Ende, CAKRAWALANTT.COM - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lapangan Perse, Ende, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”
Ribuan peserta mengikuti upacara yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), personel TNI dan Polri, organisasi kepemudaan, serta pelajar se-Kabupaten Ende. Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur NTT, Bupati Ende, Wakil Bupati Ende, Bupati Nagekeo, Wakil Bupati Ngada, anggota DPR RI, serta jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Ende.
Selaku inspektur upacara, Gus Ipul membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi, yang menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa dan dunia.
“Pancasila
adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia
yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri
kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu
ikatan kebangsaan,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Gus
Ipul.
Usai upacara,
Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Ende yang mengikuti
seluruh rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Saya berterima
kasih diberi kesempatan untuk mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun
2026. Suasananya khidmat dan masyarakat sangat antusias. Tentu ini menjadi
bagian penting bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan
tersebut, Gus Ipul juga mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu Pancasila
Rumah Kita karya Franky Sahilatua.
Sebagai kota
tempat Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menjalani masa
pengasingan pada 1934–1938, Ende memiliki posisi istimewa dalam sejarah
lahirnya Pancasila. Di kota inilah Soekarno melakukan perenungan yang
melahirkan gagasan-gagasan dasar tentang kebangsaan Indonesia.
Karena itu,
setelah upacara selesai, Gus Ipul bersama Gubernur NTT, Bupati Ende, dan para
pejabat lainnya mengunjungi Taman Renungan Bung Karno, termasuk Pohon Sukun
yang diyakini menjadi tempat Soekarno merenungkan nilai-nilai yang kemudian
dirumuskan menjadi Pancasila.
Rangkaian
kegiatan ditutup dengan tarian tradisional Gawi yang diikuti sekitar 3.000
pelajar dan masyarakat Kabupaten Ende sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.
Pada kesempatan itu, Gus Ipul mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai
pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
“Dengan
Pancasila, kita menjadi bangsa yang kuat. Karena itu, mari melaksanakan
sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukan sekadar
jargon, melainkan pandangan hidup yang harus diwujudkan dalam setiap aspek
kehidupan,” katanya.
Gus Ipul juga
mengaku terkesan dengan semangat kolaborasi yang ditunjukkan para kepala daerah
di NTT dalam mendukung berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Saya melihat
semangat gubernur serta para bupati dan wali kota se-NTT yang sangat kuat.
Mereka memiliki tekad untuk bekerja keras, memanfaatkan seluruh sumber daya
yang ada, serta berkolaborasi demi mewujudkan berbagai program, khususnya
program strategis Presiden,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya,
semangat tersebut menjadi modal penting dalam mendukung program peningkatan
kualitas sumber daya manusia, termasuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan
penyaluran bantuan sosial yang semakin tepat sasaran melalui penguatan serta
konsolidasi data tunggal. (Kemensos)





0 Comments