Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

SMKN Raihat Gelar IHT, Dorong Peran Guru sebagai Penggerak Pendidikan

Pose bersama.


Belu, CAKRAWALANTT.COM - Proses pendidikan sejatinya bermuara pada terwujudnya individu (lulusan) yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat. Segala sesuatu yang dilakukan dalam proses pendidikan harus berpijak dan berorientasi pada murid sebagai subyek pendidikan itu sendiri. Hal ini tidak terlepas dari peran guru sebagai penggerak pendidikan. Guru menjadi aktor utama yang menggerakkan seluruh proses pendidikan serta bertanggung jawab atas perkembangan dan kemajuan belajar murid.

 

Pentingnya peran guru sebagai penggerak pendidikan menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan In House Training (IHT) yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Raihat, Kabupaten Belu, pada Jumat, 9 Januari 2026. Dengan mengusung tema “Refleksi Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Persiapan Menghadapi Semester Genap Tahun 2025/2026”, para guru yang berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan tersebut merasakan kesan yang bermakna.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Pembina SMKN Raihat, Florina I. M. Tae Lake, menegaskan tugas guru sebagai pemimpin perubahan. Menurutnya, guru harus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat. Guna mewujudkan perubahan, ungkap Florina, guru tentu menghadapi berbagai tantangan. Atau dengan kata lain, sambungnya, satu kaki guru berada di luar dan satunya lagi berada di dalam.

 

“Artinya, seorang guru membangun dan memiliki kebebasan untuk bergerak di satu sisi dan terkadang gerakan itu mendapat umpatan atau comoohan yang dapat menimbulkan ketaknyamanan di lain sisi,” tambah Florina.

 

Untuk itu, Florina menuntut para guru untuk memiliki keberanian, komitmen, dan konsistensi dalam memperbaiki dan mengubah keadaan menjadi lebih baik. Selain itu, ia mengajak para guru untuk membangun kesadaran diri, keteladanan hidup, serta memiliki hati yang jernih.

 

“Teladan hidup, kesadaran diri, dan hati yang jernih itu harus ditopang dengan kompetensi yang mumpuni,” sambungnya.



Membangun Sekolah yang Unggul

 

Lebih lanjut, Florina mendorong para guru untuk membangun sekolah menjadi lebih unggul. Setiap warga sekolah, sambungnya, harus meningkatkan citra sekolah dan menciptakan inovasi yang menjadi kekhasan.

 

“Kekhasan itu juga berkaitan dengan kebijakan one school one product, sehingga SMKN Raihat harus membangun kolaborasi nyata dalam mewujudkannya,” tukasnya.

 

Guna mendukung hal tersebut, ia mengharapkan agar kompetensi keahlian di setiap unit produksi bisa dikembangkan. Unit produksi tersebut, ungkapnya, dapat berhasil apabila para guru bisa menciptakan situasi pembelajaran yang mendukung, seperti lingkungan yang aman, terbuka, inklusif, dan saling menghargai perbedaan gagasan.

 

Florina menambahkan, pihak sekolah perlu mengoptimalkan kegiatan kokurikuler sebagai dasar penguatan karakter murid. Selain itu, sambungnya, para murid harus dibiasakan dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti membaca, peningkatan kedisiplinan dan kreativitas, kolaborasi, serta lain-lain.

 

Pada akhirnya, semua upaya tersebut harus bermuara pada perubahan yang positif. SMKN Raihat harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menghidupkan murid, membangun kebiasaan positif melalui kesadaran diri, teladan hidup, dan hati yang terbuka, serta mendukung terwujudnya peran guru sebagai penggerak pendidikan. (John’s/MDj/red)   


Post a Comment

0 Comments