Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PERPUSNAS RI GELAR INKUBATOR LITERASI PUSTAKA NASIONAL WILAYAH NTT

 

Brosur Kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional Wilayah NTT bersama Perpusnas RI.



Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Dalam mendukung pengembangan dan penguatan literasi di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) melalui Perpusnas Press bekerja sama dengan Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT menyelenggarakan Kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional Wilayah NTT Tahun 2022. Kegiatan yang mulai berlangsung sejak Senin (25/7/2022) tersebut merupakan upaya untuk mendorong pengembangan perbukuan dan penguatan konten literasi sebagai salah satu upaya positif bagaimana mewujudkan masyarakat yang lebih literat.

 

Pemimpin Redaksi (Pimred) Perpusnas Press, Edy Wiyono, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional dapat merangsang penulis-penulis di setiap daerah untuk giat menulis sebagai salah satu bagian penting dalam literasi. Inkubator literasi, terangnya, mampu memberikan ruang dan kesempatan kepada para penulis untuk memublikasikan ide dan gagasan ke dalam sebuah buku. Buku-buku yang dihasilkan, sambung Edy, akan menjadi konsumsi publik, baik untuk masyarakat NTT maupun Indonesia.   

 

“Tujuan dari inkubator literasi ini adalah untuk merangsang penulis di daerah untuk bersemangat lagi dalam menulis, sebab menulis adalah salah satu bagian penting dari literasi. Kita harus membaca, kemudian mengolah hasil bacaan dengan proses berpikir kritis, dan akhirnya dituangkan dalam bentuk tulisan. Nantinya, hasil publikasi itu akan dikonsumsi oleh masyarakat NTT dan Indonesia karena bisa diakses juga secara online,” ungkap Edy kepada media ini melalui sambungan telepon, Selasa (2/8/2022).


Pimred Perpusnas Press, Edy Wiyono.

Sementara itu, Pimpinan Umum MPC NTT, Gusty Rikarno memberikan apresiasi kepada Perpusnas RI melalui Perpusnas Press yang telah menyelenggarakan Kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional Wilayah NTT. Ia berharap agar melalui kegiatan tersebut, masyarakat NTT bisa tergerak untuk mengakarkan dan mengembangkan semangat literasi.

 

“Ini adalah terobosan yang positif. Kita bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi melalui kepenulisan. Semoga semua pihak tergerak untuk mengakarkan dan mengembangkan semangat literasi guna menyambut generasi emas NTT di kemudian hari,” ujarnya.  


Pimpinan Umum MPC NTT, Gusty Rikarno.

Proses Inkubasi Literasi

 

Lebih lanjut, Edy juga menerangkan bahwa para penulis yang berpartisipasi dalam inkubator literasi akan diseleksi menjadi 15 peserta dengan tulisan terbaik untuk selanjutnya mengikuti proses inkubasi literasi. Di dalam proses tersebut, ungkap Edy, para penulis akan melalui tahap pematangan terkait substansi dan pola kepenulisan yang baik dan benar.   

 

“Jadi dari semua peserta nanti wajib mengirimkan naskah dan dari naskah itu dikurasi dan dipilih 15 yang terbaik. 15 peserta terbaik ini akan diinkubasi atau dilatih untuk dimantapkan lagi proses penulisan mereka bersama narasumber-narasumber dan mentor. Nanti para peserta wajib merevisi naskahnya berdasarkan masukan dan saran yang diberikan saat pelatihan. Setelah itu, nanti difinalkan untuk dibukukan,” jelas Edy.


Logo Perpusnas RI, Perpusnas Press, dan Cakrawala NTT.

Membangun Kemitraan

 

Di sisi lain, Edy mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung kerja-kerja kolaborasi bersama berbagai pihak atau stakeholder, seperti Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Balai Bahasa, pegiat literasi, komunitas dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), organisasi kepemudaan, organisasi profesi, Bank Indoensia (BI), Pondok Pesantren, dan sebagainya.

 

Terkait kerja sama dengan MPC NTT, lanjut Edy, pihaknya telah melihat rekam jejak Cakrawala NTT yang sangat konsisten dalam dunia literasi. Hal itu, sambungnya, juga diperkuat dengan rekomendasi yang diberikan oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong pasca melakukan safari literasi di Wilayah NTT.

 

Untuk itu, melalui Kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional tersebut, Edy berharap agar literasi di Wilayah NTT bisa terus berkembang dan kegiatan serupa bisa terus berlanjut.

 

“Inkubator adalah salah satu alat untuk mengembangkan literasi di daerah melalui kepenulisan. Harapan saya, semoga akses informasi dan bahan bacaan di NTT semakin dipermudah. Selain itu, konsistensi dari kegiatan ini bisa terus berlanjut. Setelah ini akan ada satu proses lagi, dimana hasil tulisan ini akan dibedah, sehingga nantinya, NTT akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan inkubator literasi selanjutnya,” pungkas Edy. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments