![]() |
| Pose bersama. |
Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Membentuk generasi yang literat pada era ini adalah
tugas kolektif yang wajib diwujudkan. Persiapan sumber daya manusia yang matang
dan seimbang – sebagai bibit generasi literat – selalu menyelipkan asa dan
semangat kolaborasi. Upaya baik ini tengah dijalankan oleh Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri 1 Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, yang terus mendorong
terwujudnya generasi yang literat melalui gaung penguatan literasi di kalangan
guru dan murid.
Pada tahun 2026 ini, SMA Negeri 1 Amarasi Selatan
mulai memberlakukan karya tulis ilmiah sebagai bagian dari penilaian akhir bagi
murid kelas dua belas. Kepala SMA Negeri 1 Amarasi Selatan, Thomas Alfa Edison
Niubabi, menerangkan bahwa penulisan karya tulis ilmiah adalah bentuk lain dari
pelaksanaan ujian sekolah.
“Sebelumnya, kami mengadakan ujian tertulis bagi murid
kelas dua belas. Tahun ini, kita coba terobosan baru dengan karya tulis ilmiah,”
jelasnya, Jumat (9/1/2026).
Melalui pembiasaan tersebut, ungkap Thomas, para murid
bisa terbiasa dengan penulisan karya tulis ilmiah di jenjang perguruan tinggi,
baik secara teori maupun praktik.
“Kalau sudah terbiasa dengan karya tulis ilmiah, pasti
nanti di perguruan tinggi mereka tidak menganggap karya tulis ilmiah sebagai
hal baru lagi,” tukasnya.
Berangkat dari maksud dan upaya tersebut, SMA Negeri 1
Amarasi Selatan menyelenggarakan In House
Training (IHT) terkait pelatihan penulisan karya tulis ilmiah inovatif yang
diikuti oleh para murid dan guru selama tiga hari, yakni Kamis-Jumat
(8-10/1/2026). Kegiatan yang didukung oleh Yayasan Rumah Literasi Cakrawala NTT
ini mengusung tema “Meneliti Lingkungan, Menulis Masa Depan”.
Thomas menerangkan bahwa kegiatan IHT tersebut
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi murid dan guru dalam menyusun dan
menulis karya tulis ilmiah, terutama hasil penelitian. Bagi Thomas, kegiatan
tersebut tidak sekadar menyasar output
berupa karya tulis ilmiah, tetapi lebih dari itu, membangun kultur literasi
yang berbasis produk. Kultur literasi yang baik, sambungnya, bisa mendukung terwujudnya
generasi yang literat.
“Upaya ini tentu selaras dengan visi dan misi Gubernur
NTT, yakni memajukan NTT. Salah satu bentuk nyatanya, menurut kami, adalah
membangun sumber daya manusia yang mumpuni melalui pendidikan demi Indonesia
emas mendatang,” tambahnya.
Guna mendukung penguatan kultur literasi berbasis
produk tersebut, lanjut Thomas, pihaknya berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala NTT sebagai mitra pembangunan pendidikan. Kolaborasi tersebut,
sambungnya, tidak hanya sebatas dalam kegiatan IHT, tetapi juga mendampingi
para murid dan guru dalam menghasilkan produk literasi secara berkelanjutan.
“Kami memiliki mimpi besar, yakni para guru dan murid
bisa memiliki buku dari hasil karya tulis mereka sendiri. Untuk itu, kolaborasi
ini diharapkan bisa terus berjalan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Literasi
Cakrawala NTT, Gusty Rikarno, mendukung upaya dan rencana yang dikemukakan oleh
Kepala SMA Negeri 1 Amarasi Selatan tersebut. Bagi Gusty, pertemuan perdana
tersebut bisa menjadi batu loncatan untuk menghidupkan kultur literasi di
lingkungan sekolah.
“Ini merupakan langkah pertama yang perlu diapresiasi.
Kami tentu selalu siap mendukung,” ujarnya ketika memaparkan materi pertamanya
terkait pentingnya literasi dewasa ini.
Gusty menjelaskan, Cakrawala NTT memiliki bilik-bilik kerja
– yakni Majalah Pendidikan Cakrawala NTT dan Media Online cakrawalantt.com, Program Sekolah Menulis, Penerbitan Buku, serta
Taman Bacaan Masyarakat Plus – yang bisa mendukung kerja-kerja literasi,
termasuk di SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. Untuk itu, ia berharap, kolaborasi
yang telah dibangun tersebut bisa berlanjut secara konsisten sesuai komitmen
bersama.
“Semoga kita bisa bertumbuh bersama sehingga
kolaborasi ini akan berbuah manis pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
Pantauan media, IHT tersebut berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama, para guru dan murid diberikan pemahaman awal terkait pentingnya literasi sebagai jembatan antara teks dan konteks beserta asesmen awal. Kemudian, pada sesi kedua, mereka memperoleh materi terkait penulisan karya tulis ilmiah dan pengenalan ragam tulisan kreatif.
Sebagai lembaga pendidikan formal, SMA Negeri 1 Amarasi Selatan turut bertanggung jawab untuk menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehidupan bangsa yang cerdas tentu harus didukung oleh generasi yang literat. Bibit-bibit generasi literat telah tumbuh dan berkembang di kebun pendidikan SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. Sekarang, yang menjadi perhatian utama adalah pertumbuhan dan perkembangannya harus mencapai hasil yang maksimal.
“Jalannya sudah dirintis, tapakilah jejaknya!” tutup
Thomas dengan mengutip motto sekolah tersebut. (JR/red)









0 Comments