![]() |
| Winston Neil Rondo saat menyampaikan sambutan dalam seremoni pembukaan kegiatan "Workshop Peningkatan Kapasitas Literasi dan Jurnalistik Teritori Sabu Raijua" di GMIT Ebenhaezer Menia. |
Sabu Raijua, CAKRAWALANTT.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi
Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo, mengatakan bahwa setiap tulisan
yang dihasilkan harus menjadi mercusuar harapan bagi banyak orang. Hal ini
disampaikannya saat menghadiri seremoni pembukaan kegiatan “Workshop
Peningkatan Kapasitas Literasi dan Jurnalistik Teritori Sabu Raijua” di GMIT
Jemaat Ebenhaezer Menia, Jumat (11/7/2025).
“Menulis adalah cara kita mewariskan segala ide dan gagasan
secara turun-temurun. Dengan kata lain, tulisan yang dihasilkan harus menjadi
mercusuar harapan bagi banyak orang,” ungkapnya di hadapan para pendeta,
penatua, vikaris, dan pemuda yang berpartisipasi sebagai peserta.
Winston menjelaskan, untuk menghasilkan tulisan yang
berkualitas, setiap orang harus memiliki kecakapan literasi yang baik. Hal ini,
sambungnya, bisa mempengaruhi cara berpikir dan bernarasi. Untuk itu, ungkap
Winston, kegiatan workshop yang digelar oleh Majelis Sinode GMIT tersebut sangat
bermanfaat bagi penguatan literasi.
Ia menambahkan, narasi-narasi yang disusun oleh para
pendeta, penatua, vikaris, dan pemuda harus mampu menorehkan
pengalaman-pengalaman iman sehari-hari. Menulis, menurutnya, adalah salah satu cara
merayakan kasih Tuhan, terutama dalam mengembangkan talenta dan menyampaikan
kebenaran.
“Kita adalah pena yang siap menarasikan semua kebaikan
Tuhan. Semua bentuk pelayanan yang kita buat harus diceritakan dan disampaikan
sebagai pengalaman iman bagi banyak orang,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPRD
Provinsi NTT ini.
Di akhir sambutannya, Winston menyampaikan terima
kasih kepada semua pihak, terutama Majelis Sinode GMIT melalui Sekbid
Pengembangan Literasi dan Sekbid Kominfo, yang telah mendukung terlaksananya
kegiatan workshop tersebut. Ia berharap, seluruh rangkaian proses di dalamnya
bisa terus berlanjut hingga berujung pada penerbitan karya.
“Kami selalu mendukung setiap hal baik, apalagi yang berkaitan dengan penguatan literasi serta hal-hal edukatif lainnya. Semoga proses ini terus berlanjut,” pungkas Winston yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut didukung oleh
Yayasan Rumah Literasi Cakrawala dan diikuti oleh lima puluh peserta. Selain
diberikan materi berupa teori menulis, para peserta juga melaksanakan praktik
menulis dengan pendampingan narasumber. Nantinya, seluruh proses pendampingan
akan terus berlanjut secara daring hingga setiap peserta mampu menghasilkan dan
menerbitkan karya tulisnya. (MDj/red)







0 Comments