Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Kunjungi TBM Sion Waikabubak, Wagub NTT Dorong Penguatan Literasi Sejak Dini

Pose bersama.


Sumba Barat, CAKRAWALANTT.COM - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, bersama Ibu Vera Sirait Asadoma mengunjungi Rumah Baca Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sion Waikabubak yang berlokasi di Kampung Tawena, Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Minggu (15/3/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas belajar anak-anak di rumah baca yang telah berjalan hampir empat tahun terakhir. Kehadiran TBM ini menjadi salah satu upaya membumikan gerakan literasi sejak dini bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Sekitar empat puluh anak di Kelurahan Sobawawi secara rutin memanfaatkan rumah baca tersebut sebagai tempat belajar.

 

Setiap hari, sejak pukul 15.00 WITA, anak-anak datang untuk mengikuti berbagai kegiatan belajar. Sebagian besar dari mereka merupakan anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) yang berasal dari kampung-kampung di sekitar lokasi TBM. Di tempat ini, anak-anak belajar berbagai hal, seperti membaca, menulis, menggambar, berhitung, serta kegiatan edukatif lainnya, yang didampingi secara serius oleh para relawan dan kakak-kakak pendamping di TBM tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, Johni menyampaikan apresiasi atas keberadaan TBM Sion yang telah menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak. Menurutnya, keberadaan TBM merupakan inisiatif positif yang perlu terus didorong untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat.



Kepada anak-anak, Johni berpesan agar memiliki semangat belajar yang tinggi, tekad yang kuat, serta disiplin dalam menjalani kegiatan belajar. Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai iman harus menjadi dasar dalam kehidupan anak-anak. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan belajar di rumah baca.

 

“Kalau jadwalnya tiap hari jam tiga sore, maka harus disiplin datang belajar setiap hari. Harus datang tepat waktu, tidak boleh malas-malasan. Kalian juga harus rajin belajar dan rajin membaca supaya nanti kalian menjadi orang hebat yang bisa membangun Sumba!” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Pengurus TBM Sion Waikabubak, Kristian Imanuel Woli, menjelaskan bahwa rumah baca tersebut menjadi tempat belajar bagi anak-anak di sekitar Kelurahan Sobawawi. Menurutnya, sekitar empat puluh anak secara rutin datang untuk mengikuti kegiatan belajar di TBM tersebut. Selain anak-anak, beberapa warga dewasa juga memanfaatkan rumah baca tersebut untuk membaca buku.

 

“Anak-anak biasanya belajar membaca, menulis, dan menggambar. Sementara orang dewasa datang untuk membaca buku,” jelas Kristian.

 

Terkait koleksi bahan bacaan di TBM tersebut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar koleksi buku di TBM Sion berasal dari sumbangan berbagai pihak, termasuk dari beberapa taman bacaan masyarakat di Waingapu.

 

“Ada yang menyumbang dua puluh buku, ada yang tiga puluh buku. Tahun lalu, kami juga sudah mengajukan permohonan bantuan sekitar seribu buku ke dinas perpustakaan, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.



Menanggapi hal tersebut, Johni menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan taman bacaan masyarakat sebagai ruang belajar bagi masyarakat. Ia bahkan berjanji akan membantu menambah koleksi buku agar anak-anak semakin semangat membaca. Bagi Johni, penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal seperti sekolah, tetapi juga perlu didukung oleh berbagai inisiatif masyarakat, termasuk melalui taman bacaan masyarakat. Literasi, menurutnya, harus ditanamkan sejak usia dini karena kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi merupakan fondasi penting dalam proses belajar anak.

 

Melalui rumah baca seperti TBM Sion, anak-anak dapat memperoleh ruang belajar yang menyenangkan, membangun kebiasaan membaca sejak dini, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap pengetahuan. Dengan budaya literasi yang kuat sejak usia dini, diharapkan generasi muda NTT dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan. (Baldus/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments