Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

CERITA JOKOWI DALAM KUNJUNGANNYA KE DESA AMAKAKA LEMBATA PASCA-BENCANA

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021). Foto: Istimewa


Lembata, CAKRAWALANTT.COM Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Jumat (9/4/2021). Desa Amakaka merupakan salah satu lokasi terdampak bencana yang disebabkan oleh siklon tropis Seroja, yang melanda sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu.

 

Di lokasi itu, Kepala Negara bersama jajaran terkait meninjau dampak kerusakan di desa yang terletak di Kabupaten Lembata tersebut. Kabupaten Lembata diketahui sebagai salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

“Siang hari ini saya berada di Desa Amakaka dimana bencana banjir bandang yang ada di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak,” ujar Presiden.

 

Atas nama pribadi dan mewakili pemerintah, Kepala Negara menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana. Presiden mendoakan agar arwah mereka diterima di sisi Tuhan dan diberikan tempat terbaik.

 

“Saya, secara pribadi dan mewakili pemerintah, mengucapkan duka yang mendalam atas korban yang ada. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan, diberikan tempat yang terbaik, dan yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran,” ucapnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengunjungi warga setempat yang kini tengah berada di lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Ile Ape. Di sana Kepala Negara menemui para pengungsi dan ingin memastikan bahwa segala kebutuhan warga telah tercukupi. Presiden juga mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat setempat yang nantinya akan ditindaklanjuti selama proses penanganan.

 

“Untuk pengungsian juga sudah dipastikan untuk logistiknya cukup. Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBM-nya mahal. Saya terima (masukannya),” tuturnya.

 

Pemulihan Pasca-Bencana

 

Dalam kunjungan dan peninjauan ini, Presiden Jokowi telah berbicara dengan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mengenai penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah setempat. Atas persetujuan masyarakat, warga di lokasi terdampak bencana ini nantinya akan direlokasi dimana proses pembangunannya akan segera dilakukan secepat-cepatnya.

 

Tadi saya sudah bicara dengan Gubernur NTT dan juga Bupati Lembata nanti dengan persetujuan masyarakat, daerah yang terdampak ini nanti, lokasi ini akan dipindahkan, akan direlokasi, kata Jokowi.

Selain itu, Presiden juga telah memerintahkan agar proses pencarian di tengah medan berbatuan yang menyulitkan pengoperasian alat berat untuk tetap dilakukan.

 

“Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang. Ini yang akan terus kita usahakan agar yang dalam pencarian tadi bisa segera ditemukan. Kalau kita lihat di lapangan memang keadaannya berbatuan, batu yang besar-besar, yang itu sangat menyulitkan alat-alat berat kita. Tetapi tadi sudah saya perintahkan untuk terus dicari dan ditemukan yang masih hilang,” ujarnya.

 

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, sebelumnya juga telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya. Status tersebut ditetapkan terhitung mulai tanggal 4 hingga 17 April 2021 mendatang untuk mempercepat proses pemulihan wilayah setempat selepas bencana.


Presiden Joko Widodo di salah satu titik lokasi bencana di Lembata, NTT. Foto: Istimewa

 

Kedatangan Presiden Jokowi mengunjungi para korban bencana di NTT, mengobati duka para pengungsi. Bahkan, salah satu pengungsi mendapat kesempatan langka mendapat jaket dari orang nomor satu di Indonesia itu. Tak hanya itu, Presiden Jokowi bahkan langsung memasangkan jaket merah miliknya kepada pengungsi itu. Pemuda dengan rambut sebagian dicat pirang itu pun tampak gembira dan bahagia di balik masker hitamnya.

Imam Salat

 

Presiden Jokowi menjadi imam salat jamak asar usai salat Jumat berjemaah di Masjid Babul Jannah, Desa Amakaka, Jumat (9/4/2021). Salat diikuti jajaran menteri, kepala lembaga, dan warga sekitar. Dari pantauan, Presiden langsung mengambil wudu dari tempat penampungan air setibanya di Masjid Babul Jannah usai meninjau lokasi terdampak banjir bandang di desa yang sama. Setelah itu,  Presiden tampak menjalankan salat sunnah terlebih dahulu sebelum mengikuti Salat Jumat berjemaah, lalu salat jamak asar.


Tampak turut menjadi jemaah dalam salat tersebut, antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Henri Alfiandi.


Berita: Roning Rofinus

Foto: Istimewa

Editor: R. Fahik/ red

Post a Comment

1 Comments

  1. Saluut dengan presiden kita tercinta,..somoga selalu sehat🙏

    ReplyDelete