dilakukan STIKes Maranatha Kupang melalui kegiatan Praktik Kerja
Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas bagi 115 mahasiswi Program Studi D-III Kebidanan
di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Kegiatan PKL
tersebut diawali dengan penyerahan mahasiswi kepada pemerintah Desa Nunkurus
pada Kamis (29/10/2026), bertempat di Kantor Desa Nunkurus. Kegiatan ini
dihadiri oleh Asisten II Kabupaten Kupang, Frans Taloin, Sekretaris Camat
Kupang Timur, Ketua STIKes Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns.,
M.Kep., Kepala Puskesmas Naibonat, Kepala Desa Nunkurus beserta perangkatnya,
unsur TNI dan Polri, jajaran Program Studi D-III Kebidanan, dosen, tenaga
kependidikan, serta masyarakat Desa Nunkurus.
Ketua STIKes
Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa
pelaksanaan PKL merupakan kesempatan bagi mahasiswi untuk mengintegrasikan
teori dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi
nyata pelayanan kesehatan di masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswi
diharapkan dapat mengembangkan kemampuan memberikan asuhan kebidanan sesuai
kebutuhan individu, keluarga, dan komunitas.
Sebanyak 115
mahasiswi akan mengikuti kegiatan praktik selama periode 29 Oktober hingga 17
November 2026. Mereka ditempatkan pada empat dusun di Desa Nunkurus, yaitu
Dusun Uel, Dusun Padang Beringin, Dusun Kakabai, dan Dusun Laos. Selama
praktik, sasaran pelayanan meliputi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi
dan balita, kesehatan reproduksi, serta pelayanan keluarga berencana (KB).
Selain pelayanan tersebut, mahasiswi juga akan melakukan pengkajian kesehatan
masyarakat sebagai dasar untuk mengidentifikasi permasalahan dan menentukan
kegiatan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah praktik.
Identifikasi
Masalah Kesehatan Menjadi Dasar Intervensi
Ketua Program
Studi D-III Kebidanan STIKes Maranatha Kupang, Dr. Roslin E. M. Sormin, S.ST.,
M.Kes., menjelaskan bahwa pelaksanaan PKL disusun dalam beberapa tahapan,
sehingga mahasiswi memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pengelolaan
masalah kesehatan masyarakat secara sistematis. Menurut Roslin, kegiatan
diawali dengan pengumpulan data melalui pengkajian kesehatan masyarakat pada 30
Oktober hingga 1 November 2026.
Data tersebut
selanjutnya ditabulasi dan dianalisis pada 2-3 November 2026 untuk mendapatkan
gambaran mengenai permasalahan kesehatan yang ditemukan di masing-masing dusun.
Hasil analisis kemudian dibawa ke forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I pada
4 November 2026. Dalam forum tersebut, mahasiswi akan memaparkan hasil
pengkajian dan mendiskusikan bersama masyarakat mengenai permasalahan kesehatan
yang menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti.
Tahap berikutnya
adalah pelaksanaan intervensi pada 5-10 November 2026. Kegiatan ini
dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah dengan melibatkan keluarga dan unsur
masyarakat setempat. Setelah itu, mahasiswi mengikuti persiapan ujian PKL pada
11 November dan ujian asuhan kebidanan keluarga pada 12 November 2026. Menjelang
akhir praktik, mahasiswi akan mempersiapkan MMD II yang dijadwalkan pada 17
November 2026. Forum ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan hasil
pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat sekaligus menandai berakhirnya rangkaian
PKL melalui kegiatan temu pisah.
Roslin juga
menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk luaran utama yang harus diselesaikan
oleh mahasiswi, yakni laporan kelompok tingkat dusun, laporan tingkat desa, dan
laporan individu berupa asuhan kebidanan keluarga. Penyusunan laporan tersebut
merupakan bagian dari pertanggungjawaban akademik atas proses praktik yang
telah dilaksanakan.
Pemerintah
Daerah Ingatkan Mahasiswi Menjaga Etika Selama Praktik
Dukungan
terhadap pelaksanaan kegiatan ini juga terlihat dari kehadiran unsur pemerintah
daerah dan pemerintah setempat dalam acara penyerahan mahasiswi. Asisten II
Kabupaten Kupang, Frans Taloin, dalam sambutannya mengingatkan agar seluruh
mahasiswi dapat menjalankan kegiatan PKL dengan sungguh-sungguh. Ia secara
khusus berpesan agar mahasiswi menjaga perilaku selama berada di tengah
masyarakat, tetap fokus pada kegiatan praktik, dan memperhatikan kesehatan
masing-masing.
Pesan tersebut
disampaikan mengingat para mahasiswi akan menjalani aktivitas lapangan selama
beberapa pekan di lingkungan masyarakat Desa Nunkurus. Selama pelaksanaan
kegiatan, mahasiswi akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga
kesehatan setempat. Dengan jumlah 115 peserta yang tersebar di empat dusun,
pelaksanaan PKL ini menjadi salah satu kegiatan pembelajaran lapangan Program
Studi D-III Kebidanan STIKes Maranatha Kupang pada tahun akademik 2026. (Saverinus Suhardin/MDj/red)






0 Comments