Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Mahasiswa Unimor Raih Juara II Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional di Universitas Sebelas Maret Solo



TTU, CAKRAWALANTT.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Timor (Unimor), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ana Deliarsy Kapitan, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil meraih Juara II dalam Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka kegiatan Pekan Bahasa dan Sastra (PBS) XIII Gahasera Tahun 2025.

 

Kompetisi yang berlangsung sejak Juli hingga 25 Oktober 2025 ini diawali dengan tahap seleksi video pembacaan puisi. Sebanyak 89 peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia mengikuti seleksi tahap pertama. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, 10 peserta terbaik dinyatakan lolos ke babak final yang digelar secara langsung di Gedung FKIP Lantai 3 Universitas Sebelas Maret, Solo, pada 25 Oktober 2025. Dari daftar tersebut, Ana Deliarsy Kapitan tercatat sebagai satu-satunya finalis dari Indonesia Timur.

 

Dalam babak final, Ana tampil dengan membacakan puisi karya Peri Sandi Hiuszche berjudul Mata Luka Sengkon Karta. Dengan penjiwaan yang kuat, diksi yang tajam, dan gestur yang menyatu dengan emosi puisi, Ana berhasil memukau dewan juri dan para penonton. Hasilnya, ia dinobatkan sebagai Juara II setelah bersaing ketat dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

 

“Puisi yang dibawakan Ana bukanlah puisi yang mudah. Penulisnya sendiri dikenal sebagai pembaca puisi ulung dan sudah mengunggah versi pembacaannya di YouTube, sehingga banyak peserta rentan tergoda dan mudah terpengaruh untuk hanya meniru gaya tersebut. Namun Ana justru menafsirkan ulang puisi itu dengan caranya sendiri dan menampilkan pembacaan yang baru, orisinal, dan penuh daya hidup. Itulah kekuatannya,” ungkap Yoventa Nahak, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendamping sekaligus Pembimbing Ana selama proses persiapan hingga puncak perlombaan ini.

 

Yoventa juga mengaku bangga atas pencapaian tersebut, terlebih karena ini merupakan lomba pertama yang diikuti oleh Ana.

 

“Awalnya saya sempat ragu karena waktu persiapannya sangat terbatas dan Ana belum punya pengalaman mengikuti lomba sebelumnya. Tapi semangat dan ketekunan yang ia tunjukkan sungguh luar biasa. Ana belajar dengan disiplin, berlatih dengan tekun, dan akhirnya mampu menaklukkan panggung nasional. Kami semua sangat bangga,” ujarnya dengan haru.



Sementara itu, Ana Deliarsy Kapitan mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas prestasi tersebut. 

 

“Saya sangat bersyukur bisa membawa nama Prodi PBSI dan Universitas Timor ke tingkat nasional. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh civitas akademika Unimor dan teman-teman mahasiswa yang mencintai sastra. Saya berharap semoga kegiatan sastra di kampus semakin hidup, agar lebih banyak mahasiswa yang bisa mengasah bakat dan berprestasi,” tutur Ana.

 

Ana menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantunya selama proses persiapan, seleksi, hingga babak final ini. 

 

"Prestasi ini seperti mimpi bagi saya. Tanpa bantuan dari banyak pihak, mimpi itu pastilah tetap tinggal mimpi. Karena itu, terima kasih banyak untuk semuanya, khususnya untuk Ibu Venta yang sudah membimbing dan mendampingi saya sejak persiapan di Kefa hingga babak final di Solo. Terima kasih juga untuk Bapak Mariano Sengkoen yang sudah menuntun saya dalam menafsir dan melatih saya membaca puisi ini", ungkap Ana. 



Koordinator Program Studi PBSI Unimor, Dr. Iswan Afandi, M.Pd menyampaikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang diraih Ana. Ia menilai bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unimor mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

 

“Keberhasilan Ana Deliarsy Kapitan menjadi simbol semangat dan daya juang mahasiswa Unimor. Ia telah membuktikan bahwa dari Timur pun, kita bisa berbicara dengan lantang di panggung nasional,” ungkapnya.

 

Ia juga berharap prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Timor untuk terus berani mencoba, berkompetisi, dan mengharumkan nama kampus di berbagai ajang. 

 

Melalui semangat dan kerja keras Ana, Unimor kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga insan-insan muda yang berani berkarya, berbudaya, dan berprestasi di tingkat nasional. (MDj/red)

 


Post a Comment

0 Comments