Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KADIS PPO TTU TEGASKAN IKM BUTUH PERSIAPAN DAN KOMITMEN BERSAMA

 

(Foto: Dokumentasi SMP Negeri 1 Miomaffo Timur)


TTU, CAKRAWALANTT.COM - Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membutuhkan persiapan dan komitmen bersama para pelaku pendidikan, terutama guru sebagai tenaga pendidik, untuk menerima hal-hal baru sebagai bagian dari pembelajaran. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Drs. Raymundus Aluman, MM., saat membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis IKM di SMP Negeri 1 Miomaffo Timur yang sedianya berlangsung selama 3 hari, yakni Kamis-Sabtu (27-29/10/2022) lalu.  

 

“Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) adalah sebuah disposisi bathin setiap guru untuk menerima hal-hal baru. Kurikulum Merdeka dalam proses pengesahan dan jika undang-undangya sudah ditetapkan, maka semua lembaga pendidikan wajib menggunakannya di sekolah-sekolah. Implementasi Kurikulum Merdeka adalah salah satu bagian dari paradigma baru yang sudah harus dipersiapkan lebih awal sebelum berlaku secara umum di Indonesia,” ungkap Raymundus.

 

Raymundus menambahkan Kurikulum Merdeka akan menjadi lebih mudah ditangkap apabila para guru memiliki komitmen untuk menerima hal-hal baru dan memiliki akun belajar. Penekanan Kurikulum Merdeka, tegasnya, berada pada proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila, sehingga butuh persiapan khusus untuk mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri bergerak.


Sementara itu, Yandri D. I. Snae, S.Pd.,MT., Widyaswara dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, selaku Narasumber Utama pada Bimtek IKM tersebut, menjelaskan banyak hal terkait Kurikulum Merdeka.  

 

“Kurikulum Merdeka tidak fokus pada penuntasan materi setiap semester atau setiap tahun. Gaya belajar di Kurikulum Merdeka, yakni visual, auditori, dan kinestetik. Itu menjadi perhatian guru untuk menuntaskan peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Peserta didik dituntun hingga paham itu tujuan dari Kurikulum Merdeka, bukan kejar materi sampai tuntas,” jelas Yandri.

 

Pantauan media, turut hadir pada kesempatan tersebut, Pengawas Pembina, Legan Yosef, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Miomaffo Timur, Gervas Salu, S.Pd., dan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), Lelu Umbu Zogara, S.Pd. (Humas SMP Negeri 1 Miomaffo Timur/MDj/red).    


Post a Comment

0 Comments