![]() |
| Salah satu dosen sedang menyampaikan kesan dan pesan serta pencapaian yang diperoleh selama setahun masa kepemimpinan Rektor UPG 1945 NTT. |
Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa
Tenggara Timur (NTT), Uly Jonathan Riwu Kaho, menggelar refleksi satu
kepemimpinan bersama seluruh jajaran pendidik (dosen), tenaga kependidikan, dan
pejabat di lingkup UPG 1945 NTT, Jumat (10/6/2026). Acara yang berlangsung di
Sasando International Hotel Kupang ini turut dihadiri oleh awak media yang menjadi
bagian penting dalam perjalanan UPG 1945 NTT.
Pada kesempatan tersebut, Uly meminta semua pihak yang
terlibat dalam perjalanan kepemimpinannya untuk menyampaikan kesan dan pesan
serta pencapaian yang telah diperoleh selama setahun berjalan.
Pencapaian-pencapaian yang telah diraih oleh UPG 1945 NTT, mulai dari tata
kelola kelembagaan, kemitraan, akreditasi, kemahasiswaan, hingga peningkatan
kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, merupakan buah dari kerja
sama yang tidak pernah surut.
“Perjalanan UPG 1945 NTT di bawah kepemimpinan Bapak
Uly selama setahun ini telah melahirkan banyak pencapaian. Meskipun ada
beberapa hal yang masih menjadi tugas tambahan bersama, kualitas UPG 1945 NTT
semakin beranjak naik dan semakin disegani di antara perguruan tinggi lainnya,”
ungkap Wakil Rektor I, Zummy Anselmus Dami, ketika menyampaikan kesan dan
pesannya.
Tiga Pilar Pembangunan yang
Berkelanjutan
Selama menjalankan kepemimpinan sebagai Rektor UPG
1945 NTT, Uly menekankan tiga pilar utama yang wajib dijalankan, yakni hidup
dengan takut akan Tuhan, perencanaan yang matang, dan kolaborasi atau super team. Ketiga pilar ini,
menurutnya, menjadi fondasi dalam membangun UPG 1945 NTT yang berkualitas, bermutu,
dan berbudaya.
Pada pilar pertama, Uly menegaskan pentingnya refleksi
spiritual dengan menjalani hidup yang takut akan Tuhan. Hal ini bisa menjadi
sumber kebijaksanaan dan keberanian dalam mengambil keputusan yang lebih
berdampak.
Kemudian, pada pilar kedua, Uly mengoptimalkan
perencanaan sebagai basis dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
Perencanaan yang matang, baginya, membuat UPG 1945 NTT dapat berjalan secara
lebih terarah sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Lalu, pada pilar ketiga, Uly mengedepankan kolaborasi,
baik secara internal maupun eksternal. Bagi Uly, kolaborasi membuat
pengimplementasian rencana dan program kerja bisa berjalan dengan baik,
terstruktur, dan maksimal.
“Kolaborasi ini sangat penting. Kerja sama yang baik
bisa membawa lembaga menuju unggul dan berkualitas. Untuk itu, semua pihak
harus saling mendukung dan membantu guna mewujudkan visi kampus yang
berkualitas, bermutu, dan berbudaya,” tegas Uly.
Menjadi Kampus Kebanggaan Warga PGRI dan
Pilihan Warga NTT
Ke depannya, Uly terus mendorong UPG 1945 NTT menjadi
kampus kebanggaan warga PGRI dan pilihan warga NTT. UPG 1945 NTT, ungkap Uly, selalu
melakukan transformasi di seluruh lini. Transformasi ini, sambungnya, bertujuan
untuk menyelenggarakan tridarma yang berkualitas dan berkarakter.
Untuk itu, bersama seluruh sivitas akademika, Uly
berupaya meningkatkan mutu tridarma yang adaptif dan inovatif; memperkuat tata
kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel; mengembangkan sumber daya
manusia yang unggul dan profesional; memperluas kemitraan lokal dan global;
serta mewujudkan kampus inklusif dan berbasis kearifan lokal.
“Saya mengajak seluruh elemen untuk menyatukan hati,
pikiran, dan langkah guna membangun UPG 1945 NTT sebagai pusat pembelajaran,
pengabdian, dan kebanggaan kita bersama,” pungkas Uly menutup kegiatan refleksi
setahun kepemimpinannya. (red)







0 Comments