Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

2.676 GURU LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI PPG GURU AGAMA KATOLIK


L
embata, CAKRAWALANTT.COM Sebanyak 2.676 guru dinyatakan lolos dalam Seleksi Administrasi Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan bagi Guru Pendidikan Agama Katolik Tahun 2021. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Katolik Kementrian Agama Kabupaten Lembata, Contasia Karmalitas, S.Ag., Selasa (15/6/2021).

 

“Berdasarkan surat edaran tertanggal 15 Juni 2021 dengan Nomor Surat B.157/DJ.V/PP.00.11/06/2021 yang mejelaskan bahwa untuk menindaklanjuti  pelaksanaan Pendaftaran dan Seleksi Administrasi Calon Peserta Pendidikan Profesi  Guru (PPG) Dalam Jabatan Bagi Guru Pendidik Agama Katolik Tahun 2021 yang dilakasanakan pada tanggal 20 April sampai dengan 4 Juni 2021 melalui aplikasi SIMPATIKA, dari 33 Provinsi yang mengikuti seleksi administrai, yang terdaftar 3.025 namun yang lulus seleksi administrasi 2.676 orang guru,” ungkapnya.

 

Khusus Provinsi NTT, lanjut Contasia, yang mendaftar 1.287 orang namun yang lolos adminisitarsi sebanyak 1.103 orang. Khusus Kabupaten Lembata terdapat 69 orang yang lolos administrasi, tambahnya.

 

“Terima kasih kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lembata dan Sekertaris dan seluruh Pengawas dan semua staf Kemenag yang sudah bersama-sama mendorong guru-guru Agama Katolik mulai dari SD, SMP dan SMA untuk mengikuti seleksi PPG pada tahap 2021 ini. Pasti 69 orang guru semua terharu yang tak terhingga meski masih di tahap pintu masuk, namun semua harus butuh kerja sama,” ungkapnya.


 

Dirinya berharap agar semua yang telah lolos administrasi selalu mengaktifkan HP dan WA untuk mempeoleh informasi selanjutnya. Ia juga mengharapkan agar 69 guru dari Lembata tetap lolos tahap seleksi yang akan datang.

 

Jangan pernah menyerah atau putus asa selagi kami masih bersedia membantu. Harap mengikuti tes dengan lokasi tempat tes di mana saja, wajib jalan, mumpung sudah ada kesempatan ini,” pungkasnya.

 

Berita & Foto: Rofinus R. Roning

Editor: Robert Fahik/ red

Post a Comment

0 Comments